Rahasia Kemenangan Valentino Rossi

400px-Valentino_Rossi_2007_Oct
Sumber: http://en.wikipedia.org/
Hari ini, saat artikel ini dibuat, Valentino Rossi baru saja memastikan gelar juara dunia MotoGP 2009. Apa rahasia kemenangan tahun ini? Sekilas, seperti sebuah keberuntungan dan takdir. Bagaimana tidak, kemenangan Rossi dipengaruhi oleh sering jatuhnya Lorenzo dan sakitnya Stoner. Sebenarnya, bukan itu yang menjadi rahasia kemenagan Rossi. Rossi menang, karena keunggulan dia sendiri, bukan disebabkan oleh orang lain.

Boleh jadi, dengan sakitnya Stoner, berkurang saingannya. 3 Seri yang tidak diikuti oleh Stoner membuat nilainya menjadi jauh. Mungkin akan muncul pertanyaan, jika seandainya Stoner tidak sakit, apakah Rossi akan menjadi juara tahun ini? Kita tidak pernah tahu. Pada kenyataanya Stoner sakit, dan Rossi tidak sehingga bisa memenangkan kejuaraan. Artinya, Rossi menang dari segi kesehatan dibanding Stoner.

Begitu juga, jika dibandingkan dengan Lorenzo. Apa yang terjadi jika Lorenzo tidak sering jatuh? Apakah Lorenzo akan juara? Sekali lagi tidak tahu. Tapi yang jelas, Rossi punya keunggulan dibanding Lorenzo, yaitu lebih jarang jatuh. Sekali lagi, Rossi bisa menjadi juara tahun ini karena dia memiliki keunggulan dibanding lawan terberatnya Lorenzo.

Siapa yang meragukan kehebatan Rossi membawa motor dalam kecepatan 100 km/jam sampai 300 km/jam. Tetapi, bukan hanya itu yang membuat seorang Rossi bisa menjadi juara. Dua faktor lain diantaranya ialah kesehatan yang prima dan memiliki ketenangan. Keahlian membawa motor, bisa menjadi tidak berguna jika kita sakit. Keberanian dan jago ngebut juga bisa tidak berguna jika kurang hati-hati dan kurang mampu mengendalikan emosi.

Hikmah dari juaranya seorang Rossi bagi kita, bahwa sukses bukan hanya masalah teknik. sukses diraih dari pantasnya diri kita meraih sukses, baik dari segi keahlian, tubuh yang sehat, emosi yang stabil, dan mindset yang benar. sukses adalah hasil kombinasi integral semua yang ada dalam tubuh dan pikiran kita, termasuk di dalamnya emosi.

Jadi, untuk sukses kita memang perlu mengasah keterampilan kita, memiliki aset fisik yang memadai, tetapi itu bisa jadi tidak akan berguna jika kita tidak memiliki mental dan pikiran yang sehat. Teruslah belajar dan meningkatkan kualitas diri secara seimbang. Inilah yang disebut optimalisasi ikhtiar. Selebihnya kita serahkan kepada Allah.

16 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield