Koq Belum Berhasil Juga? Padahal Sudah Berusaha dan Berdo’a

Koq Belum Berhasil Juga?

Berusaha sudah.

Berdo’a sudah.

Apa yang salah?

Sudah Berdo’a dan Berusaha Tapi Belum Berhasil Juga

belum berhasil

Sering kali setelah kita berusaha dan berdo’a untuk meraih sesuatu atau terlepas dari suatu kesulitan, belum berhasil juga. Hasil yang kita harap seperti jauh panggang dari api.

Padahal bisa jadi kita sudah berusaha sekuat tenaga. Kita juga tidak lepas dari memanjatkan do’a kepada Allah SWT agar apa yang kita harapkan segera tercapai, tetapi mengapa tidak berhasil juga?

Belum Berhasil Bukan Berarti Kiamat

Belum berhasil meraih yang kita inginkan bukan berarti kiamat. Oleh karena itu kita tidak perlu putus harapan, jangan menyerah, dan teruslah berusaha.

Jusru, belum berhasil itu sebagai media pendidikan dari Allah kepada kita, berkaitan keimanan, ikhtiar, dan ketentuan Allah. Yang jelas, ada hikmah atau maksud dibalik itu semua.

Jika Anda Belum Berhasil, Mungkin Ini Hikmah atau Maksudnya

Bagi orang yang beriman, sebaiknya kita kembalikan saja kepada Allah SWT. Kita yakin dibalik kesulitan yang kita hadapi ada hikmah yang belum kita ketahui. Misalnya bisa saja Allah memang memperlambat dalam mengabulkan do’a kita seperti dikatakan dalam sebuah hadits:

Tidak ada seorang Muslim yang menghadapkan mukanya kepada Allah untuk berdo’a, kecuali Allah memberikannya (memenuhinya), kadang dipercepat dan kadang diperlambat. (HR Ahmad dan Hakim)

Atau bisa saja apa yang kita harapkan memang tidak baik bagi kita.

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah:216)

Bisa juga merupakan ujian kepada Allah karena kita termasuk orang yang beriman.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS Al ‘Ankabuut:2)

Mungkin sengaja Allah simpan untuk diakhirat nanti.

Tidak ada seorang Muslim pun yang berdo’a dengan suatu do’a yang bukan do’a menyangkut dosa atau menyangkut memutuskan silaturahim, kecuali Allah akan memberinya dengan salah satu dari tiga kemungkinan: segera dipenuhi-Nya do’a tersebut, atau disimpan-Nya sebagai simpanan pahala di akhirat, atau dihindarkan-Nya dia dari kecelakaan atau kejelekan yang sebanding. Mereka (para sahabat) bertanya: bagaimana kalau kami memperbanyak? Rasul menjawab: Allah akan memperbanyak lagi. (HR Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la, dan Hakim)

Bagaimana Jika Terus-Menerus Tidak Berhasil?

Sekali lagi, kita bisa mengembalikan kepada hikmah dan maksud Allah yang tersembunyi dari tertundanya tujuan kita. Namun, lebih sering penyebabnya karena orang tidak sabar menunggu hasil. Lama, sulit, dan berat adalah keluhan-keluhan yang sering keluar dari mulut orang yang berpikiran negatif. Mereka berharap semua serba instan, jika perlu waktu sedikit saja mereka mengeluh.

Hidup ini tidak semua mudah. Kadang lucu jika ada orang yang mengeluh susah, ribet, dan lama. Itulah hidup kawan, perlu perjuangan. Jika mau hidup, Anda perlu berjuang. Bukan mengeluh, menuntut dan menghujat sana-sini. Padahal kesahalan ada di diri kita yang malas dan kurang ilmu.

Ada kemungkinan lain jika kita belum berhasil juga.

  1. Ilmu dan keterampilan Anda yang kurang. Belajarlah dan berlatih agar Anda bisa. Jika Anda belum berhasil juga, artinya ilmu dan keterampilan Anda harus ditingkatkan. Jangan berpikir bahwa kemampuan Anda sudah mentok, ilmu Allah itu luas, apa pun kemampuan Anda saat ini masih bisa ditingkatkan. Jangan terjebak hanya “bertindak”, Anda harus bertindak ke arah yang benar dan dengan cara yang benar. Bukan sembarang bertindak.
  2. Anda tidak bisa mengambil pelajaran dari kegagalan sebelumnya. Setiap kegagalan akan memberikan pelajaran, apa yang harus dilakukan atau apa yang tidak boleh dilakukan. Ketidak mampuan mengenali ini akan menyebabkan Anda terus mengalami kegagalan, meski pun Anda merasa sudah berubah. Tingkatkan kemampuan berpikir Anda, menganalisa pengalaman agar mendapatkan pelajaran, dan jangan sungkan untuk belajar kepada orang lain.

Jangan menjadi generasi cengeng: tidak mau belajar, tidak mau bersabar, tidak mau meningkatkan kualitas diri, maunya hanya hasil yang instan, jika tidak didapat mengeluh, menyalahkan, dan menuntut. Jadilah pribadi yang mau berjuang, sabar dalam berjuang, selalu menuntut ilmu, mau berlatih, dan menggali potensinya.

Sebenarnya orang yang selalu mengatakan “Koq belum berhasil juga?” adalah termasuk generasi cengeng. Jika Anda “kena”, berubahlah!

Kesimpulan

Oleh karena itu, tetaplah berusaha, tetaplah berdo’a serta tetap menjaga pikiran positif terhadap yang menimpa kita. Insya Allah, semua yang kita lakukan (baik do’a dan usaha) tidak akan sia-sia. Selalu membawa hasil, hanya saja mungkin berbeda dengan apa yang kita pikirkan sebelumnya.

Tingkatkan kualitas diri dan bersabar dalam menunggu hasil. Jangan hanya mengeluh. Belum berhasil artinya akan berhasil.

13 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield