Berpikir Positif, Kiat Sukses, Pola Pikir

Kiat Sukses: Disiplin Prasangka Positif

June 14, 2019


(Last Updated On: August 12, 2019)

Kiat sukses yang akan dibahas pada kali ini adalah tentang disiplin prasangka positif. Prasangka akan membentuk persepsi dan tindakan kita akan mengikuti persepsi kita. Jika prasangka negatif, maka akan membentuk persepsi negatif dan akan mengarahkan kita pada tindakan negatif seperti malas dan putus asa.

Dalam agama kita dilarang untuk berprasangka negatif atau buruk, baik kepada Allah, manusia, kejadian dan kondisi. Selain berdosa, prasangka negatif memberikan efek buruk bagi kesuksesan. Prasangka negatif akan membuat emosi dan pikiran negatif sehingga hidup kita pun akan negatif.

Mulai sekarang, belajarlah dengan mendisiplinkan diri untuk selalu berprasangka positif.

disiplin prasangka positif

Berprasangka Baik Kepada Allah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Allah Ta’ala berfirman, “Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berbaik sangka, maka ia akan mendapatkan kebaikan. Jika berprasangka buruk, maka ia mendapatkan keburukan.” (HR. Ahmad).

Inilah fondasi prasangka kita. Selalulah berprasangka positif kepada Allah. Jika ini tidak bisa kita disiplinkan, maka rusaklah hidup kita. Segalanya, yang Allah tadkirkan, kehendaki, perintahkan, dan larang adalah semuanya untuk kebaikan kita, semuanya dalam rangka kasih sayang Allah kepada kita.

Prasangka Baik Pada Manusia

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.” (Al-Hujurat : 12)

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563)

Jika tidak nyata-nyata keburukan dan kejahatan orang lain kepada kita, maka tahanlah prasangka buruk itu. Prasangka buruk kepada orang malah akan membuat kita capek sendiri, sementara belum tentu yang kita sangkakan itu benar.

Apa lagi sesuatu yang abu-abu, akan lebih baik kita fokuskan pikiran kita kepada hal yang positif. Saat ada seseorang yang mengatakan keburukan kita, daripada kita berprasangka buruk bahwa orang tersebut itu menghina atau merendahkan, akan lebih baik ubah prasangka kita menjadi positif, yaitu orang itu sedang menasihati untuk kebaikan kita.

Terlepas apakah apa tujuan orang itu, fokus kita pada prasangka baik saja.

Memang ada prasangka buruk yang dibolehkan yang berkaitan dengan kewaspadaan terhadap musuh dan penjahat. Namun selama belum nyata orang itu musuh atau penjahat, tetap berprasangka baik sambil menjaga kewaspadaan.

Kadang, yang sering terjadi adalah, orang yang sebenarnya sayang kepada kita, memberikan nasihat yang sangat baik untuk kita, hanya karena kita tidak suka, kita malah berprasangka negatif.

Prasangka Baik Pada Kejadian dan Kondisi

Mungkin kita menghadapi sesuatu yang tidak menyenangkan, bahkan membencinya, padahal bisa jadi, itu sudah skenario Allah dalam rangka memberikan kebaikan kepada kita. Hanya saja kita tidak mengetahuinya, sementara Allah Maha Mengetahui.

Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah: 216)

Apa pun kejadian atau kondisi yang terjadi pada diri kita, suka atau tidak suka, yakinlah bahwa itu yang terbaik bagi kita, akan memberikan kebaikan bagi kita, dan akan memberikan hikmah bagi kita.

Sering kali, kita menemukan hikmah itu setelah lama melaluinya. Maka tetaplah jaga prasangka positif kita, meski kita belum menemukan hikmah tersebut.

Prasangka Baik Terhadap Diri Sendiri

Keuntungan yang akan kita dapatkan apabila memiliki prasangka baik pada diri sendiri ialah pemikiran menjadi lebih jernih sehingga memunculkan semangat untuk memperjuangkan cita – cita dan menambah rasa percaya diri terhadap kemampuan sendiri serta meminimalisir sifat minder dengan orang lain.

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir”. (QS Yusuf ayat 87)

Meski saat ini kita merasa tidak mampu, merasa tidak bisa berubah, merasa tidak berdaya dan sebagainya, miliki prasangka baik bahwa kita akan mampu, kita akan bisa berubah, kita akan berdaya dan hal-hal positif lainnya. Jangan pernah memvonis diri yang negatif.

Disiplinkan Diri Untuk Tetap Berprasangka Positif

disiplin prasangka positif

Mengetahui saja masih belum cukup. Banyak orang yang sudah mengetahui tentang prasangka positif, namun nyatanya masih sering berprasangka negatif. Perlu upaya, mendisiplinkan diri untuk biasa berprasangka positif. Kita harus melatih diri.

Caranya upayakan setiap hari, setiap pikiran, perkataan, dan tindakan kita dievaluasi. Apa dasarnya? Apakah berdasarkan prsangka positif atau negatif? Lakukan evaluasi setiap hari.

Tantangannya adalah pembenaran. Manusia cendrung melakukan pembenaran atas apa yang dilakukannya. Misalnya kita melakukan prasangka buruk terhadap seseorang atau terhadap kondisi, kemudian kita mencari-cari dalih pembenaran terhadap prasangka buruk tersebut. Selama Anda menyukai pembenaran, Anda akan jauh jari kebenaran.

Semoga, Disiplin Prasangka Positif akan menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.club/
Follow Me

No Comments

Leave a Reply

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield

eBook Gratis Untuk Anda :)

Terima kasih, saya sudah daftar ...