November 18, 2010
 

Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga - Tidak Selamanya Berlaku




Karena nila setitik, rusak susu sebelangaMungkin Anda pernah membaca atau mendengar pepatah Karena nila setitik, rusak susu sebelanga, yang artinya: hanya karena kesalahan kecil yang nampak tiada artinya seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan. Contoh: kesalahan satu orang dalam sebuah tim dapat menjatuhkan kekompakan seluruh angota tim.

Namun, pepatah ini tidak selamanya berlaku. Jika kita menerapkan pepatah ini pada semua hal, justru akan merugikan kita. Kita perlu berpikir cerdas, tidak menyamaratakan semua masalah, atau mengambil mudahnya saja. Anda akan melewatkan banyak peluang untuk mendapatkan kebaikan jika menerapkan pepatah ini pada semua hal. Bagaimana bisa? Dan bagaimana memilahnya kapan berlaku atau kapan tidak?

Memang benar, jika susu sebelanga kejatuhan setitik nila, maka jangan diminum. Sebab semua susu bisa terkontaminasi karena bersifat cair. Zat dalam cairan akan mudah menyebar dan sulit dipisahkan. Tetapi tidak semua zat itu cair. Ada zat padat. Pada zat padat, hal ini tidak berlaku.

Jika Anda dikasih setumpuk batu yang diantaranya ada emas sebanyak 20%, apakah Anda akan menolak? Tidak bukan, meski ada batu sebanyak 80%, Anda bisa mendapatkan manfaat besar dari emas yang hanya 20%. Bahkan jika hanya 10% atau 5%, tetap saja tumpukan itu berharga.

OK, sekarang kita lihat, kapan pepatah itu berlaku, dan kapan tidak dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama: Mencampuradukkan Yang Hak dengan Yang Batil
Dan janganlah mencampuradukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahui” (QS. al-Baqarah:42)

Untuk hal kebatilan dan kebenaran, jelas ini berlaku. Jangan menambahkan sesuatu yang batil dalam kebenaran yang kita lakukan. Misalnya mencampur adukan ibadah dengan bid’ah atau malah perbuatan musyrik. Mencampur adukan dakwah tetapi dengan cara ghibah, fitnah, dan mengolok-olok orang/kelompok orang lain.

Tentu saja perlu kajian fiqh yang mendalam untuk membahas masalah ini oleh para mufti atau ahlinya. Jangan bertanya kepada saya, saya bukan ahli fqh :) .

Kedua: Jika Racun Itu Bisa Dihilangkan, Maka Buang Racunnya SAJA
Anda tahu kopi luwak? Harganya mahal, saya sendiri belum mencobanya :) padahal saya penikmat kopi (kalau ada yang mau ngirim, boleh). Kopi luwak diambil dari (maaf) kotoran binatang luwak. Meski kopi tersebut ada kotorannya, tetapi karena bisa dibuang, ya buang saja kotorannya. Bukan dengan kopinya, sayang, harganya mahal.

Kadang, banyak orang menilai orang lain atau kelompok lain dengan cara generalisasi. Saat sekali melakukan kesalahan atau segelintir orang melakukan kesalahan, langsung dianggap semuanya salah. Padahal yang dinilainya adalah kelompok manusia, bukan kelompok Malaikat yang bebas kesalahan. Jelas, orang yang suka melakukan hal seperti ini adalah orang yang berpikiran picik, seolah dirinya tidak pernah salah.

Ketiga: Saat Anda Melakukan Kesalahan, bukan Berarti Anda Orang yang Salah

Maksudnya begini:

Misalnya Anda melakukan kesalahan saat melakukan presentasi. Ya, benar, cara penyampaian presentasi Anda mungkin salah. Tetapi TIDAK berarti Anda akan melakukan kesalahan lagi atau melakukan kesalahan pada hal yang lain atau Anda menjadi orang yang selalu melakukan kesalahan.

Kesalahan yang Anda lakukan hanya terjadi pada pekerjaan itu dan satu waktu itu saja. BUKAN selamanya atau selalu salah. Artinya, jika Anda melakukan kesalahan, biasa-biasa saja. Tidak usah mencap diri menjadi orang yang tidak becus. Jika Anda memperbaiki kesalahan, mungkin tidak akan diulangi lagi. Meski pun tetap, Anda mungkin melakukan kesalahan lagi. Santai saja.

Bahkan, Rasulullah saw pun pernah melakukan kesalahan. Itu biasa, jangan dijeneralisir. Teruskan berkarya, sebab salah itu manusiawi. Yang penting, Anda terus belajar dari kesalahan-kesalahan Anda.

Tentu saja, masih banyak contoh-contoh lainnya tentang peribahasa Karena nila setitik, rusak susu sebelanga ini. Tidak mungkin semuanya dibahas disini. Intinya, pikirkanlah sebelum mengambil keputusan, karena pepatah Karena nila setitik, rusak susu sebelanga tidak berlaku pada semua hal.

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga

Put Your Title Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

My Website
Rasakan Perubahan Dramatis, sehingga Anda bisa berubah dengan cepat menjadi pribadi yang termotivasi, determinasi, dan pantang menyerah. Klik disini

6 Responses to “Karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga - Tidak Selamanya Berlaku”

  1. Rido says:

    Tapi kenyataannya……
    satu kasus Gayus…satu kampus STAN kena semua

  2. luar biasa,hanya itu yang bisa saya ucapkan. artikel yang sangat bermanfaat trimakasi pak rahmat.

  3. dilla says:

    sy mrs bos sy sering melakukan hal tsb pd sy n anak buah lainnya.
    sy mrs tertekan jk mlakukan kesalahn,
    smua krja kras sy spt tdk dianggp sm skl oleh bos sy,
    dia fokus pd 1 ksalahan sy itu.
    sy tdk tau hrs brbuat apa…

  4. Berarti kan, kita kudu berfikir dewasa..
    kembali ke pribadi kita, dalam menyikapi maslah.

Apa Pendapat Anda? Atau Ada Pertanyaan?

Selain pendapat atau pertanyaan, silahkan isi form komentar untuk menulis:

  • Tambahan terhadap posting diatas
  • Ide-ide berkaitan posting diatas
  • Usul pembahasan lainnya


Baca juga:

  1. Tidak Ada Yang Salah dengan Anda
  2. Tidak Ada Kepastian
  3. Jangan Berhenti Karena Susah
  4. Tidak Ada Alasan Untuk Menyerah
  5. Tidak Menggantungkan Pada Tindakan
Tags:

Kata kunci berdasarkan pencarian:

[nila setitik rusak susu sebelanga, rusak susu sebelanga, arti peribahasa nila setitik rusak susu sebelangga, karena nila setitik, karena nila setitik rusak susu sebelanga, peribahasa nila setitik]



 
 

Visi

Menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan inovasi bagi umat umat Muslim, khususnya di Indonesia, menuju Masyarakat Madani. Menjadi rujukan bagi umat Muslim dalam meraih sukses dan pengembangan diri.

Tentang Penulis

Rahmat Mr. Power
Author buku, ebook, audio, dan video, diantaranya: Meraih Berkah dan Pahala Melalui Internet (buku), Beautiful Mind: Berpikir Positif Islami (ebook), The Confidence Secret (video), dll. Download hasil karya Rahmat di
Zona Sukses
Usaha Terbaik
Facebook Rahmat
Lensa Squidoo Rahmat
 
GetSocial
SEO Powered By SEOPressor

Switch to our mobile site

Compression Plugin made by Web Hosting