21:50, January 30 2009 by Rahmat Mr. Power
Bagaimana menjadi diri sendiri? Diri Anda adalah Anda dengan segala keunikan dan potensi yang Anda miliki. Menjadi diri sendiri adalah Anda tetap dalam keunikan Anda, tanpa harus mengikuti siapa pun. Para sahabat Rasulullah saw pun tetap pada keunikannya masing-masing. Abu Bakar as, Umar Bin Khathab as, Ustman bin Afan as, dan Ali as pun memiliki keunikan masing-masing tanpa mengurangi kemuliaannya. (more…)
19:33, January 30 2009 by Rahmat Mr. Power
Baru saja saja menonton sebuah video 6 menit yang sangat memberikan inspirasi. Saya jadi bertanya-tanya, sudahkah saya mengeluarkan semua potensi saya dalam hidup ini? Bisa jadi, selama ini kita sebenarnya membuang-buang kesempatan dan peluang dengan alasan “tidak bisa”. Setelah menonton video ini, saya yakin Anda akan bertanya, apakah Anda sudah melakukan yang terbaik selama ini? (more…)
18:43, January 23 2009 by Rahmat Mr. Power
Ada seorang pria, sudah puluhan tahun tidak pernah melakukan hal yang rumit. Alasannya karena dia merasa jari-jarinya kikuk karena ukurannya pendek-pendek. Dia adalah tipe orang yang memiliki jari pendek-pendek. Dia merasa kalau tidak akan pernah terampil seperti orang lain karena jarinya yang seperti itu. Keyakinan ini dimulai saat orang tuanya mengatakan kalau dia tidak akan pernah terampil. Begitu juga dengan istrinya setelah dia menikah. Istrinya bahkan harus membayar orang hanya untuk memasang sangkar burung di rumahnya. (more…)
16:36, May 9 2007 by Rahmat Mr. Power
Banyak strategi dan taktik yang bisa kita gunakan untuk meraih percaya diri. Diantaranya harus dipraktekan langsung dalam satu sesi latihan. Namun bagi Anda yang tidak sempat latihan, saya tuliskan disini salah satu dari strategi meraih rasa percaya diri dengan mudah dan bisa dilakukan dalam kehidupan Anda sehari-hari. (more…)
5:03, April 30 2007 by Rahmat Mr. Power
Kita bisa belajar kepada Nabi Musa a.s. tentang arti kepercayaan diri sebenarnya. Coba simak ayat berikut,
Pergilah kepada Fir’aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas. Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, (QS. Thaahaa:24-28)
Saat Nabi Musa AS ditugaskan oleh Allah untuk menghadap Fir’aun yang sangat berkuasa saat itu, nabi Musa AS memanjatkan do’a agar dia mampu menjalankan tugas dengan baik. Kemudian Nabi Musa AS berangkat menemui Fir’aun untuk menyampaikan risalah dakwahnya. (more…)