
To Do List
Dalam istilah manajemen waktu, ada yang disebut dengan “To Do List”, yaitu daftar tindakan yang harus dilakukan. Sayangnya, ternyata banyak orang yang membuat to do list, tetapi tidak bisa melakukan apa yang ada di dalam to do list. Mengapa bisa terjadi? Jika To do list tidak bisa dilakukan, maka tidak ada hasil yang akan kita peroleh.
Apa penyebab yang membuat sebuah to do list tidak dilakukan atau hanya sebagian yang bisa dilakukan? Penyebabnya adalah:
Isi dari to do list terlalu banyak. Anda sudah selesai membuat dan ternyata daftar tindakan Anda begitu panjang. Secara psikologis akan muncul perasaan enggan. Biasanya orang mengatakan “bingung harus mulai dari mana”
Mengapa isi to do list tersebut terlalu banyak? Anda mungkin akan mengatakan “Semuanya memang harus dilakukan.” Betulkah? Belum tentu. Jika Anda belum melakukan analisis yang benar, bisa jadi 80% pekerjaan Anda sebenarnya tidak perlu dilakukan. Bisa jadi, dari daftar tindakan tersebut, hanya 20% saja yang sebenarnya perlu dilakukan.
Ini artinya, kita masih belum bisa fokus pada hal-hal penting saja. Kita mengerjakan semuanya karena kita menganggap semuanya penting.
“Tapi memang semuanya penting koq! Tak ada satu pun yang bisa ditinggalkan.”
Yah, bisa jadi. Semuanya penting. Saya percaya, sebab memang kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Jadi, waktu kita tidak akan pernah cukup. Bukankah Anda sering mendengar perkataan “tidak punya waktu”? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Kuncinya ada di keputusan Anda. Anda harus berani mengambil keputusan, mana yang akan Anda kerjakan, mana yang tidak.
Tapi, masalah yang muncul sebagai karyawan ialah tidak memiliki kewenangan untuk memilih mana yang akan dikerjakan mana yang tidak. Semua tugas datang dari atasan dan semuanya harus dilakukan. Tugas yang datang dari atasan tidak ada hentinya sementara tugas sebelumnya belum selesai.
Tidak perlu mengeluh, sebab itu pun keputusan Anda untuk menjadi karyawan. Cara mengatasinya ialah Anda harus memiliki kecepatan kerja yang lebih baik. Menyingkirkan semua penghambat kerja, hal-hal yang tidak produktif, dan secara mental kita tidak menunda-nunda pekerjaan.
Jadi, agar “to do list” Anda bisa dikerjakan ada dua kunci. Yang pertama kurangi daftar pekerjaan Anda. Jika memungkinkan sampai tinggal 20% saja. Kunci yang kedua adalah kembangkan kecepatan kerja Anda. Cara melakukan kedua kunci ini bisa Anda baca pada modul-modul Revolusi Waktu.
by Rahmat Mr. Power
Rahmat adalah penulis utama Motivasi Islami, seorang ahli dalam peningkatkan pencapaian. Dapatkan produk peningkatan kualitas dan potensi diri karya Rahmat di Zona Sukses. Silahkan kunjungi GlobalPro Bisnis jika Anda ingin meningkatkan omzet bisnis Anda. Jika Anda ingin meningkatkan penghasilan dengan kerja di rumah, silahkan baca artikel-artikel Rahmat di blog Kerja di Rumah. Kunjungi di Google+
Tingkatkan kualitas dan potensi diri, omzet bisnis Anda, dan penghasilan Anda.
Tuliskan Komentar Anda!
Tuliskan pemikiran, ide, dan gagasan Anda melalui komentar Facebook di bawah ini. Jika kotak komentar tidak terlihat, KLIK Add a Comment
Tagged with: berani, Keputusan, Manajemen Waktu, Pekerjaan, tindakan, to do list, waktu




To do list memang sangat perlu untuk manajemen waktu yang professional. Tapi dalam senarai tersebut perlu dipilih yang mana keutamaan untuk dilakukan. Kalau nak laksanakan semua mungkin sukar.
Thats my problem… thanks for share… nice post….
Inti dari segalanya memang perlu skala prioritas dalam melaksanakan tugas
Salam kenal,
yang paling baik buat schedule / rencana kegiatan yang akan kita lakukan tiap hari
brusaha mengurangi intensitas kegiatan yang kurang begitu penting..
dan berusaha memaksimalakn waktu
tapi tetap butuh refreshing dan jalan2
habis kalo gag suntuk dan bisa stress
TOP artikel mas..
Sebuah motivasi yang bagus Pak Rahmat…
Saya juga terkadang merasakan begitu banyak yang harus dikerjakan dalam waktu yang sempit. Tetapi memang yang terpenting kita kerjakan saja smua daftar yang memang penting dan fokus pada tujuan hidup kita. Tinggalkan yang tidak berguna. Lalu nikmati proses tsb. dengan berpikir positip…
[...] Jika “To Do List” Tidak Bisa Dilakukan [...]
waktu kta tdk akan pernah cukup utk melakukan smuanya.