Inspirasi, Motivasi Hidup

Membumikan Man Jadda Wajada Untuk Meraih Sukses

September 29, 2016

Anda pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wajada? Namun sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip ini? Banyak sudah tahu namun masih sedikit yang mengaplikasikannya.

Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah pada nasib.

man jadda wajada

Ciri utamanya ialah suka mengatakan “saya tidak bisa”.

Definisi Man Jadda Wajada

OK, bagi yang tahu artinya, man jadda wajada berarti barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat. Setahu saya, ini bukan hadist, meski menggunakan bahasa Arab. Mungkin sejenis pepatah Arab tetapi mengandung makna yang dalam.

Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-sungguh. Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.

Mengetahui arti man jadda wajada barulah langkah awal. Selanjutnya adalah bagaimana cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari? Atau bagaimana cara membumikannya?

Inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Kenapa Harus Bersungguh-sungguh?

Jawabannya: wajada. Supaya Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan. Allah yang menentukan segala sesuatu, tetapi kita diwajibkan ikhtiar dan kesungguhan dalam ikhtiar diperlukan.

Sungguh-sungguh adalah salah satu cara menyempurnakan amal kita secara lahir. Sehingga kita benar-benar maksimal berusaha. Nah, jika masih belum juga tercapai baru itu takdir. Jangan sampai, kita dengan mudahnya menyalahkan takdir, padahal kita belum maksimal dalam ikhtiar.

Jangan mudah ngaku sudah maksimal, padahal belum.

Jika Anda mau meraih apa yang Anda inginkan, maka kuncinya adalah Anda harus benar bersungguh-sungguh menginginkannya. Kesungguhan keinginan akan melahirkan kesungguhan belajar dan usaha. Dari kesungguhan keinginan akan datang kesungguhan dalam mengatasi halangan dan rintangan.

Perintah Melakukan Kesungguhan

Segala sesuatu, jika ingin berhasil harus dilakukan dengan kesungguhan. Jadi, man jadda wajada, meski pun hanya sebuah pepatah, tetapi tidak bertentangan dengan ajaran Islam, sebab kesungguhan memang diperintahkan kepada kita.

Diantara perintah kesungguhan:

Kesungguhan Dalam Meraih Keridhaan

Tentu saja, yang pertama-tama adalah kesungguhan untuk mencari keridhaan Allah. Ini adalah hal yang besar, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jika kita sungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukan jalan-Nya.

Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami” (QS. Al- Ankabut : 69)

Kesungguhan Mengubah Keadaan Diri

Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. (Q.S. ar-Ra‘d : 11)

Anda ingin berubah menjadi lebih baik? Maka Anda harus memiliki kesungguhan berusaha mengubah diri sendiri. Jika Anda tidak sungguh-sungguh mengubah diri sendiri, mengapa berharap Allah akan mengubah kondisi Anda?

Kesungguhan Dalam Mencari Nafkah

Rasulullah SAW juga menyuruh kita agar bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah. Bahkan selain kita akan mendapatkan rezeki yang berlimpah, juga mendapat bonus yang jauh lebih besar, yaitu sampunan Allah. Luar biasa manfaat dari kesungguhan itu.

RASULULLAH Saw bersabda, “Sesungguhnya, di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh (pahala) shalat, sedekah, atau pun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.” (HR. Tabrani)

Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah.” (HR. Ahmad)

Lelah datang karena kesungguhan. Ciri orang yang sungguh-sungguh dia akan melakukan ikhtiarnya sampai lelah. Tidak sekedarnya, dia akan terus berusaha.

Mengukur Man Jadda Wajada Pada Diri Anda

Nah, sekarang kita tanya diri kita masing-masing. Sudahkan kita berungguh-sungguh?

Sebagai contoh, Anda ingin membangun bisnis sebagai salah satu cara mencari nafkah. Sudahkah Anda sungguh-sungguh dalam membangun bisnis? Sudahkahkan man jadda wajada Anda terapkan dalam membangun usaha Anda?

Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut dan jawablah dalam hati Anda. Silahkan Anda ukur diri Anda tanpa dalih tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).

  • Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang. Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi peluang yang Anda catat?
  • Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide bisnis?
  • Seberapa banyak ide-ide mengoperasikan bisnis yang sudah Anda coba?
  • Seberapa banyak ide-ide pemasaran yang sudah Anda lakukan?
  • Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?
  • Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?
  • Berapa banyak kontak yang sudah Anda kumpulkan untuk mendukung bisnis Anda?
  • dan sebagainya.

Man Jadda Wajada Belum Membumi Jika Masih Berdalih

“Tapi saya…”. Yah… jika Anda masih suka mengatakan “tapi” sebagai dalih tidak berusaha, artinya Anda belum bersungguh-sungguh. Mungkin dalih Anda benar, tetapi tetap saja Anda tidak meraih apa yang Anda inginkan.

Jika Anda memang bersungguh-sungguh, akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang Anda inginkan. Akan selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah Anda. Potensi pikiran, hati, dan tubuh Anda sudah cukup untuk mengatasi masalah Anda. Sebesar apa pun masalah Anda.

Begitu juga potensi Anda cukup untuk meraih pencapaian tertinggi yang bisa dicapai manusia. Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeda ialah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut. Sejauh mana kita membumikan man jadda wajada dalam hidup Anda.

Tidak Kenal Menyerah

Orang yang memegang prinsip man jadda wajada tidak akan menyerah. Kata menyerah tidak ada dalam kamus hidupnya. Dia akan terus berusaha, dia akan terus mencari jalan, dia akan terus mencari solusi, dia akan terus meningkatkan kemampuannya.

Dia tidak akan mengatakan sudah berusaha, yang ada adalah dia sedang berusaha dan akan terus berusaha. Saat dia mengatakan sudah berusaha, artinya dia sudah berhenti. Berhenti artinya menyerah.

Meski sudah tidak mengetahui lagi apa yang harus dilakukan, dia akan terus mencari cara. Mungkin masih melakukan hal yang sama dengan cara yang lebih baik atau dengan jumlah yang lebih banyak.

Cara Membumikan Man Jadda Wajada

Langkah selanjutnya ialah kita harus membumikan Man Jadda Wajada, bukan hanya pepatah penghias dinding, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita.

  1. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan mengalahkan rasa malas yang menghambat Anda untuk bertindak.
  2. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang ada di depan Anda.
  3. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan berusaha melengkapi apa yang menjadi kekurangan Anda untuk meraih tujuan besar Anda.
  4. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda akan belajar jika Anda belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk meraih sukses.
  5. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan mudah berhenti, terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai Anda menemukan jalan yang tepat.
  6. Jika Anda bersungguh-sungguh, maka Anda tidak akan kalah dengan alasan, justru akan berusaha mengatasi alasan tersebut.

Kunci Kesungguhan

Kunci kesungguhan adalah ikhlas dan shabar.

Menurut Syaikh Mu’min Fathi al-Haddad, dalam Kaifa Takhsya’u fi Shalatika wa tadfa’u min Wasawisika, menyatakan bahwa, keikhlasan tidak akan sempurna tanpa adanya kesungguhan, dan tiada kesungguhan tanpa adanya keikhlasan. Sedangkan kesungguhan dan keikhlasan tidak akan dapat sempurna kecuali dengan kesabaran.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/07/24989/tiada-kemuliaan-tanpa-kesungguhan

Ikhlas adalah niat karena Allah. Jika niat karena Allah maka otomatis harus sungguh-sungguh. Kerja untuk boss atau atasan saja sungguh-sungguh, apalagi untuk Allah. Maka tanamkan dalam hati, bahwa kita berusaha karena dan untuk Allah.

Dan, dalam berusaha itu seringkali menghadapi halangan, cobaan, dan waktu yang lama. Disinilah, keshabaran mutlak diperlukan. Tidak ada kesungguhan tanpa keshabaran.

Jadi membumikan man jadda wajada adalah dengan keshabaran. Prinsip ini tidak akan pernah bisa kita terapkan jika kita tidak memilih keshabaran.

Silahkan ukur diri Anda, sejauh mana Anda membumikan man jadda wajada dalam kehidupan Anda.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.club/
Follow Me

21 Comments

  • Reply a212 June 18, 2010 at 3:55 pm

    Bagus pak motifasinya…….thank artikelnya

  • Reply Si bogel September 19, 2010 at 8:56 am

    Harus bnyk bergerak demi perubahan hdp dlm diri.

  • Reply Lukman October 20, 2010 at 11:04 pm

    Ea artikel motivasinya bagus,
    Q dh buktikn sendiri man jadda wa jada, melalu dalil versi sebelumx, yaitu: man jadda yajid . Artinya = man jadda wa jada, mksh motivasinya

  • Reply Andi December 9, 2010 at 1:40 am

    Thanks atas motivasinya

  • Reply rysal December 27, 2010 at 12:29 pm

    keren um motivasinya,izin copas

  • Reply iriana January 27, 2011 at 10:18 am

    motivasii yang baguss. . .
    sheeb.lahhh

  • Reply Trioo April 22, 2011 at 1:30 am

    Motivasinya mantaf…. Syukron

  • Reply noera2000 May 7, 2011 at 12:06 am

    ijin kopas … info penyemangat yang bagus neh … sukses deh blognya … silahkan bersilaturrahim ke blog saya ….

    • Reply Rahmat Mr. Power May 7, 2011 at 5:42 am

      Silahkan pak. Sepertinya sudah dicopy yah?
      Bapak sudah mencopy artikel kami, bagaimana jika bapak memberikan rujukan berupa link yang bisa diklik?

  • Reply anak smp May 8, 2011 at 6:55 pm

    wah makasi neh, temen kuliahku nanya tentang ini, eh nyari di gogel ketemu artikel ini.
    Makasih ya

  • Reply heru handono May 19, 2011 at 7:18 am

    ‎​♏ªªªªn†ªªªªªp… Syukran pak ats Motivasinya. Ijin kopas agr dpt bermanfaat buat saudara2 qta yg lainnya.

  • Reply zakky May 19, 2011 at 4:12 pm

    Wahrish’ala hifdzil qulubi minal adza, faruju’uha ba’da ttanafuri yash’ub, innal quluba idza tanaafara wudduha, syibhu zzujajati kasruha la yusy’ab
    ini doa apa yah tlong djwab syukron tlong krim ke email pliz 🙂

    • Reply yan September 19, 2012 at 12:39 pm

      jagalah hati dari yg menyakitkan, mengembalikan hati setelah pecah itu sulit, sesunggunhnya hati ketika pecah kasih sayangnya seperti kaca yang sulit disambung lagi…..

  • Reply Fattah (umur 12) August 26, 2012 at 8:53 pm

    Jaga hidup baik baik karena hidup hanya sekali …Manjadda wajadda…

  • Reply Isman October 1, 2012 at 1:49 pm

    Man Jaddah Wa Jaddah pepatah bhs Arab kalau pepatah Jawa apa…? sama dengan ‘… TEMEN TINEMU ‘.

    Jadi kalimat tsb sangat filosofis sekali pd kehidupan ini terutama bagi orang yang merasa ‘hidup’.

  • Reply arif setiawan November 20, 2012 at 4:06 am

    siapa yang bersungguh sungguh maka akan mendapatkannya……
    semangat dalam hal apapun..dan yakin bahwa semua dapat di raih bila kita bersungguh sungguh..

  • Reply Madrasah Aliyah November 24, 2013 at 6:19 am

    man jadda wajada kuncinya

  • Reply Nurul Afifah August 29, 2016 at 8:46 am

    Subhanallah…
    Jangan Menyerah…

    Man jadda wajadda

  • Reply Suparman September 29, 2016 at 10:04 am

    Terima kasih Artikel dan Motivasinya

    Salam sukses untuk semuanya.

  • Reply denis September 29, 2016 at 12:52 pm

    bagus banget…, sangt menginspirasi dan enyadarkan saya

  • Reply Yan March 31, 2018 at 11:26 pm

    Terima kasih atas motivasinya, sungguh sy memerlukan semangat beberapa ide bisnis sy yg mulai tergerak semoga tahun ini atau depan bisa membuahkan hasil yg bagus

  • Leave a Reply

    WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield

    X

    Download eBook Gratis


    Nama Depan :
    Alamat Email :