Bisakah Memakan Sepeda?

1180083_bicycle_parking_2Saya sudah menguji pertanyaan ini pada berbagai seminar atau pelatihan yang saya selenggarakan. Bahkan termasuk saat sedang mengobrol dengan seseorang. Banyak respon yang datang dari pertanyaan ini dan respon tersebut menggambarkan cara berpikir orang tersebut. Bagaimana respon Anda terhadap pertanyaan ini?

Golongan Pertama

Adalah mereka yang langsung mengatakan “tidak mungkin”. Mereka menganggap saya bercanda. Mereka menganggap saya hanya menarik perhatian mereka saja. Ada juga yang menganggap bahwa ini hanya ungkapan saja.

“Sepedanya dari roti pak Rahmat?” tanya salah seorang peserta seminar saya sambil tertawa. Dia adalah termasuk pada golongan ini, karena menganggap saya bercanda. Saya jawab, tidak, ini sepeda beneran. Terbuat dari besi dan bannya terbuat dari karet.

Ada juga yang mempertanyakan makna “memakan”. Mereka menganggap bahwa kata memakan disini hanya kiasan belaka. Kemudian saya jelaskan, bahwa memakan disini dalam artian harfiah: memasukan sepeda ke dalam mulut dan ditelan. Biasanya, setelah mendapatkan penjelasan dari saya, tipe orang golongan pertama ini terdiam.

Golongan pertama ini boleh dibilang orang yang masih tertutup pikirannya. Mereka hanya melihat dengan apa yang mereka ketahui saja. Tanpa memikirkan kemungkinan lain. Tanpa membuka kemungkinan lain. Mereka menganggap bahwa mereka sudah tahu segalanya.

Jika Anda masuk golongan pertama ini, jangan tersinggung. Justru harus bersyukur bahwa sekarang Anda sadar dengan masalah pikiran Anda. Sekarang saatnya Anda untuk meningkatkan cara berpikir Anda.

Cara meningkatkan pola pikir Anda, setidaknya dengan rajin membaca artikel di website ini atau membeli berbagai produk saya. Semuanya dirancang untuk meningkatkan pola pikir Anda. Selain itu, banyak juga produk-produk yang dikeluarkan oleh para motivator lain yang dirancang untuk meningkatkan paradigma Anda.

Golongan Kedua

Adalah orang yang percaya, tetapi mereka bertanya-tanya bagaimana caranya. Ini adalah orang-orang yang memiliki potensi untuk maju dan berkembang. Meski ilmunya belum sampai, namun tipe orang pada golongan kedua sudah memiliki pikiran terbuka. Mereka akan terpacu untuk mencari jawabannya.

Golongan Ketiga

Adalah mereka yang sudah tahu tentang fakta tersebut tetapi tidak mengambil hikmah. Banyak orang yang tahu, bahwa melakukan hal yang luar biasa itu bisa dilakukan oleh manusia. Masalahnya mereka tidak yakin kalau mereka pun mampu menjalaninya. Golongan ketiga ini adalah orang yang tidak percaya diri.

Golongan Keempat

Adalah mereka yang sudah tahu atau termasuk golongan kedua dan mereka memiliki keyakinan bahwa diri mereka pun mampu melakukan hal yang luar biasa. Mereka membuktikannya dengan impian yang besar dan mereka bertindak untuk meraih impian besar tersebut.

Termasuk golongan manakah Anda? Saya harap Anda masuk ke golongan keempat atau setidaknya masuk ke golongan kedua. Jika Anda masih masuk golongan pertama atau ketiga, maka Anda perlu lebih mengintensifkan lagi dalam mengembangkan pola pikir Anda. Anda tidak akan berubah selama Anda tidak mengubah pola pikir Anda dulu.

Ngomong-ngomong, apakah Anda tahu cara memakan sepeda?