Melejitkan Potensi Diri

Berpikir Sebelum Bertindak

633838_personYanti sedang berjalan di sebuah lorong di kampus tempat dia kuliah. Saat itu suasana cukup rame karena bertepatan dengan jam masuk kelas. Tiba-tiba, ada yang menepuk dia dari belakang. Kontan saja, Yanti yang sedang melamun kaget bukan kepalang. Dia memalingkan tubuhnya untuk mencari siapa orang yang menepuk dirinya.

Saat dia membalikkan badan, ada seorang pria di belakangnya. Pria tersebut sedang menoleh ke arah lain. “Kurang ajar, tidak sopan nich cowok.” Pikir Yanti, sambil langsung menampar pria tersebut.

“Aduh, ada apa ini?” kata si pria yang kaget tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak.

“Pura-pura bodoh lagi, emangnya saya cewek murahan?” teriak Yanti. Kontan saja teriakan itu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.

Sementara si pria bengong.

“Apa yang saya lakukan?” kata si pria.

“Masih belum ngaku, kamu? Bukannya minta maaf!” teriak Yanti tanpa memperdulikan orang-orang yang sudah mengerumuninya.

“Suer, saya nggak tau. Saya salah apa?” tanya si pria.

“Dimana ada maling ngaku.” kata yanti tetap dengan nada tinggi.

Salah seorang dari orang-orang yang melihat bertanya kepada Yanti, “Memang apa yang dia lakukan?”

“Tanya saja sama dia!” kata Yanti.

“Dia nggak mau ngaku, kamu aja yang bilang.” kata orang tadi.

“Dia mencolek saya, tapi dia tidak mau mengaku.” tanya Yanti dengan nada galak.

“Hah? Kapan?” tanya pria tadi terlihat kaget.

“Tuh kan, tidak mau ngaku!” kata Yanti sambil cemberut.

“OK, kalau memang saya mencolek kamu, siapa saksinya?” tanya si pria mulai membela diri.

Yanti melihat ke sekeliling mencari yang melihat kejadian tersebut, tetapi tidak seorang pun bicara. Yanti kesal karena tidak ada yang mendukungnya.

“Baiklah, kamu menang sekarang! Tapi awas, kamu jangan dekat-dekat saya lagi.”, ancam Yanti.

“Bagus sekali, karena saya juga tidak mau ditampar sama kamu.” kata si pria sambil langsung pergi.

Kerumunan orang pun bubar.

Keesokan harinya, Yanti bertemu dengan sahabatnya Susi.

“Yan, kemarin ribut-ribut apa?” tanya Susi.

“Saya tampar cowok karena dia mencolek saya.” jawab Yanti.

“Dimana?” lanjut Susi menyelidik.

“Itu di lorong dekat kelas, pas mau jam pelajaran. Dia menepuk pundak saya.” Yanti menjelaskan peristiwanya.

“Astaghfirullah….” kata Susi kaget dan terdiam sebentar dengan wajah merasa bersalah.

Melihat sahabatnya seperti itu, Yanti agak kaget.

“Kenapa Sus?” tanya Yanti.

“Sus…. yang menepuk kamu itu saya. Bukan cowok yang kamu tampar. Saya ngerjain kamu, saya tepuk kamu kemudian langsung sembunyi dan lari. Saya tidak tahu akan berakibat seperti itu.” jelas Susi dengan wajah takut.

Yanti pun terdiam.

Posting Terkait:

  1. Berpikir Kreatif - Berpikir Di Luar Kotak
  2. Sudahkah Anda bertindak?



Tetap semangat dengan membaca artikel Motivasi Islami di ponsel Anda. Gunakan alamat yang sama: http://motivasi-islami.com



Jika menurut Anda posting ini bermanfaat, silahkan untuk nge-link. Lebih etis daripada copy paste. Mudah koq, tinggal copy dan paste kode didalam kotak dibawah ini. (Ctrl+C untuk copy)
Nanti akan nampak seperti: Berpikir Sebelum Bertindak
Terima kasih.



Post Metadata

Date
January 12th, 2010

Author
Rahmat Mr. Power

2 to “Berpikir Sebelum Bertindak”


  1. hakimtea says:

    Kejadian serupa tapi tak sama selalu terjadi seperti ini di sekitar kita. Cerita ini mengajarkan bagaimana kita harus bersikap. Sangat inspiratif sekali pak….

    Dan ternyata baru tahu kalo motivasi-islami.com miliknya pak Rahmat, padahal dulu sekitar tahun awal tahun 2006 saya selalu membaca blog ini dan berlangganan feednya lewat email sampai akhirnya email yg saya pake expired karena jarang dibuka plus lupa lagi passwordnya.



Silahkan berkomentar

Anda mau menambahkan? Atau Ada pertanyaan? Atau apa pendapat Anda tentang posting ini? Silahkan tuliskan pada form dibawah ini, dengan bahasa yang santun, relevan dengan post, dan bukan SPAM. Komentar ini dimoderasi, akan muncul setelah disetujui Admin. Terima kasih.

Send To Twitter

Spam Protection by WP-SpamFree




SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline

Switch to our mobile site