Dampak Dari Sikap Skeptis
Anda pernah mendengar kontes dari jejaring sosial yang bernama VK? Kontes itu berhadiah sebuah iPod senilai Rp 1.700.000. Ada hikmah menarik yang bisa petik dari kontes tersebut yang bisa diterapkan untuk hal lainnya.
Begini… saat kontes itu pertama kali diadakan, hanya sedikit orang yang ikutan kontes. Hal ini disebabkan karena sikap skeptis kebanyakan orang. Banyak orang yang tidak percaya akan mendapatkan iPod dan dianggap hanya penipuan. Sekarang, setelah terbukti benar, barulah orang berbondong-bondong ikutan kontes ini.
Ada teman dari teman saya, mempromosikan kontes ini di sebuah forum terkenal. Banyak orang yang berkomentar negatif dan bahkan menertawakan orang yang mempromosikan kontes ini. Mereka tidak percaya dan menganggap orang yang mengikuti kontes ini bodoh. Sekarang, sudah banyak yang mendapatkan iPod, termasuk saya. Jadi siapa yang bodoh?
Yup… saya setuju. Memang banyak penipuan di internet (di dunia nyata juga). Hanya saja jangan sampai membuat mata kita tertutup, menganggap segala sesuatu penipuan. Akibatnya: kita akan banyak kehilangan peluang.
“Kan harus hati-hati?”
Tentu saja… saya juga hati-hati. Saya hobi membeli ebook atau produk lainnya di internet. Tetapi saya juga hati-hati. Namun kehati-hatian saya ini tidak menghalangi saya untuk membeli ebook atau bergabung dengan berbagai peluang. Kita perlu berhati-hati tetapi bukan berarti harus berburuk sangka kepada semua orang.
Menganggap semua orang penipu sama bodohnya dengan orang yang menganggap semua orang baik. Kita harus bisa menilai seobjektif mungkin. Tetap kritis dan tetapi memiliki pikiran terbuka. Bukan dengan prasangka.
Sikap kritis akan datang memiliki kemauan untuk berpikir secara rasional. Bisa juga dengan cara bertanya dan melakukan riset. Jika ada produk yang menarik atau peluang baru, saya akan bertanya kepada teman atau teman dari teman saya. Jika tidak ada yang tahu, saya melakukan riset. Internet memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan riset.
Hasilnya: saya tetap mendapatkan berbagai peluang dan ilmu baru tanpa banyak kena tipu. Pernah tertipu? Yup, saya pernah tertipu. Tetapi tidak menghentikan saya untuk tetap belajar dan mencari peluang. Penipu memang ada, orang jujur juga ada.
Ngomong-ngomong, mau mencoba ikutan kontes VK? Silahkan daftar disini (sampai 8 Mei 2010). Eh… malah promosi. Kali saja Anda penasaran dan mau iPod. Tidak juga tidak apa-apa. Intinya: Jangan gunakan prasangka, tetapi tetap kritis dan berpikiran terbuka.
Copy Paste artikel ini boleh saja, selama menggunakan etika yaitu dengan cara mencantumkan penulis dan memberikan link balik ke situs ini.




Terimakasih pak.
Berarti benar bahwa sebagian dari prasangka adalah tdk baik.
Lalu, apakah waspada (kehati-hatian) = berprasangka?