| |

Cara Menentukan Prioritas Hidup Agar Lebih Bermakna

Mengapa saya membahas cara menentukan prioritas hidup?

Ini bukan perkara sepele. Sesuatu yang penting harus kita pikirkan. Bagaimana hidup kita bisa bermakna, saat kita sendiri tidak memiliki prioritas dalam hidup.

Prioritas adalah jawaban dari sebuah pertanyaan, “apa yang paling penting bagi hidup saya?”. Sudahkah Anda bertanya itu? Atau melalui hidup, menghabiskan waktu, tanpa memikirkan itu semua?

Lalu, hidup Anda selama ini dilakukan untuk apa?

Cara Menentukan Prioritas Hidup Agar Lebih Bermakna

Tentukan Prioritas Dengan Sengaja Atau Hidup Dalam Bahaya

Seserius itu?

Jika kita tidak menentukan prioritas dengan sengaja, prioritas kita akan dibentuk oleh emosi atau hawa nafsu. Atau prioritas kita akan dibentuk oleh lingkungan. Tanpa sadar kita punya prioritas yang terbentuk dengan sendirinya.

Pertanyaanya adalah, prioritas kita itu akan membawa kita kepada kebaikan atau sebaliknya? Jika kebaikan, alhamdulillah. Jika keburukan? Ini yang bahaya. Anda bisa menghabiskan waktu seumur hidup untuk keburukan.

Yang bahaya adalah disaat kita tidak sadar pula, bahwa prioritas kita adalah prioritas yang membawa keburukan. Rasanya baik-baik saja. Menganggap apa yang kita lakukan adalah kebaikan.

Untuk itu, kita perlu memeriksa prioritas kita. Sudahkah benar-benar sesuai dengan keinginan kita? Atau hanya terbawa arus?

Jika prioritas kita salah, tidak baik, atau tidak cocok dengan keinginan sejati kita, maka secara otomatis pikiran, perasaan, dan tindakan kita pun salah. Kita akan mendapatkan apa yang kita prioritas. Bahaya bukan?

Kegagalan Dalam Karir

Bahaya pertama dalam kesalahan prioritas adalah kegagalan dalam karir. Mulai dari memilih sekolah, perguruan tinggi, dan jurusan. Termasuk dalam memilih karir. Saat tidak sesuai dengan prioritas diri kita sebenarnya, bisa menjadi penyebab kegagalan.

Seringkali, prioritas kita ditentukan oleh teman-teman, keluarga, tren, opini media, dan sebagainya. Dan inilah yang tanpa sadar menjadi acuan kita dalam memilih karir. Termasuk menjadi seorang karyawan, pebisnis, seniman, dan sebagainya.

Menjalani Hidup Yang Tidak Utuh

Yang kedua, saat kita menjalani hidup yang terbawa arus. Atau hidup tidak sesuai dengan prioritas kita yang sebenarnya. Hidup kita akan terasa ada yang kurang.

Ini berlaku baik bagi yang gagal atau sukses dalam karir. Tidak sedikit orang yang sukses dalam karir tetapi serasa hidupnya tidak lengkap.

Kita memang tidak bisa meraih segalanya. Justru karena itu, sebaiknya kita fokuskan kepada apa-apa yang paling penting bagi hidup kita. Bukan justru menghabiskan waktu untuk menjalani hidup yang tidak penting bagi kita.

Celaka Dunia Akhirat

Dan yang paling bahaya adalah saat prioritas hidup kita salah dan membawa celaka dunia akhirat, terutama akhirat. Contohnya gaya hidup hedonis yang lebih memprioritaskan kesenangan dibandingkan ridha Allah.

Bukan tidak boleh mengejar kesenangan dunia, namun jika menjadi prioritas utama hidup kita, ini bahaya. Saat kesenangan menjadi prioritas dan mengalahkan ridha Allah, maka kita akan habiskan waktu hal-hal yang justru menjauhkan kita dari ridha Allah.

Gaya hidup hedonis bukan dominan orang berduit saja. Bukan hanya yang menghabiskan waktu di berbagai tempat maksiat penuh kesenangan saja. Bukan hanya mereka yang menghamburkan uang untuk kesenangan saja.

Hedonis juga bisa menjangkiti orang yang pas-pasan bahkan miskin. Mungkin tidak dengan uang, tetapi menghabiskan waktu (lebih berharga dibanding uang) untuk kesenangan belaka. Banyak kesenangan yang tidak menghabiskan uang, tetapi melalaikan kita.

Step by Step Cara Menentukan Prioritas Hidup

Setelah kita mengetahui bahayanya tidak menentukan prioritas hidup, mari kita bahas bagaimana caranya menentukannya. Dengan sengaja. Dengan benar. Yang akan memberikan makna dalam hidup kita. Dan meraih sukses dunia akhirat.

Berikut adalah 4 langkah cara menentukan prioritas hidup.

Langkah #1: Memahami Tujuan Hidup

Apa sich tujuan hidup kita? Banyak orang mungkin tidak pernah memikirkannya. Dia bangun dari tidur hanya untuk menjalani hidup saja. Tanpa jelas apa yang dia tuju.

Saat ini terjadi, maka secara otomatis tujuan hidupnya akan menuju prioritas yang tanpa sengaja tertanam dalam diri kita. Sebagai contoh, orang yang sudah teracuni hedonis, maka yang dia cari hanyalah kesenangan hidup.

Ada juga yang menghabiskan hidupnya untuk bertahan hidup. Yang penting bisa makan. Maka hidupnya akan habis untuk aktivitas mencari makan. Tidak salah, tetapi hanya itu?

Maka kita perlu merenungi apa sebenarnya tujuan hidup kita. Dan tidak ada yang lebih mengetahui tujuan hidup selain Yang Memberi kita kehidupan. Allah.

Maka bukalah al Quran, apa sich tujuan hidup kita. Pelajari, baca dan itulah yang akan menjadi prioritas utama kita.

Intinya, kita tidak lagi hanya terbawa arus. Namun perlu dengan sengaja. Jika memang membutuhkan aspirasi dan inspirasi, maka lakukan dengan sengaja atau purposely atau deliberated dalam bahasa Inggris.

Langkah #2: Apa Yang Terpenting Bagi Anda?

Pertanyaan terpenting adalah “apa yang terpenting bagi Anda“. Ini harus sudah menjadi pertanyaan harian yang akan memandu jalan hidup Anda sehingga tidak terbawa arus.

Bahkan jika perlu, alokasikan waktu khusus untuk merenungi ini. Banyak orang yang tidak melakukannya. Sehingga mereka terbawa arus.

Banyak orang yang baru sadar apa yang terpenting saat sudah kehilangannya. Tentu kita tidak mau ini terjadi, maka sebelum terlambat, sadari segera. Pikirkan. Ajukan pertanyaan ini dan temukan jawaban.

Saat sudah mengetahui apa yang terpenting, maka Anda akan mudah membuat prioritas hidup Anda.

Langkah #3: Membuka Wawasan Aspirasi

Tanpa sadar, kita sering kali terjebak dengan sumber aspirasi yang biasa kita temui sehari-hari. Akibatnya kita bisa menjadi sempit wawasan. Seperti katak dalam tempurung. Melihat dunia sama seperti yang dilihat orang sekitar kita.

Maka kita akan menjadi bagiannya. Anda akan menjadi seperti rata-rata orang di sekitar Anda. Untuk itu Anda perlu membuka diri untuk memperluas aspirasi Anda.

Setidaknya ada 4 sumber inspirasi yang bisa membuka wawasan Anda yang sudah saya bahas di artikel ini.

Bisa jadi, prioritas hidup Anda bukanlah yang ada di sekitar Anda. Mungkin Anda akan menemukannya setelah membuka wawasan dan justru yang berada diluar. Bukan di sekitar Anda.

Langkah #4: Rumuskan Prioritas Hidup Anda

Jika Anda memiliki jurnal atau buku harian, maka catatlah. Jangan lupa sertakan tanggal kapan Anda merumuskan prioritas hidup Anda.

Prioritas hidup bukanlah hal yang tetap kecuali prioritas ridha Allah. Untuk hal lainnya akan sangat dipengaruhi perkembangan hidup kita. Prioritas sebelum menikah akan berbeda setelah kita menikah, kemudian menua.

Tidak masalah prioritas itu berubah selama kita membuatnya dengan sengaja, paling sesuai dengan diri kita, dan akan memberi makna dalam kehidupan kita.

Mulailah dengan kata-kata: “Yang terpenting dalam hidup saya saat ini adalah …”. Mungkin Anda akan mengulangnya beberapa kali.

Jebakan Prioritas Hidup

Panduan cara menentukan prioritas hidup perlu dilengkapi dengan penjelasan jebakannya agar kita bisa terhindar dari kesalahan yang fatal.

Mendesak VS Penting

Yang sering menjadi jebakan prioritas hidup adalah hal yang mendesak atau urgent. Biasanya berkaitan dengan bertahan hidup. Agar tidak diPHK. Agar bisnis jalan setiap hari.

Yang namanya mendesak atau urgent, tentu harus kita lakukan. Tetapi bukan dijadikan prioritas. Karena yang menjadi prioritas adalah apa yang terpenting, bukan mendesak.

Yang dimaksud jebakan adalah saat pikiran kita hanya fokus pada hal yang mendesak. Misalnya ingin segera punya penghasilan atau membayar utang dan lupa dengan hal terpenting dalam hidup Anda.

Maka kita harus mengambil jalan tengah. Keduanya harus dilakukan dengan manajemen yang tepat. Dan agar keduanya bisa dijalankan, justru yang diprioritaskan adalah yang terpenting dulu. Sebab yang mendesak akan otomatis terjalani juga.

Saya suka dengan analogi batu besar dan pasir yang masuk ke dalam sebuah toples. Hal terpenting adalah batu besar. Hal yang tidak penting, termasuk mendesak adalah kerikil dan pasir. Mana yang duluan dimasukan agar semua masuk?

Ilustrasinya bisa ditonton di video berikut ini (dalam video ini, batu besar diganti lemon):

Yang Penting VS Yang Disukai

Ada sebagian orang lebih memprioritas apa yang disukai. Bolehkah kita melakukan yang disukai? Tentu saja boleh. Namun kita perlu hati-hati.

Saat kita memilih yang disukai ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

  • Apakah yang kita sukai itu diridhai Allah? Jika tidak? Maka prioritas sesungguh akan menentukan disini. Mana yang Anda pilih? Kesukaan atau ridha Allah?
  • Apakah yang kita sukai itu karena kita betah di zona nyaman? Artinya kita perlu mendalami alasan dibalik memilih yang disukai. Jangan sampai hanya sebuah kedok kemalasan kita.

Agar keluar dari jebakan, maka kita perlu benar-benar berpikir akurat. Berpikir akurat hanya bisa kita lakukan jika kita mampu mengendalikan emosi (kecendrungan perasaan). Emosi akan membuat kita berpikir bias.

Sering kali kita merasa berpikir, padahal sedang mencari pembenaran kecendrungan kita. Karena kita memprioritaskan apa yang kita suka, maka kita berpikir mencari pembenaran atas apa yang kita pilih.

Betul sekali, cara menentukan prioritas hidup bisa sangat di pengaruhi oleh emosi kita, sehingga lebih memilih apa yang disukai ketimbang yang terpenting.

Kesimpulan

Saatnya kita mengubah hidup lebih bermakna dengan memprioritas apa yang terpenting dalam hidup kita. Jangan sampai kita menjalani hidup dalam kegagalan, kehampaan, dan celaka dunia akhirat.

Kita perlu menyadari akan prioritas hidup kita. Tidak hanya terbawa arus. Tidak hanya sebatas apa kita ketahui. Perluas wawasan, perbanyak sumber, dan temukan prioritas yang sesungguhnya.

Dan hati-hati akan jebakan prioritas Anda.

Demikian cara menentukan prioritas hidup semoga bermanfaat.


Kunjungi Juga:

Mau Umroh? Meski Anda Tidak Punya Uang dan Belum Siap?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WordPress Anti Spam by WP-SpamShield