Melejitkan Potensi Diri

Dapatkan: Inspirasi harian dan update artikel terbaru via email. Plus 2 eBook Gratis!
Nama:
Email:

Hati-hati dengan Ucapan

Ada seorang pria, sudah puluhan tahun tidak pernah melakukan hal yang rumit. Alasannya karena dia merasa jari-jarinya kikuk karena ukurannya pendek-pendek. Dia adalah tipe orang yang memiliki jari pendek-pendek. Dia merasa kalau tidak akan pernah terampil seperti orang lain karena jarinya yang seperti itu. Keyakinan ini dimulai saat orang tuanya mengatakan kalau dia tidak akan pernah terampil. Begitu juga dengan istrinya setelah dia menikah. Istrinya bahkan harus membayar orang hanya untuk memasang sangkar burung di rumahnya.

Hal ini terjadi selama puluhan tahun. Bayangkan mulai dia lahir sampai dia menikah, dia tidak pernah mengerjakan sesuatu yang rumit. Bahkan dia dikenal sebagai seorang yang justru suka merusak barang-barang yang ada di rumah. Saat berhubungan dengan pekerjaan tangan, dia hanya menjadi bahan ejekan dan bahan tertawaan keluarga dan teman-temannya.

Sampai suatu saat, dia bertemu dengan salah seorang ahli pengembangan diri. Kemudian dia diajarkan suatu teknik* tertentu. Setelah beberapa bulan kemudian, dia datang kepada ahli pengembangan diri tersebut dengan membawa sebuah miniatur kapal yang sangat rumit. Dia memberikannya sebagai hadiah kepada ahli pengembangan diri yang telah membuka suatu “hambatan” yang menghambat dia berkarya selama puluhan tahun. Miniatur kapal yang sangat rumit itu dibuat sendiri oleh pria itu.

Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah nyata diatas:

  1. Jika Anda tidak bisa saat ini, bukan berarti tidak bisa selamanya.
  2. Sering kali yang yang membuat kita tetap tidak bisa adalah masalah mental.
  3. Perkataan, terutama dari orang yang memiliki otoritas sangat mempengerahui seseorang. Jadi hati-hati dengan perkataan Anda baik terhadap teman, keluarga, maupun diri sendiri.

Sayangnya, yang sering terjadi justru banyak orang yang perkataannya menghancurkan kepercayaan diri orang lain:

  • Saat orang lain berhasil atau berprestasi, yang dilihat malah kekurangannya. “Bagus sich, tapi…”
  • Atau menunjukan ketidak percayaannya. Misalnya saat seorang anak berhasil mendapatkan uang dari berdagang, orang tuanya bertanya, “Kamu mencuri uang dari mana?”
  • Justru, saat orang lain melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan, dia memperkuatnya dengan mengatakan, “Kamu memang tidak becus!”

Please, terutama kepada anak Anda, dimana Anda memiliki otoritas tinggi, perkataan Anda bisa membentuk mental anak Anda. Hati-hati dengan ucapan.

*PS: teknik yang diajarkan kepada pria diatas akan dibahas pada produk Percaya Diri yang akan diluncurkan segera.

Posting Terkait:

  1. Hati-hati Di Jalan!
  2. Hati-hati Hipnotis!



Tetap semangat dengan membaca artikel Motivasi Islami di ponsel Anda. Gunakan alamat yang sama: http://motivasi-islami.com



Jika menurut Anda posting ini bermanfaat, silahkan untuk nge-link. Lebih etis daripada copy paste. Mudah koq, tinggal copy dan paste kode didalam kotak dibawah ini. (Ctrl+C untuk copy)
Nanti akan nampak seperti: Hati-hati dengan Ucapan
Terima kasih.



Post Metadata

Date
January 23rd, 2009

Author
Rahmat Mr. Power

Category

1 to “Hati-hati dengan Ucapan”


  1. yayu says:

    berikan motivasi buat orang2 tercinta pada saat mereka butuh, bukan malah menekan semangatnya dengan kalimat pesimis



Silahkan berkomentar

Anda mau menambahkan? Atau Ada pertanyaan? Atau apa pendapat Anda tentang posting ini? Silahkan tuliskan pada form dibawah ini, dengan bahasa yang santun, relevan dengan post, dan bukan SPAM. Komentar ini dimoderasi, akan muncul setelah disetujui Admin. Terima kasih.

Send To Twitter

Spam Protection by WP-SpamFree




SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline Switch to our mobile site