Mempertahankan Motivasi


Dalam perjalanan ke luar kota, seorang ustadz meminta supirnya untuk mencuci mobil di uatu tempat peristirahatan. Dengan enteng supirnya menjawab,

“Tidak usah ustadz, nanti juga kotor lagi.”

Sang Ustadz tidak menjawab, dia hanya tersenyum menanggapi jawaban supirnya. Namun, ternyata ada sebuah rencana besar yang memberikan hikmah baik kepada si supir maupun kepada kita.

Sampai pada waktu makan, Ustadz dan rombongannya masuk ke sebuah rumah makan, tidak terkecuali supir. Ustadz ini memang tidak membeda-bedakan orang, dia selalu memperlakukan supirnya dengan baik, dengan cara makan dan tidur di tempat yang sama atau setara dengannya.

Saat si supir akan mengambil nasi, piringnya di ambil oleh ustadz. Supir pun kaget.

“Mengapa ustadz? Saya tidak boleh makan?” tanya supir keheranan.

“Betul, kamu tidak usah makan.” kata ustadz dengan tenangnya.

“Mengapa ustadz? Saya kan lapar juga.” katanya bertanya-tanya.

“Tidak usah makan, nanti juga lapar lagi!” kata ustadz.

Si supir tertegun. Kemudian dia sadar. Sambil tertawa dia berkata,

“OK dech, setelah makan nanti saya cuci mobilnya.”

Ini adalah cerita nyata yang disampaikan ustadz itu sendiri belasan tahun yang lalu. Sebuah cerita yang penuh hikmah. Semoga cerita ini memberikan jawaban kepada orang yang mengeluh karena setelah mengikuti pelatihan motivasi, motivasinya turun lagi. Katanya, buat apa ikut pelatihan motivasi karena tidak bertahan lama.

Setelah kita menge-charge handphone kita, nanti banterenya akan habis lagi. Apakah menjadi alasan kita tidak menge-charge HP kita? Setelah tidur kita ngantuk lagi, apakah kita tidak perlu tidur? Setelah mandi kita akan kotor lagi, apakah kita tidak perlu mandi? Bahkan dalam masalah keimanan ada istilah futur, apakah kita tidak usah mempertebal iman kita?

Begitu juga, apakah kita tidak perlu mencari nafkah karena uang kita akan habis lagi? Sahabat, habis dan berkurang adalah suatu realita, justru itulah kita perlu mengisi dan mengisi lagi. Kotor adalah suat realita, oleh karena itu kita perlu membersihkannya secara terus menerus. Begitu juga motivasi itu akan turun atau berkurang, oleh karena itu kita perlu menyegarkan motivasi kita lagi.

Ikuti pelatihan atau seminar motivasi setidaknya 2 kali dalam setahun. Bacalah buku atau ebook motivasi setidaknya 1 buku/ebook per bulan. Kemudian Anda bisa bisa melakukan aktivitas harian yaitu mensyukuri nikmat, merenungkan hikmah, membaca artikel, dan berkumpul dengan orang-orang positif.

Semua cara ini bisa efektif jika kita sudah membuka belenggu yang ada di dalam pikiran kita. Menghilangkan luka emosi dan menerapkan sistem manajemen diri. Semuanya sudah dijelaskan dengan lengkap pada ebook Motivasi Diri: Melaju Kencang Menuju Impian.





Jika menurut Anda posting ini bermanfaat, silahkan untuk nge-link. Lebih etis daripada copy paste. Mudah koq, tinggal copy dan paste kode didalam kotak dibawah ini. (Ctrl+C untuk copy)
Nanti akan nampak seperti: Mempertahankan Motivasi
Terima kasih.

  • Abu Fadl
    Nov 11th, 2008 at 13:02 | #1

    Ya ada yang menarik dalam kehidupan ini, bahwa segala sesuatunya ada waktu dan masanya. saya teringat nasyid ahmed bukhatir ” decide which now do not delay”. yang seharusnya menginspirasikan segala-galanya untuk di upayakan atas dasar ketepatan dan usaha yang optimal. karena semuanya bisa hilang bahkan iman sekalipun.

  • De Mila
    Nov 12th, 2008 at 03:01 | #2

    Saat ini saya sering mengalami futur untuk kuliah tapi saya sangat semangat ketika harus terjun di organisasi yang saya geluti. bahkan saya merasa nyaman berada di organisasi dan sebaliknya saya merasa tidak nyaman ketika harus kuliah, padahal saya juga sadar tujuan saya masuk universitas yaitu untuk kuliah bukan untuk berorganisasi. itu semua di karenakan di organisasi itu banyak orang-orang yang memberi saya semangat tetapi di bangku kuliah ??? orang-orangnya cuek-cuek, masing-masing gitu. jadi, sekarang saya lebih menikmati mencari ilmu di organisasi toh, organisasi saya di bingkai oleh syariat Islam. ingin tau organisasi apa ?
    yaitu KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA……

  • Nov 16th, 2008 at 15:11 | #3

    saat sayanulis ini saya baru pulang dari sebuah pelatihan, memang terasa pada awal-awal setelah pelatihan ruhani dan ghirah saya tinggi tapi biasanya dalam jangka waktu satu atau dua minggu ghirah itu biasanya turun, tapi biasanya saya charger lagi dengan pertemuan2 mingguan atau berkumpul dengan orang-orang shaleh yang selalu memberikan ilmu2 yang bermanfaat soal pelajaran kehidupan kepada saya.

  • Nov 20th, 2008 at 17:34 | #4

    thanx. bagus sekali untuk bahan renungan.

  • zainun
    Nov 24th, 2008 at 18:25 | #5

    sangat menggugah inspirasi, thanks

  • indira
    Dec 10th, 2008 at 04:01 | #6

    saya seorang ibu dari 3 anak yang karena suatu tugas u menyelesaikan phd, saya harus berada di jepang selama 4 bulan. Ini kali pertama saya harus berpisah lama dengan keluarga..kalau bukan karena dorongan suami dan anak2 terasa tidak ada kuat melangkah di sini. Itulah kekuatan mimpi..mimpi2 saya akan kemajuan umat yang terus saya pompakan sehingga saya bisa bangun setiap pagi hari dengan semangat baru..dengan izin Allah tiada yang tidak mungkin.

  • tbyudi
    Dec 23rd, 2008 at 22:44 | #7

    benar sekali apa yang ada dalam tulisan ini, kadangkala setelah kita memgikuti pelatihan semangat kita menggebu-gebu tapi dengan berjalannya waktu akan menurun kembali, dengan tip yang diberikan sangat membantu untuk tetap mempertahankan motivasi kita.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Spam Protection by WP-SpamFree