March 15, 2010
 


Berpikir Kreatif – Berpikir Di Luar Kotak

Berpikir di luar kotak adalah satu sikap yang akan menumbuhkan kreativitas dalam diri kita. Sering kali, saat kita mentok mendapatkan ide kreatif karena kita belum berpikir di luar kotak. Banyak yang mengatakan, untuk mendapatkan ide cemerlang atau gagasan terobosan, kita harus berpikir di luar kotak. Apa itu berpikir di luar kotak? Dan bagaimana hubungannya dengan berpikir kreatif?

Jika kita ingin memahami apa itu yang disebut dengan “berpikir di luar kotak“, langkah pertama ialah kita harus mengerti, apa yang dimaksud dengan “kotak”. Kotak adalah suatu batasan tiga dimensi. Kiri, kanan, atas, bawah, depan, dan belang dibatasi oleh suatu batas yang tidak bisa kita tembus. Berpikir di dalam kotak berarti kita kita berpikir dalam batasan-batasan tertentu. Kabar baiknya, batasan tersebut adalah Anda yang membuatnya (meski pun tidak secara sadar). Karena Anda yang membuat batasan tersebut, maka Anda pun bisa menghilangkan batasan tersebut. Sekali Anda mampu menghilangkan batasan tersebut, maka Anda sudah disebut berpikir di luar kotak, atau Anda sudah berpikir kreatif.

Batasan tersebut ialah asumsi yang Anda buat sendiri. Anda harus menghilangkan asumsi-asumsi terlebih dahulu jika Anda ingin lebih lepas dalam bepikir kreatif. Batasan tersebut juga bisa disebut dengan penilaian. Seringkali kita membatasi pikiran kita dengan ide atau gagasan yang baik atau buruk. Anda harus menghilangkan terlebih dahulu penilaian terhadap ide atau gagasan yang Anda buat. Jika Anda menyumbat aliran berpikir Anda dengan penilaian, maka bukan hanya gagasan jelek yang akan terhambat, tetapi juga gagasan baik akan ikut terhambat. Jadi salah satu teknik berpikir kreatif adalah menghilangkan penilaian terlebih dahulu.

Bukan berarti semua ide itu baik. Bisa saja ide tersebut tidak baik, terutama menurut penilaian agama. Namun penilaian ini bisa Anda lakukan setelah proses berpikir kreatif dan sebelum implementasi. Bukan saat Anda berpikir kreatif. Ini juga sebagai bantahan kepada yang mengatakan bahwa agama menghambat kreativitas, tidak sama sekali, agama mencegah kita dalam mengimplemenasikan ide yang dilarang oleh agama. Agama, sama sekali tidak membatasi Anda dalam berpikir kreatif.

Biarkan berpikir kreatif terjadi secara otomatis, tidak usah Anda atur dalam mengeluarkan ide. Jika pola pikir Anda sudah positif, secara otomatis anda akan mengeluarkan ide-ide positif juga. Jadi kita tidak perlu khawatir akan keluar ide-ide yang tidak baik. Bisa jadi, saat kita mengeluarkan ide yang kurang baik, kita hanya perlu memolesnya lagi agar menjadi ide yang baik. Namun proses pemolesan ini juga dilakukan setelah proses berpikir kreatif.

Jadi hilangkan batasan-batasan yang membelenggu Anda. Kalau pun ada batasan yang ingin Anda pegang, hanyalah batasan agama. Dengan demikian Anda akan mampu berpikir di luar kotak. Anda akan menjadi orang yang berpikir kreatif atau Anda akan menjadi orang kreatif. Memang perlu kreativitas dalam hidup ini? Silahkan baca pada artikel yang membahas pentingnya kreativitas disini.

Sebagai latihan, silahkan jawab pertanyaan berikut pada form komentar,

Benda apa yang bisa disimpan di ruang tamu, di kamar tidur, di ruang makan, di dapur, di runag kerja, di kamar mandi, di dalam lemari, di dalam kulkas, dan di kolong ranjang?

Silahkan jawab. Saya akan memberikan jawaban saya setelah ada 20 jawaban dari pembaca. Saya tunggu.

Kata kunci berdasarkan pencarian:

[berpikir kreatif, berpikir di luar kotak, berpikir kreatif adalah]

Tags: Berpikir Kreatifheadlinekreatifkreativitas

Jika Anda Adalah Orang Yang Ingin Berubah menjadi percaya diri dalam 21 hari, sehingga lebih banyak peluang yang bisa Anda raih... klik disini

16 Responses to “Berpikir Kreatif – Berpikir Di Luar Kotak”

  1. Rony Prasetya says:

    Ya bisa sikat gigi,piring,buku,sepeda,..dsb alias semua bisa masuk asal kita mau dan mengerti manfaat plus risikonya…sepertinya semua bisa masuk dan perlu kemasan sesuai kondisinya

  2. Rony Prasetya says:

    Saya usul kalo bisa judul topik :
    Hidup Kaya,Mati Masuk Surga.
    Bahasannya pasti seru sepertinya.

  3. maznunu says:

    Alkhamdulillah, bagus untuk penyegaran atas kesibukan kita.

  4. Srijusninur says:

    Benda yang biasa disimpan diruang tamu adalah vas bunga, dikamar tidur, selimut. Diruang makan disimpan serbet, perlengkapan masak biasa disimpan di dapur. Biasanya diruang kerja disimpan alat tulis, sabun mandi disimpan dikamar mandi. Dilemari, baju disimpan disana. Sayuran mentah disimpannya dikulkas dan biasanya obat nyamuk.

  5. ajeng says:

    Sangat bermanfaat,Jazakillah…

  6. Sangat bermanfaat.. mudah2an dengan artikel yang pak rahmat tulis, saya bisa menjadi orang yang kreatif..

    Btw ada blog bagus berisi hadist-hadist dzikir dan sufi. alamatnya di http://hudaya-organization.blogspot.com

  7. El Nino says:

    Wah.. artikel ini sangat mengena sekali Pak, jd memang kita harus mencoba mulai melangkah ke zona berani ya Pak kalau ingin maju?

    Karena kalau kita dalam zona nyaman saja ya statis saja hidup ini.. betul gak pak? hehehehe

  8. Rasiyam says:

    Nama benda tersebut bisa apa saja tetapi benda yang dapat disimpan di tempat yang disebutkan di atas, menurut pendapat saya adalah benda yang sesuai pada tempat yang tepat ditempatnya. Ini jawaban saya. Terima kasih, Rasiyam Hidayat.

  9. putri fokus diamond says:

    keramik pak.kalo pengen tau kenapa? silahkan email ke saya di tiens_bwi@yahoo.com karena di alasan saya menjawab keramik ada gambar dan data yang mau ditunjukin.insyaallah memuaskan

  10. ani says:

    terima kasih atas motivasinya, benda yang bisa di simpan apa yang terlintas dipikiran saat membaca pertanyaan diatas. :)

  11. Wib says:

    Benar Pak, sekali kita menjadi “Tokek dalam kotak” (analogi dari katak dalam tempurung :-) ), maka kita tak akan pernah mampu menemukan gagasan2 baru alias tidak pernah mampu jadi kreatif. Kreatifitas pada umumnya mencakup keberanian melewati batas2 wilayah, begitu kan Pak? BTW, ada banyak inspirasi di sekitar kita untuk menggugah kreatifitas, termasuk di sini (numpang “jalan” ke “rumah pikiran” saya, ya Pak? :-) ) Terima kasih.

  12. we-i says:

    hmm.. kalau menurut saya, benda itu lebih berbentuk kepribadian dan pemikiran kita. Jadi, pribadi dan pemikiran kita ada di setiap tempat, terefleksikan baik di ruang tamu, di kamar tidur, di ruang makan, di dapur, di runag kerja, di kamar mandi, di dalam lemari, di dalam kulkas, maupun di kolong ranjang.

  13. syawal says:

    semua benda bisa disimpan ditempat itu pak….

  14. namo says:

    menurut pendapat saya adalah “SIKAP KITA”…

  15. tyo says:

    air dalam botol

  16. st_30 says:

    menurut saya benda yang dapat dimasukkan ke dalam di ruang tamu, di kamar tidur, di ruang makan, di dapur, di runag kerja, di kamar mandi, di dalam lemari, di dalam kulkas, dan di kolong ranjang adalah BENDA YANG DIBUAT BERDASARKAN TEMPATNYA…

  17. st_30 says:

    menurut saya benda yang dapat dimasukkan ke dalam di ruang tamu, di kamar tidur, di ruang makan, di dapur, di runag kerja, di kamar mandi, di dalam lemari, di dalam kulkas, dan di kolong ranjang adalah BENDA YANG DIBUAT BERDASARKAN TEMPATNYA…

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree