Manajemen Waktu

Perlukah Rencana Itu?

January 8, 2010
(Last Updated On: July 20, 2010)

rencanaSetelah saya banyak belajar dari berbagai guru, buku, pelatihan, maupun seminar, saya menemukan dua pendapat berkaitan dengan rencana. Ada yang mengatakan tidak perlu rencana ada juga yang mengharuskan memiliki rencana. Mana yang benar?

Sebelum kita membahas mana yang benar, mari kita lihat lebih jauh latar belakang kedua pendapat ini muncul. Pendapat pertama yang mengatakan tidak perlu rencana, didasari oleh kanyataan banyak orang yang sibuk membuat rencana tetapi apa yang direncanakan tidak kunjung dilakukan. Dari sini mereka mengambil kesimpulan bahwa rencana hanya menghambat tindakan.

Mengapa hal ini terjadi? Hal ini terjadi karena mereka terjebak dalam sebuah pemikiran bahwa rencana itu harus sempurna. Semuanya harus ada dan lengkap sampai detil-detilnya baru mengambil tindakan. Sayangnya untuk membuat sebuah rencana yang sempurna akan sulit sekali. Kecuali Anda sudah sangat berpengalaman, membuat rencana sempurna akan memakan waktu bahkan Anda bisa gagal justru pada tahap pembuatan rencana.

Pendapat kedua mengatakan kita harus memiliki rencana. Kenapa? Mungkin melihat kenyataan pula, bahwa banyak orang yang langsung bertindak ternyata langkah-langkah yang diambil salah sehingga menimbulkan kerugian dan kegagalan. Sehingga diambil kesimpulan bahwa tindakan tanpa rencana sangat beresiko.

Dari kedua pendapat ini saya bisa mengambil benang merah. Yang pertama tidak perlu membuat rencana yang sempurna dan yang kedua jangan bertindak asal-asalan. Artinya kita tetap perlu memiliki rencana yang benar tetapi tidak perlu sempurna.

Apa perbedaan rencana yang benar dengan rencana yang sempurna?

Keduanya memiliki kesamaan agar apa yang kita tuju bisa tercapai. Perbedaanya ialah rencana yang sempurna biasanya mengharuskan semua sudah ada atau sudah siap, sementara rencana yang benar adalah sebuah rencana yang bisa dimulai dengan apa yang ada, tetapi tetap mengarah ke tujuan.

Rencana yang benar bisa juga hanya melihat rencana besarnya (garis besarnya) saja. Hal-hal detil bisa didapatkan saat dalam perjalanan nanti. Yang penting kita sudah punya arah yang benar, maka langsung saja mengambil tindakan apa yang bisa kita lakukan tanpa menunggu rencana yang sempurna sampai ke detil-detilnya. Jika Anda menunggu rencana sempurna, sering kali kita malah tidak bertindak juga.

Jadi buatlah rencana yang benar, yaitu rencana besar (top level plan) dan mulailah bertindak mulai dari apa yang bisa Anda lakukan sekarang. Rencana adalah jembatan menuju tujuan Anda.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.club/
Follow Me

Latest posts by Rahmat Mr. Power (see all)

6 Comments

  • Reply kangtris January 8, 2010 at 10:45 am

    rencana itu perlu dan penting, ketika rencana menjadi sebuah arahan dan acuan, namun bukan berarti rencana untuk membelenggu kita…

  • Reply Hangga Nuarta January 9, 2010 at 7:08 am

    Saya setuju dengan Anda Mr. Power… Buat top level plan.. Yang juga diikuti dengan top level actions… 😀

  • Reply Akar January 10, 2010 at 9:53 am

    Saya setuju dengan kesimpulan pak Rahmat, rencana itu penting. Mungkin jika ingin membahas secara detail harus masuk dalam dua sisi, yaitu sisi organisasi dan individu.

    Namun secara umum, hal yg didapat dari perencanaan adalah focus akan target yg ingin dicapai, memahami apa yang telah kita punya (knowledge & capital saat ini ), mengidentifikasi kekurangannya dan melakukan perubahan untuk itu.
    Dalam ruang lingkup organisasi, ada 2 hal besar yang terkait dlm perencanaan, yaitu :
    – Pertama adl Strategic plan, yaitu perencanaan strategis, setidaknya focus akan target 3 – 5 tahun kedepan. Dan hal ini akan menjadi ketetapan para CEO atau Top Level.
    – Kedua adl Strategic Execution. Banyak corporasi yang telah mematangkan strategic plannya, namun gagal dalam mencapai terget yang telah ditetapkan, hal ini disebabkan karena kelemahan strategic executionnya.
    Titik berat dalam strategic executiion terletak pada 3 point, yaitu People, Process and Technology (PPT). Ketiga point inilah yang akan mengidentifikasi semua target dan mendefinisikan strategic plan kedalam milestone atau rencana2 jangka pendek division hingga individu. Setiap target yang ditetapkan dalam milestone adalah merupakan KPI dalam pencapaian target utamanya.

    Secara syariat, jaminan dan percepatan pencapaian target akan bertumpu pada intangible asset perusahaan, yaitu system, dimana saat ini orang mengenal dengan nama Enterprise Resource Plan (ERP) yaitu suatu system yang mampu menghandle atau meng-execute project dari hulu hingga hilir secara integrated. ERP sendiri pada awalnya adalah suatu perencanaan.

    Semua kesiapan diatas adalah suatu kewajiban atas suatu perencanaan, dengan demikian apapun yang kita inginkan menjadi suatu yang objective untuk diraih, artinya kita tidak panjang angan-angan dalam mengelola hidup. Allah pun telah memberikan statement dalam Al Qura’an agar kita tidak panjang angan-angan.

  • Reply ratih January 15, 2010 at 10:36 pm

    setuju kalau sesuatu perlu direncanakan meski tidak sempurna, namanya aja rencana, jadi masih fleksibel sifatnya..

  • Reply Andrey Heriyanto February 3, 2010 at 2:10 pm

    Saya setuju dengsn pndapat anda Mr.Power,dalam hal ini rencana penting sekali karena akan menjadi pedoman dalam kita melangkah kedepan, tidak asal jalan melainkan sudah dipertimbangkan dulu dengan baik sesuai dengan keadaan potensi kita dan peluang yang ada didepan. Rencana itu mestinya dibuat dalam beberapa tahapan (jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangnya)Rencana jangka pendek kalau bisa dibuat dengan rinci, dengan mempertimbangkan segala potensi awal kita dengan tujuan pencapaian yang mudah dulu. Rencana jangka menengah dan panjangnya untuk sementara dibuat scara global,kemudian sambil jalan disempurkan sesuai dengan temuan2 pada tahap di bwahnya..

  • Reply muh. dahlan February 17, 2010 at 2:07 pm

    Gagal membuat rencana, kurang lebih sama dengan merencanakan kegagalan.

  • Leave a Reply

    WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield

    X

    Download eBook Gratis


    Nama Depan :
    Alamat Email :