Komitmen Kunci Sukses Rahasia Anda Meraih Semua Impian
Seringkali kita bertanya, apa sebenarnya pendorong utama di balik setiap kesuksesan besar? Jawabannya bukan sekadar bakat atau keberuntungan, melainkan sebuah kekuatan fundamental yang disebut komitmen. Artikel ini akan membuka wawasan Anda tentang arti komitmen yang sesungguhnya, mengapa ia menjadi kunci keberhasilan, serta langkah praktis untuk membangun dan memegang komitmen teguh yang akan mengubah setiap impian menjadi kenyataan.

Pernahkah Anda mendengar bahwa komitmen adalah kunci sukses? Pertanyaan ini seringkali terngiang dalam benak kita, terutama saat menghadapi tantangan atau mengejar impian. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan komitmen? Dan bagaimana perannya yang esensial dalam meraih sukses yang sesungguhnya? Mari kita selami lebih dalam tentang konsep fundamental ini.
Mengapa Komitmen Kunci Sukses? Memahami Arti Komitmen
Pada intinya, definisi komitmen adalah sebuah keterikatan kuat, perjanjian teguh, atau keterlibatan penuh untuk melakukan sesuatu atau mencapai suatu tujuan. Ini adalah janji yang diberikan kepada diri sendiri atau orang lain, yang mewujud dalam tindakan nyata, bukan hanya sekadar ucapan atau tulisan. Ketika seseorang memiliki keinginan untuk sukses, secara otomatis ia sudah menanamkan bibit komitmen menuju sukses dalam dirinya. Komitmen inilah yang akan mendorong individu untuk melakukan segala sesuatu agar keberhasilan bisa diraih.
Tanpa komitmen, keinginan untuk sukses hanyalah angan-angan belaka, sebuah ide tanpa daya penggerak. Arti komitmen lebih dalam dari sekadar niat; ia adalah fondasi tindakan. Tanpa tindakan, tidak akan ada keberhasilan. Oleh karena itu, menegaskan bahwa komitmen kunci sukses bukanlah klaim yang berlebihan, melainkan sebuah kebenaran fundamental dalam perjalanan menuju pencapaian apa pun.
Sungguh ironis jika seseorang telah memiliki tujuan yang jelas, namun tidak memiliki janji komitmen untuk melakukan segala upaya demi terwujudnya apa yang dia inginkan. Komitmen menciptakan jembatan antara aspirasi dan realisasi.
Mari kita lihat komitmen dalam berbagai konteks kehidupan:
- Komitmen dalam Pernikahan: Ini adalah janji setia dan tindakan berkelanjutan agar ikatan pernikahan itu terus bertahan dan berkembang, sehingga terwujudnya visi dan misi bersama antara suami dan istri.
- Komitmen dalam Meraih Sukses: Ini adalah janji komitmen untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan, menghadapi setiap tantangan, dan terus beradaptasi demi meraih sukses tersebut. Ini mencakup tindakan berkomitmen untuk terus belajar, berusaha, dan pantang menyerah.
- Komitmen Kerja: Ini adalah keterikatan komitmen yang mengharuskan seorang karyawan untuk melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Inilah yang dimaksud dengan Komitmen: sebuah kekuatan pendorong yang tak tergoyahkan.
Pentingnya Komitmen dalam Meraih Keberhasilan
Pentingnya komitmen tidak bisa dilebih-lebihkan. Dalam setiap bidang kehidupan, mulai dari pencapaian pribadi hingga kesuksesan profesional, komitmen bertindak sebagai jangkar yang menjaga kita tetap pada jalur. Komitmen adalah sumber daya internal yang tak terbatas, yang mendorong kita maju bahkan ketika motivasi eksternal berkurang. Sebuah riset yang dipublikasikan di Harvard Business Review menyoroti bagaimana komitmen, baik dari individu maupun tim, secara langsung berkorelasi dengan peningkatan produktivitas, inovasi, dan keberhasilan proyek.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa komitmen memegang peran vital:
1. Pendorong Tindakan Nyata dan Konsistensi
Komitmen mengubah niat menjadi tindakan. Tanpa prinsip komitmen yang kuat, banyak ide bagus akan tetap menjadi ide. Komitmen memaksa kita untuk bergerak, memulai, dan yang lebih penting, untuk terus melanjutkan. Ini menumbuhkan konsistensi, sebuah sifat yang krusial untuk mencapai tujuan dengan komitmen. Tindakan kecil yang konsisten, berkat komitmen, akan menumpuk menjadi kemajuan besar seiring waktu.
2. Sumber Ketahanan dan Kegigihan
Perjalanan menuju sukses tidak pernah mulus. Akan ada rintangan, kemunduran, dan kegagalan. Di sinilah kekuatan komitmen menunjukkan diri. Komitmen yang mendalam memungkinkan kita untuk bangkit kembali setelah jatuh, untuk terus mencoba meskipun menghadapi penolakan, dan untuk belajar dari kesalahan alih-alih menyerah. Ini adalah fondasi dari ketahanan mental yang diperlukan untuk mengatasi setiap badai.
3. Membangun Fokus dan Menghindari Distraksi
Di dunia yang penuh distraksi seperti sekarang, menjaga fokus adalah tantangan tersendiri. Komitmen bertindak sebagai filter, membantu kita membedakan antara hal yang penting dan hal yang tidak. Dengan keterikatan komitmen pada tujuan, kita cenderung menolak godaan yang dapat mengalihkan perhatian dan energi kita dari jalur utama. Ini memungkinkan alokasi sumber daya—waktu, energi, dan perhatian—secara efisien menuju pencapaian tujuan.
4. Meningkatkan Kredibilitas dan Kepercayaan Diri
Ketika kita berkomitmen dan menepati janji, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, kredibilitas kita meningkat. Orang lain akan melihat kita sebagai pribadi yang bisa diandalkan. Lebih dari itu, memenuhi komitmen, bahkan yang kecil sekalipun, akan membangun kepercayaan diri yang kuat, menciptakan motivasi komitmen internal yang berkelanjutan. Keyakinan pada kemampuan diri sendiri untuk menepati janji adalah fondasi penting untuk mengambil tantangan yang lebih besar.
Manfaat Komitmen yang Teguh dalam Hidup
Memiliki komitmen dalam hidup yang kuat membawa serangkaian manfaat komitmen yang melampaui sekadar pencapaian tujuan. Ini membentuk karakter, memperkaya pengalaman hidup, dan membangun fondasi untuk kebahagiaan yang berkelanjutan. Sebuah studi di bidang psikologi menunjukkan bahwa individu yang memiliki komitmen kuat terhadap tujuan cenderung melaporkan tingkat kesejahteraan dan kepuasan hidup yang lebih tinggi.
1. Pencapaian Tujuan yang Lebih Besar
Ini adalah manfaat paling jelas. Dengan komitmen, kita akan lebih mungkin mencapai tujuan dengan komitmen, bahkan yang paling ambisius sekalipun. Komitmen memaksa kita untuk menetapkan target yang jelas, membuat rencana, dan secara konsisten bekerja menuju tujuan tersebut.
2. Peningkatan Kualitas Hidup
Hidup yang penuh komitmen seringkali berarti hidup yang lebih terstruktur dan bermakna. Ketika kita membangun komitmen diri untuk menjalani hidup yang lebih baik, kita cenderung membuat pilihan yang lebih sehat, mengembangkan keterampilan baru, dan mengejar minat yang memperkaya jiwa. Hal ini secara langsung meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
3. Hubungan yang Lebih Kuat dan Mendalam
Komitmen adalah pilar utama dalam setiap hubungan yang sehat, baik itu persahabatan, keluarga, atau romantis. Dengan komitmen dalam hubungan, kita menunjukkan kesetiaan, dukungan, dan kesediaan untuk berinvestasi waktu dan energi dalam memelihara ikatan tersebut. Ini menciptakan kepercayaan dan kedekatan yang esensial.
4. Pengembangan Karakter dan Disiplin Diri
Melalui proses menjaga komitmen, kita mengembangkan disiplin diri, tanggung jawab, dan integritas. Setiap kali kita menepati janji yang telah dibuat, kita memperkuat karakter kita dan melatih kemampuan untuk mengendalikan impuls serta memprioritaskan tujuan jangka panjang di atas kepuasan instan.
Jenis-Jenis Komitmen dalam Berbagai Aspek Kehidupan
Komitmen tidak hanya terbatas pada satu bidang, melainkan meresap ke dalam setiap aspek kehidupan kita, membentuk siapa kita dan bagaimana kita berinteraksi dengan dunia.
Komitmen dalam Pekerjaan dan Karier
Komitmen dalam pekerjaan adalah fondasi kesuksesan profesional. Ini bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi tentang dedikasi, tanggung jawab, dan keinginan untuk memberikan yang terbaik. Karyawan yang berkomitmen tinggi seringkali lebih produktif, inovatif, dan loyal terhadap perusahaan. Mereka berinvestasi dalam pengembangan keterampilan, mencari solusi atas masalah, dan berjuang untuk mencapai keunggulan. Sebuah studi Gallup secara konsisten menunjukkan korelasi kuat antara keterlibatan karyawan (yang merupakan manifestasi komitmen) dan kinerja bisnis yang superior.
Komitmen dalam Hubungan
Komitmen dalam hubungan, baik itu pernikahan, persahabatan, atau keluarga, adalah lem yang merekatkan ikatan tersebut. Ini melibatkan janji untuk saling mendukung, memahami, dan berinvestasi dalam kesejahteraan bersama. Dalam pernikahan, komitmen berarti kesetiaan, kesabaran, dan kemauan untuk bekerja sama melewati suka dan duka. Dalam persahabatan, ini berarti hadir untuk satu sama lain dan mempertahankan kepercayaan. Tanpa komitmen, hubungan akan rapuh dan mudah putus.
Komitmen pada Diri Sendiri
Mungkin yang paling fundamental adalah membangun komitmen diri. Ini adalah janji untuk merawat diri sendiri—baik fisik, mental, maupun spiritual—dan untuk terus bertumbuh sebagai individu. Ini bisa berupa komitmen untuk belajar hal baru, berolahraga secara teratur, menjaga kesehatan mental, atau mengejar impian pribadi. Komitmen pada diri sendiri adalah prasyarat untuk dapat berkomitmen pada hal lain dengan efektif.
Kiat Sukses dengan Komitmen: Cara Membangun dan Memegang Komitmen Kuat
Mulai sekarang, mengapa tidak membuat komitmen yang teguh untuk menjalani hidup yang indah? Hidup yang dipenuhi kemenangan-kemenangan yang selama ini Anda impikan. Namun, bukan kemenangan mengalahkan orang lain, tetapi kemenangan untuk mengalahkan sisi buruk pada diri sendiri, serta memenangkan setiap tantangan. Berjanjilah kepada diri sendiri untuk membuat kehidupan Anda lebih indah di semua bidang yang Anda ada di dalamnya.
Jadikan kehidupan bisnis Anda indah, jadikan kehidupan keluarga Anda indah, jadikan kehidupan masyarakat Anda indah, dan jadikan kehidupan-kehidupan lainnya menjadi indah semua. Anda perlu komitmen untuk mencapai semuanya. Hidup indah bukan hanya menekankan kemenangan-kemenangan fisik belaka, namun juga kemenangan batin dan spiritual Anda, menjadi lebih tentram dan damai, sambil berharap kehidupan indah di akhirat sana. Oleh karena itu, kehidupan indah sangat layak untuk diperjuangkan, untuk Anda kejar dengan keterlibatan yang sepenuhnya. Inilah yang dinamakan komitmen untuk keberhasilan.
Ingat bahwa komitmen kunci sukses. Jika Anda mau berhasil, Anda harus memegang komitmen Anda. Bagaimana cara berkomitmen dan menjaga komitmen itu? Mari kita bahas langkah-langkah praktisnya.
Langkah #1: Pahami Tujuan dan Nilai Anda (Faham)
Bukti adanya sebuah komitmen dimulai dari pemahaman yang mendalam. Langkah pertama adalah Anda harus memiliki pemahaman apa saja yang perlu dan tidak boleh dilakukan berkaitan dengan komitmen kita. Ini melibatkan:
- Tindakan nyata untuk melakukan apa yang diperlukan berkaitan dengan apa yang dijanjikan.
- Tidak mengambil tindakan hal-hal yang bisa merusak perjanjian atau menghambat tujuan.
Sebelum Anda bisa membangun komitmen diri, Anda harus tahu apa yang Anda komitmeni dan mengapa. Apa tujuan Anda? Nilai-nilai apa yang mendasari tujuan tersebut? Ketika Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang visi dan misi Anda, motivasi komitmen Anda akan menjadi jauh lebih kuat. Misalnya, jika Anda berkomitmen untuk sukses dalam bisnis, Anda harus memahami visi bisnis Anda, nilai-nilai yang ingin Anda pertahankan, dan dampak yang ingin Anda ciptakan. Refleksi tentang ini akan memperkuat prinsip komitmen Anda.
Langkah #2: Rencanakan Tindakan yang Spesifik dan Realistis
Setelah memahami tujuan, langkah selanjutnya adalah menerjemahkan komitmen itu menjadi rencana tindakan yang konkret. Kiat sukses dengan komitmen terletak pada kemampuan untuk memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dikelola. Misalnya, jika Anda ingin sukses dalam bisnis, maka Anda harus memahami apa saja yang harus dilakukan untuk membangun dan mengembangkan bisnis Anda, dan apa saja yang tidak boleh.
- Identifikasi langkah-langkah konkret: Buat daftar tugas yang spesifik dan terukur.
- Tetapkan batas waktu: Jadwalkan setiap tindakan dan patuhi jadwal tersebut.
- Antisipasi hambatan: Pikirkan potensi masalah yang mungkin muncul dan siapkan strategi untuk mengatasinya. Dengan begitu, ketika hambatan muncul, Anda tidak akan mudah menyerah.
Langkah #3: Bertindak dan Jaga Konsistensi (Tindakan Berkomitmen)
Komitmen tidak ada artinya tanpa tindakan. Ini adalah bagian di mana Anda benar-benar memegang komitmen Anda. Jaga semua rencana itu dengan cara melakukan apa yang perlu dilakukan dan tidak melakukan apa yang tidak boleh dilakukan.
- Mulai dari hal kecil: Jangan menunggu untuk memulai dengan sempurna. Mulailah dengan langkah pertama, sekecil apa pun itu. Momentum akan terbangun dari tindakan awal.
- Disiplin diri: Lakukan tindakan yang diperlukan setiap hari, bahkan saat Anda tidak merasa termotivasi. Kekuatan komitmen terletak pada disiplin yang berkelanjutan. Sebuah artikel di Psychology Today menekankan pentingnya disiplin diri dalam menjaga komitmen jangka panjang.
- Belajar dari kemunduran: Ketika Anda menghadapi kesulitan atau kegagalan, jangan menyerah. Lihat itu sebagai kesempatan untuk belajar dan menyesuaikan strategi. Seperti yang dibahas dalam artikel kami tentang ketika tertimpa kesusahan, setiap tantangan adalah bagian dari proses pertumbuhan.
Langkah #4: Evaluasi dan Sesuaikan
Komitmen bukanlah sesuatu yang kaku. Lingkungan dan kondisi dapat berubah. Penting untuk secara rutin mengevaluasi kemajuan Anda dan menyesuaikan pendekatan jika diperlukan.
- Monitor kemajuan: Catat pencapaian Anda. Ini akan memberikan motivasi komitmen dan menunjukkan bahwa Anda bergerak maju.
- Fleksibilitas: Terkadang, tujuan atau cara untuk mencapainya perlu disesuaikan. Fleksibilitas ini bukan berarti menyerah, tetapi berarti adaptasi cerdas untuk memastikan komitmen tetap realistis dan dapat dicapai.
Langkah #5: Perkuat Motivasi dan Cari Dukungan
Perjalanan menjaga komitmen bisa melelahkan. Penting untuk terus memperkuat motivasi komitmen Anda dan mencari dukungan dari orang lain.
- Cari dukungan sosial: Berbagi tujuan Anda dengan teman, keluarga, atau mentor dapat memberikan akuntabilitas dan dukungan emosional.
- Rayakan pencapaian kecil: Jangan menunggu tujuan besar tercapai untuk merayakan. Setiap langkah maju adalah kemenangan yang layak dirayakan, yang dapat meningkatkan motivasi dan semangat.
- Terus belajar dan bertumbuh: Membangun komitmen diri adalah proses seumur hidup. Teruslah mencari ilmu, mengembangkan keterampilan, dan menantang diri sendiri untuk mencapai lebih. Untuk tujuan-tujuan yang tampak sulit, ingatlah bahwa dengan komitmen, bahkan mission impossible bisa diraih.
Komitmen adalah kunci sukses. Komitmen adalah janji, keterikatan, dan keterlibatan. Dengan prinsip komitmen yang kuat, Anda tidak hanya akan mencapai tujuan, tetapi juga membangun kehidupan yang penuh makna dan keberhasilan sejati.
Kesimpulan
Dalam setiap langkah menuju sukses, baik itu dalam pengembangan pribadi, karier, hubungan, maupun spiritualitas, komitmen adalah pilar utama. Ia lebih dari sekadar keinginan; ia adalah keputusan kuat yang diwujudkan dalam tindakan berkomitmen yang konsisten dan pantang menyerah. Memiliki komitmen untuk keberhasilan berarti kita bersedia membayar harga, berinvestasi waktu dan energi, serta menghadapi setiap tantangan dengan kepala tegak. Kekuatan komitmen akan mengubah niat menjadi kenyataan, impian menjadi pencapaian, dan angan-angan menjadi warisan.
Mari kita pegang teguh komitmen kita, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita dan untuk masa depan yang lebih baik. Karena pada akhirnya, bukan seberapa besar impian kita, melainkan seberapa kuat keterikatan komitmen kita untuk mewujudkannya, yang akan menentukan perjalanan hidup kita. Jadikan komitmen sebagai panduan utama Anda, dan saksikan bagaimana ia membuka pintu menuju puncak kesuksesan yang selama ini Anda dambakan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Komitmen dan Sukses
Apa itu komitmen dan contohnya?
Komitmen adalah sebuah janji kuat, keterikatan mendalam, atau keterlibatan penuh untuk melakukan sesuatu atau mencapai suatu tujuan. Ini melampaui sekadar niat dan termanifestasi dalam tindakan nyata yang konsisten. Contoh komitmen:
- Komitmen pribadi: Berjanji pada diri sendiri untuk berolahraga tiga kali seminggu untuk menjaga kesehatan.
- Komitmen profesional: Seorang pengusaha yang berkomitmen untuk meluncurkan produk baru pada tanggal yang ditentukan, bekerja ekstra jam, dan menghadapi kendala teknis.
- Komitmen dalam hubungan: Pasangan yang berkomitmen untuk saling mendukung melalui masa sulit, menunjukkan kesetiaan, dan berusaha keras untuk menyelesaikan konflik.
- Komitmen terhadap pembelajaran: Seorang siswa yang berkomitmen untuk belajar setiap hari selama dua jam untuk mempersiapkan ujian penting.
Mengapa komitmen penting untuk mencapai sukses?
Komitmen adalah kunci sukses karena beberapa alasan fundamental:
- Mendorong Tindakan: Komitmen mengubah keinginan menjadi aksi nyata, memastikan bahwa tujuan tidak hanya berhenti di tahap perencanaan.
- Meningkatkan Ketahanan: Dalam menghadapi rintangan dan kegagalan, komitmen memberikan kekuatan untuk bangkit kembali, terus mencoba, dan tidak menyerah.
- Membangun Konsistensi: Komitmen memastikan bahwa upaya dilakukan secara berkelanjutan, yang sangat penting untuk pencapaian tujuan jangka panjang.
- Menjaga Fokus: Di tengah berbagai distraksi, komitmen membantu kita tetap fokus pada prioritas utama dan mengalokasikan sumber daya secara efektif.
- Meningkatkan Kredibilitas: Menepati komitmen membangun kepercayaan diri dan reputasi sebagai individu yang dapat diandalkan.
Bagaimana cara membangun komitmen diri yang kuat?
Membangun komitmen diri yang kuat melibatkan beberapa langkah strategis:
- Pahami Tujuan Anda: Definisikan dengan jelas apa yang ingin Anda capai dan mengapa itu penting bagi Anda. Semakin kuat “mengapa” Anda, semakin kuat komitmen Anda.
- Tetapkan Tujuan yang Realistis dan Spesifik: Pastikan tujuan Anda dapat diukur dan dicapai, lalu pecah menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dikelola.
- Buat Rencana Tindakan: Susun rencana detail tentang langkah-langkah yang akan Anda ambil untuk mencapai tujuan Anda.
- Bertindak Secara Konsisten: Mulailah melakukan tindakan yang diperlukan setiap hari, bahkan jika itu kecil. Konsistensi adalah kunci.
- Antisipasi dan Atasi Hambatan: Identifikasi potensi tantangan dan siapkan strategi untuk mengatasinya sebelum mereka muncul.
- Rayakan Kemajuan Kecil: Akui dan rayakan setiap pencapaian kecil untuk menjaga motivasi dan memperkuat kebiasaan.
- Cari Dukungan: Berbagi komitmen Anda dengan teman, keluarga, atau mentor dapat memberikan akuntabilitas dan dukungan emosional.
Apa saja manfaat memiliki komitmen?
Memiliki komitmen yang kuat membawa banyak manfaat dalam hidup:
- Pencapaian Tujuan: Membantu Anda mencapai tujuan yang signifikan, baik personal maupun profesional.
- Peningkatan Kualitas Hidup: Mengarah pada kebiasaan yang lebih sehat, pertumbuhan pribadi, dan pengalaman hidup yang lebih kaya.
- Hubungan yang Lebih Kuat: Membangun kepercayaan, kesetiaan, dan kedalaman dalam hubungan interpersonal.
- Pengembangan Karakter: Memupuk disiplin diri, integritas, dan tanggung jawab.
- Kepuasan Diri: Memberikan rasa bangga dan kepuasan atas kemampuan Anda untuk menepati janji dan mencapai apa yang telah Anda tetapkan.
- Mengurangi Stres: Dengan arah yang jelas, komitmen dapat mengurangi kecemasan akan ketidakpastian dan membantu Anda merasa lebih terkendali.
Apa perbedaan antara keinginan dan komitmen?
Meskipun sering disalahartikan, ada perbedaan fundamental antara keinginan dan komitmen:
- Keinginan: Adalah aspirasi, hasrat, atau niat untuk memiliki atau melakukan sesuatu. Keinginan cenderung pasif; seseorang mungkin ingin menjadi kaya, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mewujudkannya. Keinginan bisa berubah-ubah dan tidak selalu memerlukan tindakan.
- Komitmen: Adalah keputusan aktif dan kesediaan untuk berinvestasi waktu, energi, dan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan, terlepas dari rintangan yang mungkin muncul. Komitmen menuntut tindakan nyata, disiplin, dan ketekunan. Seseorang yang berkomitmen untuk menjadi kaya tidak hanya menginginkannya, tetapi secara aktif mengambil langkah-langkah seperti menabung, berinvestasi, atau membangun bisnis, bahkan ketika itu sulit.
Dengan kata lain, keinginan adalah tujuan, sedangkan komitmen adalah jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.


Cinta”, layaknya makanan pokok, istilah yang satu ini tidak pernah pudar sepanjang jaman. Selalu hadir dimanapun dan kemanapun kita berpaling. Betapa Dasyatnya Fitnah Cinta…. sehingga orang yang sedang dilanda cinta lazimnya akan terfokus untuk mendapatkan yang dicintainya. Akibatnya, tidak sedikit yang menjadi lalai dari mencintai Alloh serta Rasul-Nya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Patutkah kamu mengambil dia (iblis) dan turunan-turunannya sebagai wali selain daripada-Ku , sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Alloh) bagi orang-orang yang zalim.” (QS: Al-Kahfi: 50).
Sesunguhnya seseorang yang bercita-cita tinggi tidak akan terpengaruh oleh cinta yang bisa menghalangi ketenangan, membuat tidur tidak bisa nyenyak, membuat bingung akal pikiran, dan bahkan bisa membuat gila. Betapa sering terjadi seseorang yang sedang dimabuk cinta menghabiskan harta dan mengorbankan jiwa serta kehornatannya demi yang dicintainya. Bahkan ia rela mengorbankan agama dan dunianya.
Cinta sanggup membuat tuan menjadi pelayan, dan penguasa menjadi budak. Anda lihat, banyak orang yang sudah terlanjur masuk dalam jerat cinta ingin keluar darinya. Akan tetapi, hal itu mustahil. Betapa banyak fitnah cinta yang menjebloskan orang-orang yang bersangkutan ke dalam Neraka Jahim, menjerumuskan mereka pada siksa yang sangat pedih, dan membuat nereka meneguk air nereka yang panas mendidih.
eorang pemuda yang terlalu lama membujang, kadangkala merasa kesulitan untuk mencari calon istri, keberanian untuk bertandang dan meminang seorang gadis menjadi gamang karena terlalu banyak pertimbangan, akhirnya … pernikahan menjadi sekedar angan-angan karena calon istri belum juga didapatkan. Sulitnya mencari calon istri. “PACARAN” tetap tidak diperbolehkan dan hukumnya haram. Cinta yang dibungkus dengan pacaran, pada hakikatnya hanyalah nafsu syahwat belaka, bukan kasih sayang yang sesungguhnya, bukan rasa cinta yang sebenarnya, dan dia tidak akan mengalami ketenangan karena dia berada dalam perbuatan dosa dan kungkungan nafsu, adapun manisnya perbuatan dan indahnya perkataan dalam pacaran, pada dasarnya hanyalah rayuan-rayuan belaka yang kosong dan hampa, yang mengandalkan permainkan kata-kata, untuk itu..hati- hatilah…
Kebanyakan orang sebelum melangsungkan pernikahan biasanya ‘berpacaran’ terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.
Dengan adanya anggapan seperti ini, maka akan melahirkan konsensus di masyarakat bahwa masa pacaran adalah hal yang lumrah dan wajar, bahkan merupakan kebutuhan bagi orang-orang yang hendak memasuki jenjang pernikahan. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berdua-duaan antara dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya HARAM hukumnya menurut syari’at Islam.
Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang wanita, melainkan si wanita itu bersama mahramnya” (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari 1862 dan Muslim 4/104 atau 1341 dan lafadz ini dari riwayat Muslim dari shahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma)