Transaksi dengan Allah

Dapatkan 2 eBook senilai Rp 99.000 yang membedakan orang sukses dan gagal.

Masukan email Anda, klik Daftar untuk mendapatkan update artikel dan ebook Gratis Rahasia Sukses dari Zona Sukses.

Email:

transaksi dengan AllahCara Transaksi dengan Allah

Sungguh indah cerita Tsabit dan Sebuah Apel, banyak hikmah yang bisa kita petik dari cerita ini. Akan sangat bermanfaat jika kita bisa mengambil hikmah tersebut dan menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Hal yang pertama adalah kejujuran. Saat ini kejujuran begitu sulit ditemui. Kejujuran sudah menjadi barang langka, jangankan untuk mengembalikan atau menghalalkan sepotong apel, uang triliunan rupiah dibawa kabur sambil tidak ada niat untuk mengembalikannya. Atau untuk hal-hal “kecil” seperti menggunakan aset kantor untuk keperluan pribadi, sudahkah kita menghalankannya?

Yang kedua ialah keshalihahan seorang muslimah sejati. Ini juga sudah langkah. Saat ini kita begitu sulitnya menemukan seorang muslimah yang “buta, bisu, tuli, dan lumpuh” dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Mungkin ada, tetapi begitu sulit menemukannya. Mungkin, bagi seorang laki-laki yang menginginkan muslimah seperti ini, setidaknya harus memiliki kejujuran yang dimiliki oleh Tsabit.

Dan yang ketiga ialah dampak dari sebuah transaksi dengan Allah. Tsabit setelah memakan setengah buah apel, terus mencari pemiliknya meskipun harus menempuh perjalanan sehari semalam. Suatu dampak akibat bertransaksi dengan Allah. Kemudian dia sanggup untuk menikahi anak pemilik kebun meskipun dikatakan bahwa putrinya tersebut buta, tuli, bisu, dan lumpuh.

Transaksi dengan Allah akan memberikan motivasi luar biasa kepada kita jika kita menyadari manfaatnya dari transaksi tersebut. yang jelas jika kita bertransaksi dengan Allah, kita tidak akan pernah rugi seperti dijelaskan dalam Al Quran,

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,(QS. Al Fathir:29)

Sudahkah kita melakukan transaksi dengan Allah? Sudah, bahkan sering diulang-ulang agar kita terus ingat, yaitu saat kita mengucapkan 2 kalimah syahadat. Jika kita memahami makna dua kalimah syahadat tersebut, kita akan tahu bahwa 2 kalimah tersebut adalah sebuah transaksi kehidupan kita dengan Allah yang sangat besar, melebihi transaksi kita di depan pengehulu, karena ini merupakan transaksi seluruh kehidupan kita.

Namun sayang, saya melihat banyak diantara umat Islam yang belum memahami makna sebenarnya dan lengkap dari 2 kalimah sahabat, mungkin baru sampai artinya saja, bahkan mungkin ada juga yang belum tahu artinya, dan yang paling parah, masih banyak yang membacanya saja masih salah. Mungkin inilah yang membuat motivasi bangsa ini begitu lemah, jangankan untuk berkontribusi kepada umat sebagai rahmatan lil’alamin, bahkan untuk diri sendirinya saja masih kurang.

Masuki Zona Sukses

Solusi bagi Anda yang ingin berubah, namun masih terasa sulit.

Anda tidak akan pernah sukses, jika masih berada di Zona Nyaman. Dapatkan ebook Memasuki Zona Sukses dan Tinggalkan Zona Nyaman, Plus update artikel Motivasi Islami. Masukan email Anda, Klik Daftar.

Email:

There is One Comment.

  1. ace
    3:39 am August 25, 2008

    Dari posting pak Rahmat yang sudah lama ini saya coba sharing sesuatu yang tentunya sesuai dengan subject diatas, Deal with God.
    Allah mempunyai sifat wujud, lalu bagaimana rasanya atas keberadaan DIA disisi kita ? dan adakah wujud objective dari keberadaan DIA diatas setiap keinginan dan target hidup kita ?

    Pernahkah rekan-rekan melakukan deal dengan Allah untuk suatu tujuan tertentu, atas sesuatu keinginan yang melintas dalam pikiran, kemudian memulai membuat planning, processing hingga mencapai target dalam rentang waktu tertentu persis seperti apa yang diinginkan ?
    Bagaimana methodology hingga bisa mencapai keberhasilan tersbut ?

    Saya coba sharing berdasarkan methodology yang pernah saya alami dengan tujuan mudah-mudahan ada hikmah yang bisa diambil demi iman dan taqwa kepada Allah.

    Methodology :
    1. Planning, membuat suatu perencanaan yang didasari oleh IMAN (ada 6 pilar yang kita yakini), dan point2 ini merupakan basic environment kehidupan dan menjadi spirit dalam memulai suatu perencanaan.
    Hal yang paling mendasar dari keyakinan ini adalah Allah is EXIST, sehingga kita dapat merasakan “suatu system” yang terus meng-influence setiap langkah dan tindakan kita.

    2. Processing, adalah process actualisai dari setiap perencanan dengan berpedoman pada guideline book, S.O.P dan role of the game, yaitu Al Qur’an. Dengan demikian baik movement ataupun respone yang muncul selalu bersumber pada suatu kebenaran. Setiap moment2 yang terjadi disini sebenarnya merupakan refleksi KETAQWAAN kita atas aturan2 yang telah ditentukanNYA.
    Ada semacan Key Success Factor (KSF) yang harus kita respone dan kita lalui dengan baik didalam setiap business yang kita lakukan, KSF ini biasanya mengusik daerah EGO yang mungkin bisa dilakukan oleh orang yang sangat bisa kita abaikan, namun pernah juga saya terkondisi dalam suatu moment yang HARUS saya lakukan, sesuatu yang tidak bisa saya abaikan. Existensi kita diuji !
    Jika KSF fail, maka bisa dipastikan kegagalan atas rencana tersebut, kecuali kita menyadarinya.

    Biasanya proses KSF ini tidak cukup hanya dilawan dengan sabar, namun kita harus bersiap untuk mengorbankan sesuatu, namun yang saya alami, range dari sesuatu yang harus kita korbankan ini masih dalam range yang sangat mampu kita lakukan, jadi sudah pasti kita mampu, yang sulit adalah bagaimana memulainya.

    “Bersegeralah dalam kebaikan”, harus menjadi tools yang selalu kita bawa kemana-mana dalam mencapai suatu tujuan, maka setelah itu Allah akan menepati semua janjinya, sesuai dengan apa yang pernah kita pikirkan dangan jalan dan cara yang tidak pernah kita sangka-sangka bahkan hal itu bisa datang dengan tiba-tiba.

    Begitulah sharing atas beberapa experience yang pernah saya alami dan dari moment ini pula saya semakin meyakini akan substansi dari kalimat Bismillahirrohman nirrohim, yaitu “Atas existensi Allah, kami siap memberikan yang terbaik dan juga siap menerima yang terburuk”.

    Begitulah methodology yang pernah saya alami untuk deal dengan Allah, dan semuanya tidak lain merupakan actualisasi IMAN dan TAQWA kita kepadaNYA.

    Mungkin ada rekan lain yang punya experience, pls share…

Leave a Reply

*

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield