Yanti sedang berjalan di sebuah lorong di kampus tempat dia kuliah. Saat itu suasana cukup rame karena bertepatan dengan jam masuk kelas. Tiba-tiba, ada yang menepuk dia dari belakang. Kontan saja, Yanti yang sedang melamun kaget bukan kepalang. Dia memalingkan tubuhnya untuk mencari siapa orang yang menepuk dirinya. Continue Reading…
- Bagaimana cara yang pasti agar kita mendapat apa yang kita inginkan?
- Mengapa saya sering mendapat apa yang tidak saya inginkan..padahal saya sudah berusaha? Terus berdoa ? apakah doa saya tidak dikabulkan? (Biasanya pertanyaan seperti ini banyak yang menjawab “Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita ” jadiÃÆ’‚ dikabulkan dalam bentuk lain atau “mungkin itu menurut Allah baik bagimu” dua jawaban itu terus terang saja tidak memuaskan saya .Yang jadi pertanyaan saya lagi adalah “bagaimana agar sesuatu yang saya inginkan itu Baik menurut Allah sehingga do’a saya dikabulkan?)
- Bagaimana agar sesuatu yang saya inginkan itu Baik menurut Allah sehingga do’a saya dikabulkan?
- Apa yang disebut mengikhlaskan keinginan itu? seringkali setiap saya mengikhlaskan keinginan atau bersyukur kehidupan saya kualitasnya Menurun! (terima kasih atas artikel bapak tentang syukur barusan yang membuat saya menjadi lebih “ngeh” tentang arti syukur)
- Bagaimana memerkuat keyakinan kita tentang sesuatu agar kita menjalankannya penuh Totalitas?
- Bagaimana cara melakukan sesutu dengan senang Hati?
Petatnyaan
Apakah Anda Mimpi Di Siang Bolong? Selamat, Jika Ada yang Bertanya Ini
July 15, 2008“Jangan Bermimpi!”
Seringkali, saat seseorang mengutarakan keinginan besarnya, ada orang yang mengatakan kalimat diatas. Jangan bermimpi! Hinaan juga kadang muncul bagi orang-orang yang memiliki impian, sering kali mereka (saya salah satunya) disebut dengan “pemimpi”.
Kalaulah ada orang yang mau mengatakan impian besarnya, dia mengatakan sambil tertawa. Mengapa tertawa? Karena hal itu dianggap guyonan semata, tanpa harapan akan terwujud atau masih jauh terwujud.
Sebenarnya anggapan negatif terhadap “pemimpi” tidaklah sepenuhnya salah. Ada orang yang memang mimpi di siang bolong atau kita sebut juga dengan penghayal. Namun tidak semua pemimpi itu penghayal, ada juga pemimpi yang mewujudkan impiannya.
Sebagai contoh, Leonardo da Vinci pada jamannya sempat ditertawakan saat akan membuat jembatan antar pulau. Namun saat ini jembatan antar pulai bukan lagi hal yang aneh. Siapa yang “gila”? Leonardo da Vinci atau orang yang menertawakannya? Saya sebut Leonardo da Vinci adalah pemimpi sejati, yaitu orang yang mewujudkan mimpinya.
Apakah Anda memiliki keinginan besar? Saya yakin Anda memilikinya, entah sadar atau tidak. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah Anda seorang penghayal atau pemimpi sejati?
Apa bedanya pemimpi di siang bolong dengan pemimpi sejati? Satu hal yang membedakan antara mereka adalah “keyakinan”. Para penghayal adalah mereka menginginkan tetapi mereka tidak yakin bisa mencapainya atau bahkan mereka yakin tidak akan mencapainya.
Sementara, pemimpi sejati adalah mereka yang memiliki keyakinan bahwa apa yang diimpikannya akan terwujud.
Menarik apa yang dikatakan oleh Napoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich:
Keyakinan adalah titik awal semua pengumpulan kekayaan!
Keyakinan adalah dasar semua “keajaiban”, dan semua misteri yang tidak bisa dianalisis dengan aturan ilmu pengetahuan!
Keyakinan adalah satu-satunya penawar kegagalan yang diketahui orang!
Keyakinan adalah unsur “kimia”, yang kalau diperpadukan dengan do’a, memberi orang komunikasi langsung dengan dengan Inteligensi Tanpa Batas.
Keyakinan adalah unsur yang mengubah getaran pemikiran biasa, yang tercipta oleh pikiran manusia yang terbatas, menjadi padanan spiritual.
Keyakinan adalah satu-satunya media yang memungkinkan daya kosmis Inteligensi Tanpa Batas bisa dikendalikan dan bisa dimanfaatkan oleh manusia.
Inilah pentingnya keyakinan, inilah yang menjadi alasan mengapa saya cukup panjang lebar membahasnya dalam ebook saya Beautiful Mind dan motivasi Diri. Keyakinanlah yang membedakan antara pemimpin di siang bolong atau pemimpi sejati. Anda termasuk yang mana?
