(Last Updated On: July 31, 2017)
“Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” [42.27]
Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kalau saja Allah memberikan mereka rezeki yang melebihi kebutuhan mereka, pastilah hal itu akan membawa mereka untuk berbuat melampaui batas dan bertindak sewenang-wenang, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain dengan penuh kekejian dan kecongkakan.
Allah memberikan rezeki kepada mereka dari apa yang telah Dia pilihkan untuk mereka, sesuatu yang mengandung kemaslahatan untuk mereka. Maka Dia memberikan kekayaan kepada orang yang berhak untuk mendapat kekayaan dan akan memberikan kemiskinan kepada orang yang berhak untuk mendapatkannya.
Mungkin kita belum juga mendapatkan rezeki yang melimpah karena kita memang belum berhak untuk kaya. Mungkin kita belum siap menjadi kaya, karena bisa saja jika kita mendapatkan rezeki yang lebih banyak dari yang kita miliki sekarang, justru akan membuat kita melampaui batas, berbuat maksiat, congkak, dan menjauhkan diri kita kepada Allah.
Jika menurut Robert T Kiyosaki, untuk menjadi kaya, langkah awal setelah melek finansial ialah dengan memperluas realitas (kapasitas) kita. Kapasitas yang dimaksud oleh Robert ialah kapasitas pemikiran. Tetapi ternyata, bukan hanya kapasitas pemikiran yang perlu kita perbesar, tetapi juga kapasitas ruhiah kita. Kita harus terus meningkatkan kapasitas ruhiah kita sehingga kita siap untuk diberikan rezeki yang lebih banyak tanpa harus melampau batas atau kita berhak menjadi orang kaya.
Marilah kita melihat kebelakang, instropeksi diri sejauh mana kapasitas ruhiah kita. Marilah kita teliti niat kita dalam mencari rezeki, sidahkah niat kita ikhlas? Sudahkah niat kita hanya mencari keridhaan Allah, sudahkah niat kita mencari rezeki untuk menunaikan kewajiban menafkahi keluarga? Sudahkan niat kita mencari rezeki untuk menegakkan kalimat tauhid di muka bumi? Mungkin saja, kita mencari rezeki agar mendapatkan penghormatan dari orang lain. Mungkin saja, kita mencari rezeki untuk bersikap sombong terhadap orang lain? Mungkin saja, kita mencari rezeki untuk melakukan kemaksiatan? Marilah kita berlindung kepada Allah dari perbuatan seperti ini.
Rahmat Mr. Power
Latest posts by Rahmat Mr. Power (see all)
- Kiat Sukses: Disiplin Prasangka Positif - June 14, 2019
- Jangan Mengeluh, Karena Hanya Memperparah - January 17, 2019
- 7 Cara Menghadapi Orang yang Membenci Kita - December 23, 2018


7 Comments
Ass.wr.wb.
Yth Pak Rahmat,
To the point aja ya, mungkin sebetulnya ada orang2 yang telah mendapatkan harta yang melebihi kebutuhannya atau dianggap melampui batas atas pandangan secara umum, misalnya para konglomerat yang punya cash ratusan milyard, padahal secara umum jika untuk kaya saja 5 milyard sdh amat sangat cukup ! atau lebih lagi spt spt Bill Gate atau Oprah, atau pemilik club Chesea yang mempunya kekayaa hingga trilyunan !!! Meskipun facta itu ada saya yakin bahwa ayat Q 42.27 tidak untuk di addresskan ke mereka, karena bisa jadi mereka bukan tergolong hamba2 Allah yang dimaksud dalam ayat. Jadi perlu penjelasan lebih detail mengenai category hamba Allah dan apa sebenarnya yang dimaksud rezki itu.
Sekian notenya, sekalian untuk ajang perkenalan karena saya suka thd tulisan bapak.
wassalam
Betul sekali pak Ace, yang dimaksud dengan “hamba” ialah orang yang membaktikan dirinya kepada Allah, tentu saja orang yang beriman. Jika orang beriman yang tidak diberikan rezeki, insya Allah karena kasih sayang Allah.
Rezeki yang dimaksud disini menurut kitab tafsir adalah harta kekayaan. Tentu saja kita sudah tahu, dalam pengertian umum, rezeki itu tidak selalu kekayaan, namun dalam kontex ayat tersebut ialah kekayaan.
saya sepakat dengan masalah rezki itu juga terkait dengan masalah ruhiyah. Dan satu hal yang bisa terus kita lakukan supaya rezki tetap lancar dan terus ditambah adalah dengan memberikan sebagian rezki kita untuk orang lain. Dari memberi itulah rezki akan terus mengalir. salam kenal untuk pak Rahmat. saya banyak mendapat masukan dan hikmah dari tulisan2 bapak.
saya cuma mau nanya, bolehkah saya taro artikel ini di website saya ?
Ass, wr, wb.
kita pasti sepakat bahwa uang(kekayaan) bukanlah segalanya, tapi di luar sana untuk apapun kita butuh uang, termasuk udara yang segar (karena kita butuh keluar kota untuk mendapatkannya), jadi saya sepakat dengan kekayaan seharusnya malah mendekatkan diri kepada Allah, karena dengan kekayaan kita akan memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung….
sekian respon dari saya. Saya senang membaca tulisan2 Bapak.
Pertanyaan saya 1 saja Pak,Bagaimana agar kita siap untuk Kaya?
ass wr wb . Terima kasih pak atas balasan Bapak.Yang ingin saya tanyakan lagi adalah tentang realitas pemikiran yang dapat membuat kita kaya ?apa saja yang termasuk realitas pemikirann itu Pak? wasssalam