Temukan Sumber Kekuatan Sejati: Kuasai Motivasi Diri Hingga Ke Akarnya
Seringkali kita terjebak dalam siklus motivasi yang memudar setelah seminar hebat atau dorongan eksternal semata. Artikel ini akan membongkar jebakan umum dalam memahami motivasi dan mengungkap bahwa kekuatan terbesarnya tidak berasal dari luar, melainkan bersemayam kokoh di dalam diri Anda. Bersiaplah untuk menemukan peta jalan menuju semangat yang tak tergoyahkan.

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa setelah mengikuti seminar motivasi yang menggebu-gebu, semangat itu perlahan memudar? Menganggap motivasi sebagai sesuatu yang permanen adalah jebakan pertama yang seringkali kita alami. Kesalahan kedua, dan yang lebih mendasar, adalah ketika kita hanya mengandalkan motivasi dari luar untuk menggerakkan diri. Padahal, sumber motivasi terkuat sesungguhnya bersemayam di dalam diri kita sendiri.
Menggali Kedalaman Motivasi Diri: Dari Eksternal Menuju Internal
Meskipun pentingnya motivasi diri menjadi pilar utama, bukan berarti motivasi eksternal tidak memiliki peran. Sebaliknya, motivasi yang datang dari luar, seperti yang disampaikan oleh para motivator profesional, dapat menjadi katalisator yang ampuh. Mereka berperan penting dalam menemukan dan membangkitkan potensi motivasi diri yang mungkin terpendam. Seorang motivator yang kompeten tidak hanya memberikan dorongan sesaat, tetapi juga membekali individu dengan strategi dan pemahaman untuk secara mandiri menemukan dan mempertahankan semangat diri.
Sebuah studi dari Self-Efficacy yang diterbitkan dalam jurnal psikologi menekankan bahwa keyakinan pada kemampuan diri sendiri (self-efficacy) adalah fondasi kuat untuk motivasi internal. Ketika seseorang percaya bahwa ia mampu mencapai tujuannya, maka dorongan untuk bertindak akan semakin besar. Ini senada dengan pandangan bahwa sumber motivasi dari dalam diri jauh lebih berkelanjutan dibandingkan ketergantungan pada pujian atau dorongan eksternal semata.
Menemukan Sumber Kekuatan: Analisis Mendalam Faktor Motivasi Diri
Dalam studi psikologi, seringkali disebutkan bahwa ada dua faktor utama yang mendorong perilaku manusia: keinginan untuk meraih kenikmatan dan dorongan untuk menghindari rasa sakit atau kesengsaraan. Namun, jika kita mengerucutkan lebih dalam, ada satu kekuatan fundamental yang melingkupi keduanya: cinta. Semakin besar kadar cinta yang kita rasakan, semakin kuat pula motivasi diri yang akan bangkit. Ini adalah inti dari cinta dan motivasi.
Kekuatan cinta ini tergambar jelas dalam berbagai kisah kehidupan. Banyak orang yang pernah mengalami patah hati hebat, bahkan sampai mengambil keputusan drastis. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan cinta dalam menggerakkan diri kita, terkadang ke arah yang tidak terduga. Berbagai kisah romantis yang kita dengar, di mana segala upaya dilakukan “demi cinta”, bukanlah sekadar fiksi. Cinta, dalam segala bentuknya, adalah sumber energi penggerak yang luar biasa.
Fenomena ini juga diangkat dalam film seperti “50 First Dates” (2004), di mana seorang pria secara konsisten berusaha memenangkan hati seorang wanita yang memiliki gangguan memori jangka pendek. Setiap hari adalah usaha baru untuk membuat wanita itu jatuh cinta lagi. Kisah ini secara dramatis menggambarkan bagaimana cinta dapat memicu ketekunan dan dedikasi yang luar biasa, sebuah manifestasi kuat dari self motivation.
Kita dapat memanfaatkan kekuatan cinta ini untuk menumbuhkan motivasi diri. Penting untuk diingat, cinta ini tidak terbatas pada hubungan romantis. Cinta terhadap pekerjaan, hobi, keluarga, atau bahkan cita-cita dapat menjadi pendorong yang luar biasa. Bayangkan seorang atlet sepak bola yang dengan penuh semangat bermain di lapangan meskipun jadwalnya padat. Kecintaan mereka pada olahraga inilah yang membuat mereka tetap enjoy dan termotivasi.
Mengungkap Motivasi Diri Terbaik: Fondasi Cinta Hakiki
Namun, ada satu jenis cinta yang memiliki kekuatan tak tertandingi, sebuah cinta yang jika tidak kita miliki, maka hidup terasa sia-sia. Cinta inilah yang mendorong para pejuang di medan perang untuk tanpa takut menghadapi bahaya, tak gentar oleh rasa sakit, dan tak gentar oleh apapun. Cinta ini adalah cinta kepada Allah. Motivasi diri islami yang paling kuat berakar dari cinta yang hakiki ini.
Dalam perspektif Islam, bekerja dan berbisnis bukanlah sekadar aktivitas duniawi, melainkan bagian integral dari ibadah. Ibadah itu sendiri adalah wujud cinta kita kepada Allah. Oleh karena itu, ketika kita bekerja dan berbisnis dengan niat yang benar, aktivitas tersebut menjadi perwujudan cinta kita kepada Sang Pencipta. Seharusnya, inilah yang membangkitkan motivasi kerja dan motivasi belajar yang tak tergoyahkan.
Sudahkah niat ini tertanam dalam diri kita? Mari kita panjatkan niat yang tulus, bahwa setiap pekerjaan dan bisnis yang kita jalani adalah untuk beribadah kepada Allah. Pupuk kesadaran kita bahwa setiap usaha adalah bentuk cinta kita kepada-Nya. Dengan begitu, kita akan menemukan dorongan diri yang luar biasa.
Apakah kita merasakan kedalaman cinta kepada Allah dalam setiap aktivitas kita? Jika rasa cinta itu terasa kurang, ini adalah sinyal bahwa keimanan kita perlu ditingkatkan. Sebab, cinta yang mendalam kepada Allah hanya dimiliki oleh mereka yang benar-benar beriman.
Firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah ayat 165 menegaskan, “Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” Ini menunjukkan korelasi langsung antara keimanan dan kedalaman cinta kepada Allah, yang pada gilirannya akan memengaruhi tingginya motivasi diri.
Dengan demikian, motivasi diri dapat terus dikembangkan dengan cara meningkatkan keimanan kepada Allah secara berkelanjutan. Semakin tinggi cinta kita kepada Allah, semakin kokoh pula semangat diri yang kita miliki.
Menjalani Hari Penuh Semangat: Wujud Cinta Melalui Ibadah dan Aktivitas
Tidak ada wujud lain dari bukti cinta kita kepada Allah selain melalui ibadah. Allah meminta kita untuk beribadah sebagai tanda cinta kita kepada-Nya. Sebagaimana seorang kekasih akan menuruti apa pun yang diminta oleh orang yang dicintainya, demikian pula kita sebagai hamba-Nya.
Seluruh rentang kehidupan kita seharusnya dijalani dalam bingkai ibadah. Setiap aktivitas, setiap gerak-gerik kita, adalah bentuk dari cinta kita kepada Allah. Ada tiga kunci utama yang dapat kita terapkan:
- Pertama, panjatkan niat bahwa setiap tindakan yang kita lakukan adalah semata-mata demi Allah yang kita cintai. Niat ini menjadi fondasi dari segala upaya kita.
- Kedua, laksanakan setiap aktivitas sesuai dengan tuntunan syariat, baik itu ibadah mahdhah (ritual murni) maupun ghairu mahdhah (aktivitas duniawi yang bernilai ibadah). Ini berarti kita senantiasa belajar untuk menjalankan ibadah dengan benar, sebagai bukti cinta kita kepada Allah. Proses belajar ini sendiri merupakan ibadah yang berharga.
- Ketiga, jalani setiap aktivitas dengan penuh semangat. Seseorang yang mencintai sesuatu, biasanya akan melakukannya dengan antusias, berani, dan konsisten. Semangat inilah yang akan membuat kita tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, sebuah ciri khas dari contoh motivasi diri yang kuat.
Cinta sebagai Urusan Hati: Memurnikan Niat dan Mengarahkan Kasih
Memang benar, cinta adalah urusan hati. Ada anggapan bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Pernyataan ini memiliki kebenaran, namun dalam fitrahnya, manusia diciptakan untuk mencintai Allah. Sejak awal, ada kecenderungan alami dalam diri manusia untuk mencintai Sang Pencipta.
Namun, realitasnya, kecintaan kepada Allah bisa terdistraksi. Kita seringkali menyaksikan bagaimana cinta kepada lawan jenis dapat mengalahkan cinta kepada Allah. Hal ini terbukti ketika seseorang rela melakukan dosa demi kekasihnya. Begitu pula, cinta pada harta dapat mengalahkan cinta kita kepada Allah, yang mendorong seseorang melakukan praktik haram demi kekayaan. Pengaruh godaan dari hawa nafsu yang dimanfaatkan oleh setan menjadikan segala sesuatu selain Allah tampak begitu memikat, seolah tidak ada cinta yang lebih penting dari pujaan hati.
Al-Qur’an surat Al-An’am ayat 112 mengingatkan kita tentang peran setan dalam membisikkan perkataan yang indah untuk menyesatkan manusia, “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”.
Cinta memang bersemayam di hati, namun kita memiliki kemampuan untuk membersihkan hati kita agar cinta yang tertanam adalah cinta yang hakiki dan tertuju pada tempatnya. Cinta kepada sesama, harta, keluarga, dan hal-hal duniawi lainnya boleh menjadi sumber motivasi diri Anda. Namun, yang terpenting adalah tidak membiarkan cinta-cinta tersebut mengalahkan cinta utama kepada Allah SWT, yang merupakan pondasi dari segala motivasi diri terbaik.
Upaya untuk membangun motivasi diri yang kokoh tidak lepas dari pemahaman mendalam tentang makna motivasi itu sendiri. Seperti yang diutarakan oleh Aristoteles dalam pandangannya mengenai kemalasan, dorongan untuk bertindak seringkali muncul dari keinginan untuk mencapai kebaikan atau menghindari keburukan. Namun, dalam konteks spiritual, kebaikan tertinggi dan keburukan terbesar adalah yang berkaitan dengan hubungan kita dengan Sang Pencipta.
Dalam tips motivasi diri yang berlandaskan spiritualitas, penting untuk terus merenungkan tujuan akhir dari setiap aktivitas. Apakah aktivitas tersebut membawa kita lebih dekat kepada Allah atau menjauhkan kita dari-Nya? Pertanyaan ini, jika dijawab dengan jujur, akan menjadi kompas yang mengarahkan dorongan diri kita ke arah yang tepat. Ini juga selaras dengan konsep motivasi spiritual yang menekankan pencarian makna hidup yang lebih tinggi.
Proses meningkatkan motivasi diri seringkali memerlukan evaluasi diri yang berkelanjutan. Kadang kala, kita merasa stagnan atau kehilangan arah. Dalam situasi seperti ini, merujuk pada kata-kata motivasi diri dari para bijak atau tokoh agama dapat memberikan perspektif baru. Kumpulan quotes motivasi diri yang inspiratif bisa menjadi pengingat akan kekuatan yang kita miliki dan tujuan yang ingin kita capai.
Memiliki semangat diri yang tinggi bukanlah sesuatu yang turun begitu saja. Ia perlu dipupuk, dilatih, dan dijaga. Sebagai contoh, dalam motivasi belajar, rasa ingin tahu dan keinginan untuk menguasai ilmu adalah pendorong utama. Begitu pula dalam motivasi kerja, rasa tanggung jawab, keinginan untuk berprestasi, dan kontribusi positif dapat membangkitkan semangat tak terhingga.
Ingatlah, setiap individu memiliki potensi luar biasa dalam dirinya. Kunci untuk membuka potensi itu terletak pada kemampuan kita untuk mengelola dan mengarahkan motivasi dari dalam diri. Dengan menjadikan cinta kepada Allah sebagai poros utama, kita akan mampu menjalani setiap aspek kehidupan dengan penuh makna, semangat, dan keteguhan.
FAQ: Memahami Lebih Dalam tentang Motivasi Diri
Apa yang dimaksud dengan motivasi diri?
Motivasi diri adalah dorongan internal yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu, mencapai tujuan, atau memenuhi kebutuhan tanpa adanya paksaan dari luar. Ini adalah kekuatan penggerak yang muncul dari keinginan pribadi, minat, nilai-nilai, atau tujuan yang ingin dicapai. Makna motivasi diri sangatlah personal dan bersifat individual.
Bagaimana cara meningkatkan motivasi diri?
Ada berbagai cara meningkatkan motivasi diri. Beberapa di antaranya adalah menetapkan tujuan yang jelas dan terukur, memecah tujuan besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola, menemukan alasan kuat mengapa tujuan itu penting bagi Anda, merayakan setiap pencapaian kecil, belajar dari kegagalan, mencari dukungan dari lingkungan positif, dan yang paling penting, memupuk motivasi diri islami dengan mengaitkannya pada cinta kepada Allah SWT. Membangun motivasi diri adalah proses berkelanjutan.
Apa saja faktor yang mempengaruhi motivasi diri?
Beberapa faktor motivasi diri meliputi:
- Kebutuhan dasar (fisik dan psikologis)
- Nilai-nilai pribadi dan keyakinan
- Tujuan dan aspirasi
- Keyakinan pada kemampuan diri (self-efficacy)
- Lingkungan (dukungan sosial, tantangan, penghargaan)
- Emosi (kebahagiaan, rasa ingin tahu, kesenangan)
- Cinta dan kasih sayang
- Dalam konteks Islam, iman dan cinta kepada Allah adalah faktor motivasi terkuat.
Apa manfaat dari motivasi diri?
Manfaat dari motivasi diri sangatlah luas, antara lain:
- Peningkatan kinerja dan produktivitas
- Kemampuan untuk mengatasi tantangan dan rintangan
- Peningkatan ketekunan dan kegigihan
- Peningkatan kepuasan kerja dan belajar
- Pembentukan karakter yang tangguh
- Pencapaian tujuan yang lebih efektif
- Meningkatkan semangat diri dalam menjalani kehidupan.
- Membantu menjadi pribadi tangguh menghadapi perubahan hidup.
Bagaimana motivasi diri dalam Islam?
Dalam Islam, motivasi diri islami berakar pada cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Aktivitas duniawi seperti bekerja dan belajar dianggap sebagai ibadah jika diniatkan karena Allah. Motivasi tertinggi datang dari harapan akan ridha Allah dan balasan di akhirat. Umat Muslim didorong untuk selalu mencari ilmu, berbuat baik, dan menjalankan perintah agama dengan penuh keikhlasan dan semangat. Motivasi diri terbaik adalah yang sejalan dengan ajaran Islam, di mana setiap usaha duniawi bermuara pada pencapaian spiritual dan kedekatan dengan Sang Pencipta.


terimakasih atas nasehatnya….
mm, cinta?
cinta Kepada Allah?
Mendasari seluruh aktivitas kita?
moga q dapat meraih kecintaan kepada Allah.
Amin.
Cinta kepada Allah berarti juga cinta pada Kebaikan, kebenaran, keadilan, kedamaian, dan kasih sayang. Sehingga dengan cinta kepada Allah akan mewarnai segala tindakan kita sehari-hari, mulai dari rumah tangga, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bernegara.
Sukses selalu untuk Motivasi Islami
Cinta kepada Allah memang cinta yang hakiki. Rasa stress, rasa kesal, rasa kecewa, rasa marah, dan rasa lain yang tidak menyenangkan bisa hilang bila kita mempunyai rasa cinta yang sangat tinggi kepada Allah SWT. Kegagalan dalam cinta terhadap suatu hal pun bisa terobati bila kita memiliki cinta yang besar kepada Allah.
Membahagiakan orang-orang yang Allah cintai dan orang-ornag yang kita cintai adalah sebagian bukti cinta kita kepada Allah. Mencari rezeki di jalan yang diridhoi oleh Allah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk membahagiakan orang-orang terdekat (keluarga) merupakan sebagian implementasi cinta kita kepada Allah juga.
Oleh karenanya, ketika saya harus atau kemungkinan kehilangan pekerjaan karena Allah akan mengkarunia saya dan suami keturunan untuk pertama kalinya, saya tidak akan takut atau khawatir. Rasa cinta saya untuk membahagiakan keluarga dengan memberikan keturunan tidak membuat saya khawatir walaupun saya baru saja merasakan dunia kerja. Namun, saya yakin Allah akan mengikutsertakan rezekinya bersama calon bayi yang ada dalam rahim saya ini.
Terima kasih…artikel ini semakin menguatkan pendirian saya untuk tidak takut kehilangan pekerjaan.
emng smw tu btul tyda yg bys mghpus kan rsa cnta kta kecuali diri kita sndiri.
tapi itu semua ada alasan kenapa terkadang orang suku mempermainkan allah,padahal katanya dy itu cinta,seseorang bila di hati nya sudah tertanam benci dengan allah maka murka la dy sbgai hamba nya!maka dari itu perlu nya kita sekarang mengrti akan nikmad yg d berikan .bila itu saja dy mebgkufuri berarti dy tdak cnta akan allah,sebab dy lupa akan diri nya sendiri….
cinta kepda allah memang cinta tiasda taranya.karena sesungguhnya cinta yang abadi adalah cinta kepada alla swt.
Tulisan anda sangat super untuk di baca, dihayati apalagi diterapkan dalam kehidupan setiap hari….
Ingin membuktikan cinta pada Alloh? Salah satu caranya selain melaksanakan kewajiban selaku hamba adalah >> HAFAL 99 NAMA-NYA << ! Sudah hafal belum? Masa' belum? Cinta dengan pacar saja hafal nama lengkapnya se-nama keluarganya mungkin he..he.. "Barang siapa yang hafal Asmaul Husna maka wajib baginya SURGA!" << Hanya memperkuat jaminan saja, tidak mutlak!
Cinta Allah Swt pada kita Allah perkenalkan dengan memproklamirkan nama namanya (asma ul husna, dan yang sangat dominan didalam kitab nya adalah Ar-Rohman dan Ar-Rohim “Cinta dan Kasih sayang”.
Saya sangat setuju kalau kekuatan motivasi yang tertinggi adalah “CINTA”
Cinta adalah sebuah kekuatan diri yang paling hebat dan dahsyat bagi semua insan, apalagi kalau manusia dalam memaknai cinta telah menggunakan Rahman dan Rakhim Allah sebagai basic kekuatan cinta dihatinya, maka semua cintanya akan melahirkan rahmatan lil alamin hingga ayat-ayat cintanya mampu bertasbih untuk kehidupan dirinya dan kehidupan umat manusia.
dengan ILMU hidup menjadi MUDAH dengan IMAN hidup menjadi TER ARAH dengan dengan CINTA hidup menjadi INDAH.
cinta membuat orang takut jadi berani,cinta membuat orang lemah menjadi kuat,dengan cinta jauh menjadi dekat.
Allah i2 emang maha kuasa,semakin kuat cinta kita pd-Nya semakin damai pula hati kita
Apapun yang kita kerjakan karena kecintaan kita akan Allah, semua menjadi ringan dikerjakan dan terasa nikmat mengerjakannya. Subhanallah
Apapun yang kita kerjakan karena kecintaan kita akan Allah, semua menjadi ringan dikerjakan dan terasa nikmat mengerjakannya. Subhanallah
artikel ini membuat sy ingin lebih dekat denganNya, terimakasih
artikel ini membuat sy ingin lebih dekat denganNya, terimakasih
Kekuatan Cinta ? Ini lebih bertumpu pada keikhlasan kita menyayangi seseorang tanpa pamrih apapun. Sekeras apapun sifatnya, akan luntur dengan kasih sayang dan perhatian yang kita curahkan setiap hari dengan penuh keikhlasan. Salam kenal…
Kekuatan Cinta ? Ini lebih bertumpu pada keikhlasan kita menyayangi seseorang tanpa pamrih apapun. Sekeras apapun sifatnya, akan luntur dengan kasih sayang dan perhatian yang kita curahkan setiap hari dengan penuh keikhlasan. Salam kenal…
Ini baru islam..!
cinta kpd allah adalah pondasi dari segala kecintaan kita terhadap mahluk nya
Ya Allah..ajarilah aku mencintaiMU, mencintai org yg mencintaiMU, mencintai amalan yg mendekatkan aku pd cintaMU, merasakan manisnya pertemuan dgnMU dan lezatnya kerinduan akanMU..Amien
love is power, power is love of Alloh……..
Saya sangat senang dengan artikel “Kekuatan Cinta” tapi menurut saya sebelum ingin lebih jauh mengenal dan mecintai Alloh, saya harus sadar untuk mengenali diri sendiri dulu akan kejelekan dan kebaikan, karena kita tidak akan susah dan mudah menjadi orang yang sabar, ikhlas dan bersyukur
ku hara bisa berkata; tulisan nih sangat super memicu adrenalin tuk berfikir tentang smua apayg d ciptakan oleh allah
cintai diri kamu sendiri agar kamu dapat mencinta dan di cinta,,,,
Okeyy,,,,,,,,,,,,
ok deh kalo begitu
q ingin lbh dicintai allah
Allah menciptakan manusia dengan tujuan yang mulia……….
hendaklah qt slng mencintai antar sesama…..
menyembah Allah berarti juga harus mencintai sesama dengan tulus
ass
bagus…
sekaliiiiiiiiii
Saya adalah 1 dari sekian banyak orang yang kurang mampu memotivasi diri, jangankan utk orang-orang disekeliling saya…
tapi dengan membaca kata-kata diatas saya jadi sadar jika saya tidak sendiri..semoga menjadi inspirasi dan keteguhan hati rekan-rekan lain.
Thanks. 🙂
cintai diri dan cintai ALLAH S.W.T etc
True love never happy ending…cause true love never end……lanjutkan perjungan menuju ridho ilahi…
sebuah motivasi bijak yang dapat aku ambil.
terima kasih ini akan jadi kekuatan dalam diriku.
AMIN…
Motivasi mmg penting untuk setiap orang.
Terima kasih diatas perkongsian berguna ini 🙂
Kita berasal dari Cinta ciptaan Alloh swt dan akan kembali kedalam CintaNya.Maka sebaiknya memang segala tindakan positif didasari karena Cinta Pada Alloh pemilik cinta yang sesungguhnya.
Cinta tehadap isi dunia terkadang membutakan mata qt,,shngga tk mampu mlht kbenaran,, Terkadng qt mlpkn bahwa yg patut qt serahkn sglaX hdup qt adlah sang pemilik cinta i2 sendiri,yaitu ALLAH SWT,, bukan malah kpda ciptaanx yg tak bs mmberikn kebahagian yg kekal,,,
makna cinta tu sangat meluas an….cinta bukan hanya pada manusia sahaja…cinta pada alam sekitar,binatang,tumbuh tumbuhan,dan yang paling penting cinta pada allah..
wadoooh,……..smoga w terobsesi!!!!!!??????
assalamualaikum..moga2 tips motivas yg dpat d berikan kepada kita akan d gunakan sebaik mungkin…amin
Motivasi diri untuk terus melangkah maju ke depan yang dilandasi keikhlasan yang murni dalam naungan ridho Alloh.
Cintailah yang layak kita cintai.
Kadar kecintaan kepada Alloh harus melebihi kecintaan kepada yang lain.
Ada cinta pasti ada pengorbanan, berkorbanlah dengan penuh keridhoan.
trims .tp apakah cinta adalah segalanya dalam hidup.mhon djelskan ya
bagus tuch bwt motifasi ,.tanks ea bwt smuanxa,.n moga aj brmanfaat
setuju banget sama bapak…
Tautkan hatiQ pd-Mu ya Robb…
yupz,, bner bgt tu… tp sulit bgt tuk mnanamkan cinta kpd Allah yg bgt bzar,, ksih tau cranya d0ng pak??
makasih ya…..
q temukan arti cinta yg s’jt..tq mas…
bagus sekali ya motivasi di website ini..
sekalian promosi nih,,
kunjungi juga
ariefdangerz.blobspot.com
Betul , kerasa ea kl kt mencintai pekerjaan dan profesi kita cekarang , ^_^
assalamualaikum
that amazing article…
cinta adalah daya disetiap daya yang diberikan Tuhan.
Terima kasih..
Jazk materi motivasiy,..alhamdull byk manfaatnya.
sangat bermanfaat…
terima kasih banyak atas motivasinya mas. . .!!!