Menjadi Pribadi yang Kuat dan Tangguh Untuk Meraih Sukses

Mengapa kita harus menjadi pribadi yang kuat? Karena Anda tidak akan sanggup mengangkat sebuah gelas berisi air pun, jika Anda tidak punya kekuatan. Mungkin Anda pernah mengalami atau melihat seseorang yang sakit, tidak bisa mengangkat gelas hanya untuk sekedar minum.

Sementara untuk menjalani hidup, jangankan untuk meraih sukses atau kemenangan, untuk bertahan hidup pun kita membutuhkan kekuatan. Semakin kuat kita, akan semakin besar dan berarti apa yang akan kita dapatkan. Menjadi pribadi yang kuat adalah salah satu syarat jika Anda mau sukses.

Cara meraih sukses adalah berjuang dan berjuang membutuhkan kekuatan. Banyak orang gagal, karena mereka tidak kuat dalam menjalani proses menuju sukses. Kabar baiknya, kekuatan yang dimaksud bukanlah kekuatan fisik, meski dibutuhkan, tetapi bukan yang utama.

Dan menjadi kuat itu lebih dicintai Allah:

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.”

(HR. Muslim)

menjadi pribadi yang kuat

Mengelola dan Mengoptimalkan Kekuatan Yang Sudah Ada

Sebenarnya, kekuatan manusia itu sudah mencukupi untuk meraih sukses yang luar biasa. Allah memberikan potensi yang luar biasa kepada manusia dan tidak ada beban dalam hidup ini yang tidak bisa kita pikul. Artinya, jika Anda melihat beban hidup itu sangat berat, percayalah Anda memiliki kekuatan untuk memikulnya.

Jika Anda merasa, untuk meraih sukses itu berat, sebenarnya kekuatan Anda sudah mampu untuk mengatasinya. Anda akan mampu meraih sukses.

Kekuatan Manusia Ada Habisnya

Banyak yang mengatakan, kekuatan manusia itu terbatas atau ada habisnya. Ya tentu saja. Namun bukan berarti akan habis selamanya. Setelah energi Anda habis, kekuatan Anda akan bisa kembali terisi. Baik kekuatan fisik, mental, maupun ruhiah, semuanya bisa terisi kembali.

Memang, kita perlu faham, bahwa kekuatan bisa habis dan juga bisa terisi kembali. Yang penting adalah kita bisa mengelola dan mengoptimalkan kekuatan kita.

Optimalkan Saat Penuh

Coba perhatikan hari-hari Anda. Anda mungkin pernah merasa begitu bersemangat dan bernergi. Di waktu lain Anda merasa lelah, lesu, dan loyo. Biasanya, dipagi hari merasa semangat, sore hari mulai merasa lelah dan ingin istirahat. Ini adalah hal yang wajar.

Salah satu triknya adalah, optimalkan disaat kekuatan Anda penuh. Misalnya dengan mengerjakan hal-hal berat diwaktu pagi. Sebagai contoh, menulis artikel adalah pekerjaan berat, maka waktu terbaiknya adalah dilakukan dipagi hari. Ya, seperti artikel ini, ditulis di pagi hari.

Kadang kita melihat ada orang yang energinya sangat tahan lama. Mereka bisa bekerja sampai larut malam tanpa kehilangan yang berarti. Bagaimana caranya? Kita perlu mempelajarinya, sebab semakin kuat daya tahan kita, akan semakin lama kita sanggup bekerja pada level kinerja yang baik, dan akan semakin besar dan cepat hasil yang kita raih. Nanti akan kita bahas.

Berikan Waktu Untuk Mengisi Ulang

Disaat energi Anda mulai terasa berkurang, maka isi ulanglah. Seperti HP, dicharge kembali agar baterainya penuh. Begitu juga dengan Anda. Makan dan minum salah satunya, kemudian penyegaran mental dan ruhiah jangan dilupakan. Banyak yang hanya fokus mengisi ulang energi fisik, namun lupa pada energi mental dan ruhiah.

Tidur yang cukup adalah cara untuk memberikan kesempatan dalam tubuh kita untuk mengisi ulang energi. Maka biasakan tidur yang cukup, jangan suka bergadang, menonton TV sampai larut malam. Ingat, energi Anda ada habisnya dan perlu diisi ulang.

Jangan sampai seperti orang yang mengeluh capek, tetapi menghabiskan malam dengan bergadang nonton TV.

Hemat Kekuatan Anda

Karena kekuatan energi kita ada batas setiap hari, maka kita perlu menghemat energi kita. Banyak yang mengaku lelah, mungkin karena banyak energi yang terbuang percuma, sehingga cepat habis sebelum kita menghasilkan sesuatu yang penting dalam hidup kita.

Fokus Pada Yang Terpenting

Langkah pertama untuk menghemat energi adalah fokus pada yang terpenting. Agar kita bisa memfokuskan pada yang terpenting, maka kita harus mengetahui apa yang terpenting dalam hidup kita. Ini harus Anda fahami. Jika Anda tidak memahami apa yang terpenting dalam hidup Anda, maka mungkin selama ini Anda selalu menyia-nyiakan energi.

Mulailah merenung, memikirkan, dan mencatat, apa sich yang terpenting dalam hidup Anda. Bagi seorang Muslim, akhirat adalah yang terpenting kemudian kewajiban kita kepada orang tua dan keluarga. Maka ingatlah ini dan jadikan prioritas dalam hidup Anda.

Hindari Kebocoran-kebocoran Kekuatan

Banyak orang yang menghabiskan energinya (bocor) karena terlalu banyak memikirkan dan melakukan hal-hal yang tidak penting. Salah satu hal yang tidak penting dan menguras energi adalah karena terlalu memikirkan pendapatkan orang lain. Juga perasaan khawatir dan takut. Dan, juga marah serta kecewa kepada orang lain dan kondisi.

Lakukan disiplin persepsi positif dan berbaik sangka. Inilah cara terbaik untuk menghindari kebocoran energi yang akan menjadikan Anda lemah.

Bangun Kebiasaan-kebiasaan Kunci

Setelah Anda mengetahui apa yang terpenting dan kebocoran energi, maka Anda bisa membangun kebiasaan-kebiasaan kunci. Yaitu kebiasaan yang fokus pada yang penting dan kebiasaan yang mengurangi atau menghindari bocornya energi.

Diantara kebiasaan kunci itu, selain kebiasaan berkaitan ibadah, diantaranya

  • Berpikir diawal pagi untuk memikirkan hal apa yang terpenting dilakukan hari ini.
  • Kebiasaan bersyukur, agar pikiran kita fokus pada yang positif, bukan yang negatif.
  • Kebiasaan berbaik sangka, menemukan makna dan hikmah, dari setiap peristiwa.
  • dan sebagainya.

Cara Menjadi Pribadi yang Kuat dan Tangguh

OK, lalu bagaimana caranya menjadi kuat dan tangguh? Yang dimaksud kuat dan tangguh disini bukanlah hanya kuat fisik semata seperti atlet angkat berat juara dunia. Kekuatan fisik penting, tapi bukan hanya itu yang kita butuhkan untuk sukses.

Menjadi Pribadi yang Kuat dan Tangguh Dengan 3 Sumber Kekuatan Ini

Menjadi pribadi yang kuat dan tangguh, haruslah membangun 3 kekuatan ini. Jika kurang salah satunya, maka Anda akan lemah.

Kekuatan Ruhiah

Kekuatan terpenting adalah kekuatan ruhiah. Caranya adalah terus belajar untuk selalau ikhlas dalam melakukan aktivitas kita. Ikhlas itu adalah bertindak atau beramal hanya untuk dan karena Allah. Jika ikhlas sudah kita miliki, semuanya akan terasa menjadi lebih ringan.

Sering kali kita merasa berat melakukan sesuatu, bukan karena diri kita yang lemah, tetapi karena hati kita kurang ikhlas. Dari ikhlas kita akan memiliki akhlaq shabar. Dengan keshabaran kita akan memiliki kekuatan 10X lipat dibanding orang yang tidak shabar.

Kekuatan ruhiayah dibangun dengan ilmu, dzikir, dan amal.

Kekuatan Pikiran

Ada banyak perintah kita menggunakan pikiran. Umat Islam juga diwajibkan untuk terus menuntut ilmu. Artinya kita diperintahkan untuk memiliki kekuatan pikiran.

Kita akan berpikir dengan kuat jika diri lepas dari pengaruh hawa nafsu dan emosi negatif. Kabar baiknya, semakin ikhlas diri kita akan semakin lepas dari jeratan hawa nafsu. Jika kita melepas diri dari hawa nafsu saat berpikir, maka pikiran kita akan jernih dan akurat.

Dan kekuatan berpikir kita akan semakin kuat jika kita juga dibekali oleh ilmu. Pikiran akan membutuhkan dasar berpikir. Dan dasarnya adalah ilmu. Yang utama dan pertama adalah ilmu syar’i yang akan selalu menjadi timbangan utama dalam berpikir. Jika bukan timbangan syar’i yang Anda gunakan, maka timbangan sesat yang akan Anda gunakan.

Kekuatan Fisik

Kekuatan fisik tetap dibutuhkan. Saya tidak mengatakan Anda menjadi kuat seperti para atlit. Kecuali Anda mau menjadi atlit, yang dimaksud kekuatan fisik adalah dimana Anda bisa tetap bekerja keras, tidak mudah capek, dan tidak mudah sakit. Dan ini bisa didapatkan dengan gaya hidup secara keseluruhan yang baik.

Olah raga yang cukup dan sangat penting juga memilih gaya hidup yang sehat. Tidak biasa bergadang, tidak merokok, memilih makanan yang halal dan thoyyib.

Dan penting sekali, kekuatan fisik kita sangat dipengaruhi oleh kekuatan mental dan ruhiah. Kekuatan mental dan ruhiah akan mempengaruhi kekuatan fisik Anda. Jika kekuatan mental dan ruhiah Anda kuat, akan memperkuat juga kekuatan fisik Anda. Sering kali, orang yang sercara fisik terlihat lemah, namun menghasilkan kerja yang luar biasa karena memiliki kekuatan mental dan ruhiyah.

Melatih Kekuatan Diri Agar Lebih Kuat

Sekarang bagaimana cara agar menjadi orang yang lebih kuat? Diatas sebenarnya sudah dibahas, bagaimana ruhiah, pikiran, dan fisik Anda menjadi lebih kuat. Sekarang ada strategi praktis yang akan menyatukan itu semua.

Sukai Tantangan Jika Mau Menjadi Pribadi yang Kuat

Ya, sukai tantangan. Lakukan sesuatu yang menantang dimana akan menuntut kekuatan ruhiyah, pikiran, dan fisik. Mungkin kita sudah faham berkaitan dengan kekuatan fisik yang hanya akan bertumbuh jika kita melatihnya. Misalnya otot kita akan semakin kuat jika kita melatihnya dengan mengangkat beban yang berat.

Begitu juga dengan ruhiyah dan pikiran. Akan terlatih saat Anda menghadapi hal-hal yang cukup menantang. Sebagai contoh, dalam bisnis, buatlah target yang menantang dengan resiko yang cukup besar. Saat ada ketakutan dalam diri Anda, itu tanda sudah cukup menantang.

Dengan meraih target yang menantang, yang membuat kita takut, maka secara otomatis kita akan mengoptimalkan kekuatan ruhiyah, pikiran, dan fisik. Dari sinilah kita melatih dan memperkuat kekuatannya. Lakukan terus sampai Anda merasa nyaman. Jika sudah nyaman, kekuatan Anda sudah meningkat. Kemudian, naikan lagi tantangan Anda dan seterusnya.

Jadi, jika Anda ingin menjadi pribadi yang kuat, sukai tantangan, jangan cari yang mudah-mudah saja.

Kekuatan Itu Menular

Kekuatan juga menular. Jika Anda sering bersama orang-orang kuat, maka Anda bisa tertulari kekuatan tersebut. Sebaliknya jika Anda sering bersama orang-orang lemah, maka Anda bisa tertular lemah. Sangat penting untuk memilih dengan siapa Anda bersama.

Bukan pilih-pilih teman, namun dengan siapa Anda paling sering dan paling lama, itu bisa mempengaruhi kekuatan Anda. Terutama kekuatan ruhiyah dan mental. Maka tambahkanlah orang-orang kuat dalam lingkaran kehidupan Anda.

Jika Anda berada di lingkungan orang-orang yang lemah (cirinya penuh dengan emosi negatif), maka Anda harus membuat perlindungan diri agar tidak tertular emosi negatif mereka. Kuncinya ada dipikiran Anda untuk tidak membiarkan kata-kata dan perasaan mereka mempengaruhi Anda.

Tips menjadi pribadi yang kuat adalah, perbanyak teman yang kuat dan bangun pertahanan diri dari pengaruh teman-teman yang lemah.

Penutup

Alhamdulillah, artikel yang cukup panjang. Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi agar Anda menjadi orang yang lebih kuat sehingga lebih dicintai Allah. Semakin banyak Muslim yang kuat baik secara ruhiyah, pikiran dan fisik, mudah-mudahan memberikan kontribusi bagi umat, bagi kemajuan dan kejayaan Islam.

Demikianlah beberapa tip dan wawasan tentang menjadi pribadi yang kuat, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield