Manajemen Qalbu

Jika Impian Hancur Berantakan

November 16, 2009


(Last Updated On: August 21, 2011)

1157637_lollypop“Hancur sudah impian saya. Apa yang bisa saya lakukan?” Tidak asing membaca kalimat ini? Setidaknya kalimat yang senada. Dan ini adalah wajar, tidak semua yang kita impikan akan tercapai meski kita sudah ikhtiar dengan optimal. Banyak kemungkinan mengapa impian kita hancur.

Bisa jadi Allah menunjukan kepada kita, bahwa impian kita itu bukan yang terbaik bagi kita. Bisa jadi Allah memberikan hikmah kepada kita lewat kehancuran impian Anda. Bisa jadi Allah menguji kita. Bisa jadi Allah akan memberi sesuatu yang jauh lebih baik dibanding impian kita. Bisa jadi …. yah, banyak sekali kemungkinan.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah:216)

Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap saat impian kita hancur berantakan. Banyak orang yang berhenti, menyerah, dan hanya mengeluh. Dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali sakit hati yang semakin menggunung. Mereka beranggapan bahwa mereka tidak lagi perlu bermimpi karena mimpi mereka sudah hancur.

Tidak, sahabatku. Kata siapa impian itu hanya satu? Kita bisa membangun impian yang lain dan mengejarnya lagi. Ingatlah apa yang Anda impikan selama ini bukanlah satu-satunya impian. Dan juga belum tentu yang terbaik. Atau…

Kata siapa cara meraih impian cuma satu? Jika satu cara salah, kita bisa coba cara lain. Mungkin juga kita kurang optimal dalam meraih mimpi. Mungkin strategi kita salah, maka rumuskan strategi baru. Mungkin taktik kita salah, maka rancanglah taktik baru.

Berhenti adalah cara pasti untuk gagal. Lebih parah lagi, berhenti akan menjadikan kita tidak lagi menggampai mimpi-mimpi yang lain. Jika impian Anda hancur berantakan, maka bangunlah mimpi baru dan/atau lakukan cara baru dalam meraihnya.

Sebagai penutup, mari kita renungkan hadits berikut:

Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.club/
Follow Me

Latest posts by Rahmat Mr. Power (see all)

4 Comments

  • Reply Motivasi Kerja November 18, 2009 at 5:20 pm

    Kalimah yang sering kita dengar dari mulut mereka yang gagal. Impian tidak kesampaian kalau dalam pepetah Melayu. Impian kita gagal kerana mungkin kita tidak punya hati yang cekal dan tawakkal pada Allah, atau mungkin juga kerana perancangan kita juga tidak bagus.

  • Reply assifah November 19, 2009 at 2:50 pm

    Kondisi diatas saya yakin pernah dialami banyak orang, termasuk saya. hal yang paling pilar yang akan membuat kita bertahan adalah iman. Dan tentu saja nasihat adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan bagi orang yang sedang dalam kondisi hancur impiannya…

  • Reply Akar December 2, 2009 at 1:39 pm

    Ketika keinginan dan rencana tidak terwujud yang berisikan impian-impian, maka ada 2 pilihan, yang pertama adalah mewujudkan kembali keinginan itu dengan nilai berlipat-lipat atau yang kedua, menuntaskan semua rencana itu dengan niali NOL besar atau bahkan MINUS.

    Pilihan pertama, perlu landasan mindset yang kokoh bahwa dibalik semua itu harus ada usaha optimal serta ada Allah sebagai sang maha penentu. Jika “kegagalan” itu diyakini bahwa Allah terlibat dalam prosesnya, maka harus diyakini pula bahwa ada sesuatu yang lebih basar yang akan bisa kita dapatkan, atau minimal akan ada yang lebih baik dibandingkan dengan mimpi-mimpi kita. “Kegagalan” yang tak sedikitpun kita sesali, bersabar dan tetap berusaha adalah merupakan bola salju yang bergulir, semakin besar dan kuat. Believe it or not, please believe it !!!

    3 or 4 bln yang lalu, saya berniat menjual sebidang tanah, saat itu uang sebesar 100 ribu cukup besar buat saya, bisa buat makan dan ngantor 4-5 hari.
    Ada penawar via tlp yang berani beli Rp. 500 rb/m, namun saya tahan di harga Rp.600rb dengan asumsi kalau dia tdk mau, besok saja saya deal kalau ketemuan, totalnya rp 600 jt, kan mantap punya duit segitu …!
    Namun ketika saya follow up 3 hari kemudian, dia sudah dapat pilihan lain…, saya menyesal, membayangkan uang 600 jt.
    Namun dengan keyakian keterlibatan dan ketentuan Allah, saya hilangkan penyesalan itu, kembali semangat hidup dengan uang Rp 50rb untuk 3 hari yang dijatah oleh istri, buat makan dan beli bensi. Hm… never mind…!
    hanya saja kesedihan datang jika ke 3 anak saya minta dibelikan sesuatu…!

    3 hari yang lalu, saya main kelokasi tanah saya, dan tidak jauh dari situ ada tanah orang lain yang dipasang papan pengumuman untuk dijual, terus terang saja saya aga ‘gelap’ dengan harga pasaran saat ini, jadi saya tlp ke pemilik tanah itu, pura-pura mau beli. Dan cukup mengejutkan ketika dia menyebutkan harga jual adalah Rp. 1.100.000 m.

    Segala puji bagi Allah untuk penundaan penjualan tanah saya seluas 1200 m.

  • Reply etik September 30, 2012 at 12:07 pm

    Menangislah setelah itu segera bangkit.yakin semua sudah tertulis jadi ikhlas walpn sngt sulit.PASTI BISA!

  • Leave a Reply

    WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield

    eBook Gratis Untuk Anda :)

    Terima kasih, saya sudah daftar ...