Cara Merubah Diri Menjadi Lebih Baik Menurut Islam

Jika kita bertanya bagaimana cara merubah diri menjadi lebih baik menurut Islam, jawabannya ada di iman dan ilmu.

Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat.” (QS Al Mujadilah ayat 11).

Saya yakin, saat Anda mencari informasi berdasarkan Islam, artinya Anda orang beriman. Apa yang akan dibahas disini akan saya fokus kepada ilmu, dimana masih banyak umat Islam yang masih lemah disini.

Jika Anda ingin lebih baik, dunia dan akhirat, maka jawabannya adalah dengan ilmu. Seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i

Barangsiapa yang ingin sukses di dunia maka hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang ingin sukses di akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin sukses pada keduanya (dunia dan akhirat) maka hendaklah dengan ilmu (pula)” –Imam Syafi’i

Lalu ilmu apa saja yang harus kita pelajari? Bagaimana caranya agar kita bisa belajar? Inilah yang akan kita bahas di artikel ini.

BTW, sebenarnya kata yang lebih tepat adalah mengubah diri, bukan merubah diri. Saya gunakan kata merubah, karena masih banyak orang yang menggunakan kata merubah di Google.

Cara Merubah Diri Menjadi Lebih Baik Dengan Ilmu

Jadi, jika Anda ingin lebih baik, maka tuntutlah ilmu, artinya belajar. Kita harus mengalokasikan waktu untuk belajar, meski kita bukan lagi pelajar atau mahasiswa, sebab kewajiban belajar tidak ditentukan oleh umur.

Berapa pun usia Anda, alokasikan untuk belajar.

Ada banyak ilmu bahkan tidak terhitung. Lalu apa saja yang harus kita pelajari? Karena kita tidak mungkin mempelajari semua, maka kita perlu memprioritaskannya.

Prioritas Pertama: Ilmu Agama Untuk Sukses di Akhirat

ilmu fardlu 'ain

Ini hukumnya wajib atau fardhu agar akidah dan ibadah kita benar serta diterima Allah. Agar amal kita memberikan manfaat dan tidak sia-sia.

Berkaitan dengan ilmu agama yang wajib, ini pun dibagi dua:

  1. Fardlu ‘Ain
    • Ilmu Fiqih agar ibadah kita syah.
    • Ilmu Aqidah agar aqidah kita benar.
    • Ilmu Hati agar hati kita bebas dari berbagai penyakit hati.
  2. Fardlu Kifayah
    • ilmu hadis,
    • ilmu tafsir,
    • ilmu kedokteran,
    • ilmu biologi
    • dan lain sebagainya

Sumber: https://islam.nu.or.id/ubudiyah/tiga-ilmu-yang-wajib-dipelajari-setiap-muslim-lZ1q1

Minimal yang fardlu ‘ain dulu. Tentu akan lebih bagus jika ditambah dengan fardlu kifayah.

Prioritas Kedua: Ilmu Yang Menjadikan Anda Lebih Baik Sesuai Peran Anda

sukses sesuai peran

Sekali lagi, karena ilmu itu banyak, maka kita bisa memprioritaskan ilmu-ilmu yang menjadi Anda lebih baik sesuai dengan peran Anda.

Untuk lebih jelasnya, akan saya berikan sebagai contoh:

  • Untuk seorang ibu, maka perlu belajar bagaimana cara menjadi ibu yang lebih baik.
  • Untuk seorang ayah, maka perlu belajar bagaimana cara menjadi ayah yang baik.
  • Untuk seorang karyawan, maka perlu belajar menjadi seorang karyawan yang baik.
  • Untuk seorang pebisnis, maka perlu belajar menjadi seorang pebisnis yang baik.
  • dan sebagainya, yang intinya belajar untuk menjalani peran Anda sebaik mungkin.

Dan pastinya, setiap orang tidak hanya memegang satu peran saja. Seorang lelaki dewasa sering kali memegang peran sebagai suami, ayah, pebisnis, da’i, dan lainnya sekaligus. Maka kita perlu mengalokasikan waktu untuk belajar masing-masing peran.

Untuk dua prioritas ini pun sudah terlihat sangat banyak, apalagi jika kita mau mempelajari segalanya. Namun bukan berarti kita akan menghabiskan waktu untuk belajar saja. Yang kita perlu lakukan adalah mengalokasikan waktu untuk belajar.

Saya tidak mengatakan kalau ilmu-ilmu lain tidak penting. Artikel ini saya tujukan bagi Anda yang sibuk namun tetap ingin menjadi lebih baik. Maka kita perlu memprioritaskan. Berbeda dengan Anda yang punya waktu lebih luas atau masa-masa belajar, maka pelajarilah ilmu lebih luas lagi.

Dari sini kita semakin sadar tentang pentingnya waktu, sehingga tidak lagi menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak berguna sama sekali.

Cara Menggatasi Hambatan Dalam Belajar

Setelah memahami pentingnya mempelajari ilmu, kemudian memahami ilmu apa saja yang perlu kita prioritaskan, sering kali masih banyak yang kesulitan untuk belajar karena menghadapi beberapa hambatan.

Berikut beberapa kesulitan yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

  1. Tidak ada waktu
  2. Merasa sudah tidak bisa belajar
  3. Tidak punya biaya untuk belajar

Mari kita bahas solusinya.

Alokasikan Waktu Anda Semampunya

alokasikan waktu

Sebagai contoh “tidak punya waktu untuk menghadiri pengajian atau majelis taklim”. Memang, idealnya yang namanya belajar agama itu kita harus mendatangi tempat belajar. Harus ada guru yang membimbing kita.

Tapi waktu kita sangat terbatas sehingga kita tidak bisa hadir secara rutin setiap pekan apalagi setiap hari. Lalu harus bagaimana?

Islam adalah agama yang mudah. Mudah di sini adalah kemudahan dalam menjalankan perintah Allah SWT dan Sunnah Rasulullah SAW. Salah satu ciri kemudahannya itu terletak dari banyaknya pilihan dalam beribadah dan beramal shalih. Untuk itu, para ulama membuat kaidah:

“Apa-apa yang tidak bisa dilakukan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.”

Jadi, jangan karena waktu kita sempit kita tidak belajar sama sekali.

Alokasikan waktu semampu kita, manfaatkan itu. Jika tidak bisa hadir atau keluar rumah, maka belajarlah di rumah. Banyak sekali cara belajar di rumah. Mulai dari buku, video, artikel, dan sebagainya. Mungkin tidak ideal, tetapi jika bisanya baru seperti itu, maka lakukan saja seperti itu.

Saat memungkin kita belajar secara ideal, maka lakukan meski belum bisa rutin. Jangan sampai karena tidak bisa rutin kita meninggalkannya sama sekali.

Jika aku memerintahkan sesuatu, maka kerjakanlah sesuai dengan kemampuan kalian. (HR. Bukhari no: 6771)

Menjadikan Otak Kita Selalu Siap Belajar

pikiran terbuka

Banyak orang yang beranggapan, otaknya sudah tidak sanggup belajar. Sehingga mereka berhenti belajar.

Saya tidak mengatakan itu bohong. Mungkin benar. Suatu saat kita ada dalam kondisi dimana otak kita tidak lagi bisa menerima pelajaran. Baik saat mendengarkan pengajaran, membaca buku, menonton video, dan sebagainya.

Namun itu bukan hal yang permanen. Dalam kondisi normal, otak itu bisa belajar sampai usia tua. Saya, mungkin kita semua faham, banyak ilmuan, para kiyai, profesor, dan sebagainya yang terus belajar meski usia mereka sudah sepuh. Dan bisa.

Saat otak kita merasa jenuh, artinya otak kita perlu penyegaran sehingga mampu untuk menerima pembelajaran. Jadi bukan permanen, mungkin otak kita hanya lelah, banyak beban, dan sebagainya.

Lalu bagaimana cara menyiapkan otak kita agar siap belajar? Diantaranya:

  1. Pertama benahi mindset, bahwa apa pun profesi, usia, jenis kelamin, dan siapa pun, Anda masih bisa belajar.
  2. Ringankan dulu beban pikiran. Caranya:
    • Catat yang perlu dicatat agar tidak membebani otak. Termasuk tugas yang harus dilakukan, pertanyaan yang perlu dijawab, dan sebagainya.
    • Refreshing atau penyegaran otak. Salah satunya melakukan aktivitas yang tidak membebani pikiran. Cara terbaik menurut saya adalah dengan membaca al Quran atau dzikir.
  3. Mindset kedua: belajar bukan beban justru belajar akan memudahkan hidup kita dan menjadikan kita menjadi lebih baik.
  4. Mindset ketiga: belajar itu menyenangkan, miliki kepuasan saat mendapatkan ilmu baru dan kemampuan baru.
  5. Jadikan hal-hal sulit sebagai tantangan yang menyenangkan.
  6. Berteman dengan orang-orang yang suka belajar.

Mulai Dari Cara Hemat Biaya

Banyak cara belajar yang gratis, tidak mengeluarkan biaya banyak. Untuk belajar ilmu agama, pengajian dan majelis taklim itu gratis. Mungkin ada yang berbayar, biaya berbentuk training atau kursus khusus. Tapi yang gratis juga buanyak. Asal mau.

Begitu juga belajar yang lainnya. Kita bisa memanfaatkan internet untuk belajar secara gratis. Buka Google, cari topik yang sedang Anda pelajari. Atau gunakan Youtube. Sudah banyak hal yang bisa dipelajari secara gratis hanya bermodal kuota.

Belajar bisnis juga sama. Kita bisa belajar dengan cara magang atau bekerja. Sebagai contoh Anda mau bisnis makanan tertentu. Cobalah cari pekerjaan di perusahaan atau rumah makan makanan tersebut. Anda akan mendapatkan ilmu sambil dibayar. Jika sulit, coba tawarkan magang gratis. Anda dapat ilmu berharga tanpa harus bayar.

Atau silaturahim, bergaul dengan orang-orang yang sudah berhasil dibidang Anda. Jika sering bergaul, lama-lama ilmunya bisa Anda serap. Banyak orang suka berbagi.

Yang salah adalah menuntut atau memaksa orang untuk mengajari Anda. Tidak ada orang yang harus mengajari ANDA. Mulailah dari Anda bermanfaat bagi mereka, bukan langsung menuntut. Apalagi orang yang tidak dikenal. Bersikap baiklah. Bersikap brengsek malah akan menjadikan orang menjauh.

belajar online

Penutup

Cara menjadi orang yang lebih baik adalah dengan terus-menerus meningkatkan iman dan ilmu.

  1. Prioritas ilmu apa yang perlu Anda pelajari, mulai dari ilmu terpenting untuk sukses di akhirat dan ilmu yang sesuai dengan peran Anda.
  2. Anda harus mengalokasikan waktu untuk menuntut ilmu dan belajar, sesibuk apa pun. Jika tidak, Anda tidak akan pernah punya waktu.
  3. Ubah mindset Anda, bahwa Anda, seberapa pun usia Anda, tetap bisa belajar.
  4. Jika belum bisa menyediakan anggaran belajar, mulailah dengan cara-cara tanpa biaya atau gratis. Banyak caranya, kuncinya adalah kemauan.

Demikianlah bahasan bagaimana Cara Merubah Diri Menjadi Lebih Baik, mudah-mudahan bermanfaat.


Kunjungi Juga:

eBook dan Video GRATIS Zona Sukses

Mau Umroh? Meski Anda Tidak Punya Uang dan Belum Siap?

GRATIS eBook ABC System: Cara Jualan Online Yang LARIS

Video Course: Punya Banyak Pemasukan Dengan SATU Fokus Aktivitas

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WordPress Anti Spam by WP-SpamShield