Pola Pikir, Sikap

Bahaya Berdalih – Pasti Anda Tidak Mau Menerima Akibatnya

April 2, 2018
(Last Updated On: April 2, 2018)

Apa sich bahaya berdalih?

Berdalih (tauriah) adalah seseorang yang membicarakan sesuatu perkataan yang memiliki makna yang tidak dimaksudkan, tetapi yang dimaksudkan arti yang lain. Berdalih juga sering disebut berkelit. Tahukah Anda kalau berdalih bisa menghambat keberhasilan Anda?

Bahaya Berdalih

Jika dilakukan tanpa alasan syar’i, berdalih merupakan bencana yang berbahaya. Berdalih sering menjurus kepada ketidak jujuran, karena mengatakan sesuatu yang tidak benar. Karena ego, sering orang mencari alasan pembenaran lain sehingga tanpa sadar dia menganggap dalih dia menjadi benar, tidak merasa tidak jujur.

Padahal Rasulullah SAW selalu menekankan untuk selalu jujur. Beliau bersabda:”Berpegang teguhlah kamu dengan kejujuran, karena kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan menunjukkan ke syurga dan jika seseorang berlaku jujur dan terus berlaku jujur maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai orang yang sangat dipercaya.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Bahaya Berdalih Dari Segi Kesuksesan

Berdalih sering dilakukan untuk menyembunyikan sesuatu kegagalan atau kesalahan yang dia lakukan. Kenapa dia menyembunyikan? Karena dia takut akan pendapat orang lain terhadap dirinya, dia takut diejek atau dipandang rendah.

Berdalih juga bisa menjadi alat untuk lari dari pertanyaan orang lain. Ujung-ujungnya orang yang suka berdalih adalah orang yang tidak memiliki kepercayaan pada dirinya sendiri.

Bahaya berdalih ialah karena dengan berdalih, realita akan tertutupi, tidak nampak, sehingga tidak akan ada perbaikan. Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi.

Padahal jika kita tidak berdalih, selain kita bisa mengambil hikmah dari kesalahan dan kegagalan kita, kita juga bisa mendapatkan masukan berharga dari orang lain.

Lebih parah lagi, berdalih bisa menjerumuskan orang lain. Orang lain akan mengira dia berhasil sehingga mengikutinya, dan orang lain bisa ikut gagal. Bahaya lain ialah jika dalih Anda bisa dibaca oleh orang lain, akan menyebabkan berkurangnya kepercayaan orang lain kepada Anda, bahkan bisa hilang sama sekali.

Jadi, kesimpulannya janganlah berdalih, kecuali yang dibenarkan oleh syar’i.

Penyebab berdalih selain kurangnya percaya diri ialah karena kebiasaan orang tersebut yang biasa meremehkan atau menganggap sepele pekerjaan orang lain. Dia selalu menyoroti kekurangan yang dilakukan orang lain sehingga saat dia sendiri gagal atau memiliki kekurangan dia berupaya menyembunyikannya dengan berdalih. Orang memang suka bercermin pada diri sendiri.

Masih berani menerima akibat bahaya berdalih?

Apa Pun Bisa Dijadikan Dalih

Yang menyedihkan adalah kadang orang berdalih dengan agama. Dalih itu sering keluar dari orang malas, untuk menutupi kemalasannya dia berdalih dengan kata-kata dari agama seperti shabar, syukur, dan takdir.

Tentu kita harus menjadi orang yang shabar, dengan makna yang benar. Makna shabar yang paling mendekati adalah tangguh dalam kebanaran. Bukan diam tidak melakukan apa-apa. Rasulullah SAW pastilah orang yang paling shabar, tetapi tetap berperang disaat dibutuhkan.

Kebenaran (perintah dari Allah) mengharuskan berperang, maka berperang. Justru orang yang tidak berperang adalah orang yang tidak shabar. Dia tidak tangguh dalam menghadapi peperangan.

Saat Anda harusnya terus berusaha, disaat terpuruk, disaat harus meningkatkan kesejaheraan keluarga, maka berusahalah. Sementara orang-orang malas yang tidak mau berusaha akan berdalih bahwa dia bershabar dengan keadaanya.

Orang bershabar itu akan berperang jika memang itu keharusannya. Orang bershabar juga akan berikhtiar karena memang itu keharusan. Bukan diam berpangku tangan dengan dalih bershabar yang menutupi kemalasan.

Begitu juga bersyukur. Ini perintah Agama, harus kita lakukan. Tapi bukan berarti jadi tidak mau berusaha meningkatkan pencapaian. Ikhtiar untuk menjadi lebih baik tidak akan menghapus rasa syukur Anda. Syukuri yang ada dan tetap untuk berusaha meraih yang lebih baik.

Anda diberi nikmat potensi diri yang luar biasa. Apakah disebut bersyukur jika tidak dioptimalkan? Jika tidak dioptimalkan artinya potensi diri kita disia-siakan. Padahal masih banyak yang bisa kita lakukan dan masih banyak yang bisa kita raih dengan mengoptimalkan potensi diri kita.

Dan yang ketiga, yang sering dijadikan dalih adalah takdir. Dia mengklaim dirinya sudah ditakdirkan seperti itu. Kata siapa? Ya kata dia. Sehingga dia punya dalih untuk tidak berusaha lagi karena berdalih sudah ditakdirkan seperti itu.

Memang takdir yang sudah terjadi tidak bisa kita ubah. Anda terlahir lak-laki, maka itu sudah tidak bisa diubah lagi. Tapi Allah memberi kesempatan kepada kita untuk mengubah takdir di masa depan, jika kita menginginkannya. Bahkan Allah memberikan sarana kepada kita untuk mengubah takdir kita. Silahkan baca di artikel ini: Cara Mengubah Takdir.

Mungkin sekarang kita miskin. Takdir kita hari ini miskin mungkin sudah tidak bisa diubah lagi. Tapi apakah besok ditakdirkan miskin juga? Apakah 1-2 atau 5 tahun ke depan kita ditakdirkan miskin? Hanya Allah yang mengetahui. Jadi jangan mengklaim diri, sok tahu.

Kembali kepada tugas kita, ikhtiar semaksimal mungkin. Dan Anda jangan mengaku sudah maksimal jika belum membaca artikel ini.

Kunci Berubah

Berhenti berdalih akan menjadi kunci Anda berubah menjadi lebih baik. Fokus pada kebenaran jangan terus melakukan pembenaran terhadap kesalahan diri. Melakukan kesalahan adalah tidak apa-apa jika itu kesalahan bertindak yang bukan dosa.

Tapi saat kesalahan Anda ditutupi dengan dalih atau membenaran, maka Anda tidak akan pernah memperbaiki kesalahan itu. Pembenaran akan menutupi kebenaran sehingga Anda terus berada dalam kesalahan.

Melakukan kesalahan adalah wajar jika kemudian Anda menyadarinya, kemudian diperbaiki, sehingga menjadi benar. Yang salah adalah saat kesalahan ditutupi dengan dalih dan pembenaran sehingga kesalahan itu ada terus dalam diri Anda.

Anda tidak akan meraih hasil disaat kesalahan terus dilakukan. Misalnya Anda sudah mengetahui bahwa kendaraan Anda mengarah ke arah yang salah. Kecuali Anda menyadari kesalahan kemudian memeprbaiki arah, maka Anda tidak akan pernah sampai ke tujuan.

Akan lebih baik, terima saja kesalahan-kesalahan, termasuk yang dulu atau selama ini Anda tutupi dengan dalih. Kemudian ambil hikmahnya, kemudian pikirkan cara mengubahnya. Jika tidak mengetahui cara mengubahnya, artinya pelu belajar kepada orang lain.

Jangan biarkan kesalahan-kesalahan bersama Anda terus. Lakukan perbaikan diri jauh akan membawa hidup lebih bermanfaat daripada terus berdalih dan berdalih atau membela diri melakukan pembenaran.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.club/
Follow Me

2 Comments

  • Reply Rahmat August 21, 2007 at 9:51 am

    Silahkan gunakan formulir kontak kami, kemudian sebuatkan ebook apa yang Anda inginkan.

  • Reply rini August 21, 2007 at 4:11 am

    saya ingin bisa download buku gratisnya, gimana ya caranya makasih

  • Leave a Reply

    WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield

    X

    Download eBook Gratis


    Nama Depan :
    Alamat Email :