Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Waktu saya masih kecil, kakek dan nenek saya suka memelihara
ayam kampung. Kadang-kadang saya membantu nenek memberi
makan ayam-ayam peliharaan nenek. Memelihara ayam kampung
berbeda dengan ayam negeri. Ayam kampung pada siang hari
sengaja dilepas untuk mencari makan sendiri, sebagai makanan
tambahan.
Suatu saat salah satu ayam betina sedang bertelur. Nenek
menyediakan sarang untuk tempat bertelur, sebab jika tidak
disediakan sarang, ayam tersebut bisa bertelur di mana saja.
Kebetulan nenek ingin menetaskan telur-telur tersebut.
Sambil menetaskan telur ayam, nenek juga ingin menetaskan
telur bebek. Telur bebek tersebut "dititipkan" di sarang
ayam tadi. Telur ayam dan telur bebek akhirnya sama-sama
dierami oleh ayam sampai menetas.
Waktu itu saya sempat terpukau, biasanya ayam dan bebek
bermusuhan, tetapi kali ini tidak. Ayam tersebut memelihara
dengan baik anak-anaknya termasuk anak bebek tersebut. Anak
bebek tersebut mendapat perlakukan yang sama, dicarikan
makan dan dilindunginya. Begitu juga dengan anak-anak bebek,
mereka bertingkah laku seperti ayam. Mencari makan seperti
ayam dan menganggap induk ayam tersebut ibunya.
Keadaan ini berlangsung sampai "disapih", yaitu istilah
proses pemisahan anak-anak ayam dan ibunya. Penyapihan
dilakukan pada usia anak ayam tertentu dimana anak ayam
tersebut sudah bisa mandiri. Anak-anak bebek yang sudah
menjelang dewasa disatukan lagi dengan komunitas bebek
lainnya.
Setelah anak-anak bebek tersebut bergabung dengan komunitas
bebek lainnya, mungkin mereka sadar kalau mereka itu bebek
sehingga tingkah laku mereka pun menjadi tingkah laku bebek
pada umumnya.
Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap
dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai
mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek.
Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah
sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|