Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Coba bayangkan, hidup dengan seorang istri yang shalihah. Bukan
hanya shalihah juga merupakan pengusaha wanita yang sukses dan
kaya. Perdagangannya sudah bertaraf internasional dan memiliki
banyak distibutor yang siap menjual dagangan ke berbagai daerah
dan negara lain.
Selain itu, hidup disebuah kota dimana kakek serta paman-paman
beliau merupakan orang yang sangat berpengaruh di kota tersebut.
Tidak akan ada orang yang berani mengusik beliau. Beliau
mendapatkan penghormatan dari masyarakat bukan hanya karena
keluarganya yang berpengaruh tetapi pribadi beliau sendiri yang
memukau, yang terkenal dengan kejujurannya sehingga mendapatkan
gelar al amin.
Itulah kehidupan nyaman Rasulullah SAW sebelum menjadi seorang
Rasulullah. Semenjak beliau mengikrarkan akan membawa misi
mulia, menuju yang lebih tinggi, beliau benar-benar meninggalkan
kenyamanan yang beliau miliki selama ini.
Karena tidak mempan dengan bujukan harta, tahta, dan wanita, teror
yang datang mengganti bujukan tersebut. Ancaman, fitnah, dan
berbagai hal yang menyakitkan datang silih berganti agar beliau
berhenti menyebarkan risalah suci.
Beliau pernah hijrah ke negeri orang dengan melalui perjalanan
panjang dan mendapati kegagalan sampai akhirnya hijrah ke Madinah.
Beliau diancam untuk dibunuh, pengikut beliau diteror bahkan
tidak sedikit yang mengalami siksaan dan pembunuhan.
Kontras dengan sifat beliau yang lembut dan penyayang, beliau
harus memimpin berbagai perang yang ganas demi menegakkan kalimat
tauhid. Perang yang mengerikan dimana hampir selalu kekuatan
fisik lawan jauh lebih besar bahkan berlipat-lipat. Beliau pernah
terluka, kehilangan banyak sahabat bahkan paman tercinta beliau
Hamzah, semoga Allah meridlainya.
Itulah suatu perubahan yang dialami oleh manusia teragung
sepanjang zaman. Perubahan dari suatu kondisi yang nyaman menjadi
kondisi yang tidak nyaman, yang memerlukan banyak pengorbanan
dan kerja keras. Semua itu demi sebuah misi yang diperintahkan
Allah SWT kepada beliau, dan kita. Misi yang diperlukan untuk
membawa umat manusia ke tingkat yang lebih tinggi dari keterpurukan
yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|