Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah zuhud yang susah dicari
bandingannya diputaran sejarah peradaban manusia. Dia adalah khalifah
yang mampu meletakkan neraca keadilan bagi siapapun diantara rakyatnya,
baik kepada dirinya maupun orang lain, baik kepada keluarganya maupun
selainnya, baik kepada orang kaya maupun orang miskin. Dihampir setiap
langkah kehidupannya, kita dapat mengambil pelajaran berharga untuk
diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Maka tak salah jika saya menyebutnya sebagai seorang pemenang, yang
kebiasaannya bisa kita tiru. Berikut sebagian kecil kebiasaan-kebiasannya
yang dikutip dari buku Biografi Umar bin Abdul Aziz, karangan Abdullah
bin Abdul Hakam, GIP.
Umar Memulai dengan Salam
Sudah menjadi kebiasan Umar bin Abdul Aziz, dialah yang terlebih dahulu
mengucapkan salam ke arah pengawal jika ia keluar dan ia melarang mereka
berdiri menghormatinya. Umar berkata kepada mereka "Kalian jangan
mendahului dengan salam. Sesungguhnya, salam itu kewajiban atasku
bagi kalian."
Kezuhudan Umar dan Makanannya
Ketika Umar memegang tampuk pemerintahan, dia langsung zuhud di dunia
dan menolak apa yang ada di dalamnya. Ia tidak mau memakai khadim
serta meninggalkan berbagai jenis makanan. Jika Umar dibuatkan suatu
makanan, dia meletakan dan menutupkan sesuatu pada makanan itu,
hingga jika dia masuk lagi dan berhasrat untuk makan barulah dia
makan.
Ketawadluan Umar dan Bagaimana Dia Memperbaiki Lenteranya
Suatu malam, Umar kedatangan tamu yang memiliki keperluan kepadanya.
Tiba-tiba lenteranya padam. Umar segera berdiri membetulkan. Tamu-tamu
itu berkata kepadanya, "Wahai amirul mukminin, tidakkan kami saja
yang memperbaiki?" Umar menjawab, "Apa yang menghalangiku untuk melakukan
hal ini? Saat aku berdiri, aku adalah Umar bin Abdul Aziz dan ketika
aku kembali duduk, akupun tetap Umar bin Abdul Aziz."
Yang dikatakan Umar jika ada orang hendak menyampaikan hajatnya
Jika ada orang dirumahnya hendak menyampaikan hajatnya, Umar bin Abdul
Aziz berkata, "Baiklah aku penuhi jika kamu menginginkan. Semoga Allah
merahmatimu." Umar tidak pernah memerintah seseorang untuk memenuhi
hajat orang itu (artinya Umar selalu turun tangan sendiri memenuhi
hajat rakyatnya).
Umar tidak menunda pekerjaan hari ini untuk besok
Sebagian teman Umar berkata, "Hai Amirul Mukminin, sebaiknya kau naiki
tungganganmu dan beristirahatlah." Umar menjawab, "Siapa yang akan
mengantikanku melakukan pekerjaan hari ini?" Temannya berkata, "Kau
lakukan besok." Umar berkata, "Pekerjaan satu hari saja merepotkanku;
bagaimana jika pekerjaan dua hari bertumpuk dipundakku?"
Ada yang menyeletuk padanya, "Seungguhnya, Sulaiman biasa rileks
menunggang kendaraanya, santai, dan menyelesaikan pekerjaannya."
Umar berkata, "Tak ada satu hari pun di dunia yang diselesaikan
Sulaiman."
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|