Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Membidik
Salah satu kebiasaan seorang pemenang adalah membidik. Bukan berarti
suka menembak atau memanah, membidik di sini diaplikasikan untuk
berbicara dan memulai suatu bisnis. Arti dari membidik ialah menembak
ke satu sasaran dengan cermat.
Untuk mengilustrasikan bagaimana cara membidik, akan saya jelaskan
apa yang dilakukan pembidik atau penembak jitu.
Sasaran yang jelas
Hal pertama yang dipertimbangkan ialah apa atau siapa sasarannya.
Seorang pembunuh bayaran akan mempelajari terlebih dahulu tentang
sasarannya. Kebiasaannya sehari-hari, teman yang dihubungi sampai
jadwal kehidupan si sasaran (saya lihat di film). Begitu juga jika
kita akan menembak apapun kita harus bisa melihat dengan jelas
sasaran kita, jika tidak, ada kemungkinan akan meleset. Semakin
jelas sasarannya akan semakin akurat bidikannya.
Aplikasinya ialah dalam memilih bisnis harus tepat. Dengan memilih
bisnis yang tepat bisa mengurangi resiko dan mendapatkan keuntungan
yang besar. Kita harus tahu seluk beluk tentang bisnis. Pelajarilah
secara mendalam sebelum memulai berbisnis. Begitu juga dalam berbicara
kita harus tahu, dengan siapa kita bicara agar apa yang kita katakan
sesuai dengan pendengar.
Waktu yang tepat
Terutama jika sasarannya benda yang bergerak. Jika salah waktu, maka
bidikan akan meleset. Aplikasi pada bisnis ialah kita perlu
mempertimbangkan waktu yang pas untuk memulai suatu bisnis atau waktu
untuk memulai pemasaran.
Seorang pemenang tahu kapan kita harus bicara dan kapan harus diam.
Pemenang akan lebih sedikit berbicara, dia lebih banyak mendengar
sehingga dia bisa mengeluarkan kata-katanya pada waktu yang tepat.
Posisi yang pas
Pemilihan posisi juga diperhatikan oleh penembak jitu. Dia akan memilih
tempat yang strategis, tidak terhalang tetapi dirinya tersembunyi.
Begitu juga dalam memilih bisnis termasuk investasi real estate, lokasi
cukup menentukan terutama bisnis retail.
Antisipasi tindakan selanjutnya
Apa yang akan dilakukan setelah menembak, jika tembakan tepat sasaran?
Juga apa yang harus dilakukan jika tembakan meleset? Selalu ada rencana
selanjutnya, tidak mandeg. Kalaupun tidak berhasil seorang pemenang
selalu memiliki rencana kedua atau plan B.
Begitu juga dalam berbicara, kita harus memiliki persiapan yang matang,
antisipasi apa yang akan kita katakan selanjutnya. Lebih terencana pembicaraan
kita, maka akan lebih membawa hasil.
Sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip membidik pada bisnis dan
pembicaraan Anda?
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|