Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata:
"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai.
Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia
pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali
menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku."
Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara
mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman
bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang
telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini
untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang
meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa
banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan
golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta
orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah:249)
Dr. Ahzami S. Jazuli dalam menafsirkan ayat ini menekankan
akan pentingnya ujian lapangan bagi pengembangan diri.
Beliau melanjutkan, di antara keistimewaan Islam adalah
adanya sinkronisasi antara mitsali dan waqii (antara
idealita dengan realita).
Penyebab kemenangan pasukan Thalut lainnya ialah, karena
yang ada dalam benak pengikut Thalut yang minoritas ketika
mereka berperang: tujuan mereka adalah bertemu dengan Allah
SWT. Menurut Dr. Ahzami, mereka paham bahwa kemenangan bisa
diraih hanya semata-mata atas ijin Allah, bukan kepiawaian
berperang. Kemudian beliau menambahkan, kesabaran adalah
syarat mutlak untuk mendapatkan kemenangan.
Penafsiran Dr. Ahzami sangat selaras seperti apa yang
seperti penafsiran Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilalil
Quran, Sayyid mengatakan:
Kekuatan yang tersimpan (tersedia) di dalam jiwa itu tidak
lain adalah iradah (kemauan, tekad, kehendak), yaitu iradah
yang dapat mengendalikan syahwat dan keinginan, yang tegar
menghadapi kesulitan dan penderitaan, yang mampu mengungguli
semua kebutuhan dan keperluan, yang lebih mengutamakan
ketaatan dan mengemban tugas-tugas dan tanggung jawabnya
sehingga mampu melewati ujian demi ujian.
Selanjutnya Sayyid Quthb mengatakan bahwa tentara yang
diperlukan itu bukan sekedar jumlahnya besar, tetapi
haruslah dengan hati yang kokoh, kemauan yang mantap, iman
yang teguh, dan konsisten di atas jalan yang lurus.
Itulah yang menjadi bekal bagi Thalut beserta pasukannya
dalam mengalahkan Jalut dan tentaranya.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|