Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Apakah si Ujang pada cerita di atas akan tetap menjadi pengemis
atau hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik? Jangankan si
Ujang, kita sendiri pun tidak akan tahu apa yang akan terjadi di
masa mendatang. Apakah akan seperti ini atau akan lebih baik.
Pada artikel yang berjudul "Ikhtiar dan tawakal" saya telah
menjelaskan bahwa kita perlu berusaha meskipun pada akhirnya
kita bertawakal kepada Allah. Itulah yang diperintahkan
Rasulullah SAW untuk mengikat unta terlebih dahulu, baru kemu-
dian bertawakal kepada Allah SWT.
Sunatullah memang diciptakan dalam dua cara, yaitu dalam bentuk
sebab akibat. Allah menciptakan sebab akibat, seperti tidak
akan ada asap kalau tidak ada api. Air mendidih merupakan
akibat dari sebab dipanaskannya air tesebut. Di sisi lain Allah
menciptakan sesuatu tanpa sebab yang diusahakan manusia yang
kita sering menyebutnya dengan istilah nasib atau takdir
(meskipun kita perlu mengkaji lebih dalam tentang nasib dan
takdir ini, insya Allah). Kesimpulannya bahwa kita tetap
diperintahkan untuk berikhtiar dan bertawakal kepada Allah.
Pada kesempatan ini saya akan memfokuskan pada sunatullah yang
berbentuk sebab akibat. Kita tidak tahu hasil akhir yang akan
kita capai, tetapi menurut statistik yang disebut human error
atau kesalahan random hanya di bawah 2%. Kesalahan random inilah
yang sudah tidak bisa diperbaiki. Berbeda dengan kesalahan
sistematis, masih bisa diperbaiki karena selalu ada penyebabnya.
Begitupun dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan sistematis
lebih sering terjadi. Segala sesuatu yang terjadi kepada kita
sebagian besar ada sebabnya. Orang yang sukses kebanyakan karena
usaha dan kerja keras dibanding dengan keberuntungan. Sudah
banyak orang yang melakukan studi kepada orang-orang yang telah
sukses. Sebagian besar jawaban ialah karena memang mereka dengan
sengaja mengejar kesuksesan tersebut, sangat sedikit orang yang
mengatakan hanya keberuntungan.
Jadi jangan dahulu menyalahkan nasib atau takdir jika kita tidak
sukses sebelum kita berusaha secara optimal. Jika kita sudah
usaha secara optimal tetapi tetap saja masih tidak berhasil,
mungkin itu sudah takdir, tetapi jika baru mengusahakan sedikit
bahkan tanpa usaha sudah menyalahkan nasib atau takdir, itu
adalah salah besar.
Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi
langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui
terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.
Anda tidak perlu memikirkan sebab-sebab baru yang canggih atau
mutakhir, Anda hanya memerlukan sebab-sebab yang sudah terbukti
membuat orang lain sukses.
Jika orang lain sudah membuktikannya kenapa Anda tidak bisa
menggunakan sebab-sebab tersebut untuk kesuksesan Anda? Jadi
tidak ada alasan tidak bisa melakukan hal-hal yang menyebabkan
orang lain sukses. Sebab-sebab tersebut adalah sebab-sebab yang
realistis yang pernah dilakukan oleh orang lain. Sekali lagi,
jika orang lain bisa kenapa Anda tidak?
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|