Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Istiqomah bisa difinisikan sebagai keteguhan hati, tetap, tidak
berubah-ubah dan konsiten dalam suatu tindakan atau perjalanan.
Istiqamah sangat diperlukan dalam berbagai hal, sipiritual,
profesional, dan bisnis. Istiqamah adalah sikap yang sangat
penting dimiliki oleh setiap muslim, sebagai modal mengemban
misinya sebagai khalifak dimuka bumi. Tanpa sikap konsisten
kita akan kesulitan mencapai apa yang kita cita-citakan.
Istiqamah adalah salah satu akhlaq mulia yang diajarkan dalam
agama Islam. Disini menunjukan pentingnya akhlaq ini.
"Maka, tetaplah (istiqamahlah) kamu dalam jalan yang benar,
sebagaimana diperinthakan kepadamu." (QS Huud:112)
Dalam teori kesuksesan kita sering mendengar teori tentang
komitmen, yang jika diartikan akan sama dengan istiqamah.
Sehingga saya menyimpulkan bahwa jika seorang muslim telah
menjalankan ajaran-ajaran agamanya maka kita akan menjadi
orang-orang yang sukses dunia dan akhirat. Tapi kenyataannya?
OK, marilah kita sama-sama memulai membina diri kita menjadi
Muslim yang istiqamah termasuk saya dan Anda. Bagi Anda yang
sudah istiqamah mari kita tingkatkan terus tingkat keistiqamahan
kita setinggi mungkin. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu
kita tempuh untuk membentuk pribadi kita menjadi Muslim yang
istiqamah.
- Milikilah Tujuan yang Jelas
Apa yang kita lakukan sehari-hari? Muslim yang baik, setiap
tindakannya akan bermuara pada tujuan akhirnya yaitu ridha
Allah SWT. Ibadah ritual kita, berkerja, berbisnis, dan sebaginya
hanya untuk mencari ridha Allah. Tujuan inilah yang akan memberikan
arah tindakan kita, yang akan menjadi filter apa yang harus dilakukan
dan apa yang tidak boleh dikerjakan. Anda sudah melihat peran
sebuah tujuan? Begitu juga dalam kehidupan bisnis dan profesional
Anda. Kerja Anda akan lebih efektif dan terarah jika Anda mempunyai
tujuan yang jelas.
Istiqamah kita tidak akan ada jika kita tidak memiliki tujuan yang
jelas. Yang disebut tetap adalah bermuara pada satu hal, contohnya
angin tetap bertiup ke arah utara. Tidak mungkin disebut
tetap (istiqamah) jika arah angin berubah-ubah. Begitu juga kita
tidak bisa istiqamah jika arah kita berubah-ubah atau tidak memiliki
arah.
- Kreatiflah
Masih ada jalan ke Mekah, suatu ungkapan yang sangat baik untuk
menunjukan bahwa jalan atau cara mencapai suatu tujuan tidak satu,
kecuali menggapai ridha Allah, yang hanya satu jalan, yang hanya
satu cara yaitu Islam, yaitu menjalankan semua syariat Islam
yang sudah tertuang di dalam Al Quran dan Sunah Nabi SAW.
Tetapi untuk tujuan yang bersifat muamalah, kita diberikan jalan
yang banyak sekali. Inilah salah satu hikmah dari kaidah ushul fiqh
yang mengatakan bahwa untuk urusan muamalah, "semua boleh kecuali
jika dengan tegas dilarang". Orang yang kreatif akan bisa istiqamah
menuju tujuannya dengan mencari cara yang lain jika cara yang sebelumnya
gagal.
- Shabar
Shabar adalah elemen penting dalam istiqamah. Salah satu penyebab orang
tidak istiqamah ialah karena tidak sabar terhadap hasil yang tertunda.
Biasanya orang seperti ini akan mencari tujuan baru, jika hasil yang
diharapkan tidak juga dia capai.
Shabar juga memberikan kekuatan yang tak terhingga bagi kita. Allah
sendiri yang menjamin kemenangan dan keunggulan bagi orang-orang yang
shabar.
"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika
ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat
mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang
sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-
orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti."
(QS al Anfaal:65)
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|