Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Saat saya memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan suatu perusahaan
minyak, berbagai reaksi muncul. Ada yang positif ada juga yang negatif.
Reaksi postif muncul karena melihat bahwa masih banyak peluang termasuk
peluang yang lebih besar di luar. Ada yang mengatakan bahwa saya akan lebih
berhasil jika bekerja untuk diri sendiri, dari pada sebagai karyawan.
Sebaliknya rekasi negatif muncul akibat ketakutan akan kegagalan. Ada yang
menyuruh untuk pikir-pikir dulu, bahkan ada yang mengatakan saya nekat.
Wajah kagetpun sering saya jumpai pada saat saya menceritakan kepada orang
lain. Banyak yang tidak percaya jika saya meninggalkan sebuah pekerjaan yang
memberikan penghasilan tetap bulanan dengan jumlah yang boleh dibilang
lumayan.
Kedua tanggapan tersebut, saya sambut dengan positif. Tanggapan positif sebagai
dorongan semangat bagi saya. Dengan dorongan itu tentu saja memperbesar rasa
percaya diri saya. Sementara, tanggapan negatif adalah sebagai bukti bahwa
orang tersebut mengkhawatirkan masa depan saya, itu menunjukan bahwa dia
sayang kepada saya. Namun bisa saja tanggapan negatif menjadi penghalang
bagi saya untuk mencapai tujuan saya yang lebih besar lagi. Bisakah dia
bertanggung jawab jika saya tidak jadi menggapai impian saya?
Saya jadi teringat dengan cerita seorang Bapak, anak, dan seekor keledai.
Beda orang memberikan tanggapan yang berbeda. Saat anak yang menunggang keledai, orang
berkomentar bahwa anak itu anak yang tidak tahu diri membiarkan bapaknya berjalan
sedangkan dia enak-enak nunggang keledai. Saat bapaknya menunggang keledai,
orang lain mengatakan bahwa bapak tersebut tidak punya rasa kasihan, membiarkan
anaknya capek sendiri. Kemudian keduanya berjalan tidak menunggang keledai,
ada lagi yang berkomentar bahwa mereka bodoh, punya keledai koq tidak dimanfaatkan.
Apapun yang dilakukan oleh bapak dan anak tersebut selalu mendapat tanggapan
negatif dari orang lain.
Setiap orang berbeda, keyakinan Anda akan berbeda dengan keyakinan orang lain.
Anda yakin akan sukses, tetapi orang lain mungkin tidak yakin. Anda yang paling
tahu kemampuan Anda, Anda yang paling tahu rencana besar Anda. Justru keyakinan
Anda lah yang membuat Anda berbeda dari orang lain. Keberhasilan Anda adalah
ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|