Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Jika ditanya, apa yang Anda inginkan, tentu saja Anda
menginginkan banyak hal, mulai dari kebutuhan dasar sampai
keinginan untuk kesenangan atau kebahagiaan. Sebagian
keinginan meungkin sudah terpenuhi, tetapi masih banyak yang
belum dicapai.
Saat kita bermaksud akan bertindak mencapai tujuan tersebut,
sering terhalang oleh suatu benteng, yang seakan-akan tidak
bisa dilalui atau dirobohkan, sehingga keinginan tinggalah
impian, khayalanan, atau lamunan belaka. Kita sering
mengurungkan langkah kita yang sudah mulai melangkah, bahkan
tidak sempat melangkah karena baru dikepala saja.
Melupakan tujuan salah satu jalan yang sering diambil oleh
kebanyakan orang. Katanya untuk bahagia berharaplah lebih
sedikit. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika ada
orang lain ternyata mampu mencapai keinginan yang sama atau
lebih baik dari keinginan kita. Akan kita merasakan suatu
perasaan yang enak? Ataukah kita tersenyum dengan mengatakan
bahwa itu sudah rizki dia atau bukan rizki kita. Padahal
kita tidak sedikitpun untuk mengusahakannya.
Setiap orang punya tembok penghalang seperti Anda, tetapi
kenapa sebagian orang berhasil melaluinya sementara sebagian
-- termasuk Anda -- tidak mencapainya? Yang menjadi erbedaan
adalah orang yang berhasil adalah mereka yang mampu meroboh-
kan benteng yang menghalangi tujuan mereka. Bahkan tidak
sedikit hasil yang mereka capai begitu mengagumkan, dimana
menggambarkan benteng yang menghalanginyapun sangat tinggi.
Anda tahu benteng Anda mendapatkan sebuah rumah impian tidak
setinggi benteng Bill Gate yang mengejar ratusan juta dolar
Amrik. Tetapi kenapa dia bisa melalui benteng penghalangnya
sedangkan Anda tidak?
Meriam yang bisa Anda gunakan untuk menghancurkan benteng
tujuan ialah dengan pertanyaan. Tanyakanlah berbagai
persepsi dan asumsi Anda saat ini. Bandingkan dengan
berbagai asumsi dan persepsi orang lain, kenapa berbeda dan
dimana perbedaan. Terutama bandingkan dengan persepsi orang
yang telah berhasil dan mempunyai keberanian untuk bertindak
menghancurkan tembok penghalangnya.
Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena
bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap
pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai
yang Anda anut. Tanyakanlah pertanyaan-pertanyaan ini
terhadap persepsi Anda, kenapa, bagaimana cara mengatasinya,
dan adakah alternatif lain?
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|