Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Indra Dwi Noviyanto*
Bila dalam satu detik jantung berdenyut dua kali, berarti saya dapat
mengibaratkan tubuh ini sebagai sebuah mesin kendaraan yang sangat
kompleks yang memiliki bahan bakar alami: DENYUT JANTUNG. Jumlah denyut
jantung yang diberikan kepada setiap insan di dunia ini telah ditetapkan
besarnya. Tidak akan bertambah ataupun berkurang walaupun hanya satu
denyutan. Layaknya ibarat mesin, bahan bakar dalam tanki penyediaan akan
terus berkurang seiring dengan penggunaan kendaraan tersebut. Demikian
pula dengan jumlah denyut jantung yang diberikan kepada kita. Dari detik
ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, bulan ke bulan, hingga
tahun ke tahun, bahan bakar "denyut jantung" tersebut menjadi semakin
menipis persediaannya.
Seorang pemilik kendaraan yang bijak tentu akan mempergunakan bahan bakar
tersebut dengan sebaik-baiknya. Yang akan mengantarkan sang pemiliknya ke
tempat-tempat yang ditujunya. Lalu bila ada seorang pemilik kendaraan,
yang hanya menghidupkan mesin kendaraannya di dalam garasi tanpa pernah
dijalankan selama beberapa hari, sebutan apa yang dapat kita berikan
kepadanya? Padahal sangat jelas bahwa fungsi kendaraan adalah untuk tujuan
transportasi.
Demikian halnya kita sebagai hamba Allah SWT. Telah jelas bahwa maksud
penciptaan diri manusia adalah semata-mata untuk mengabdi kepada Allah
SWT. Telah ditetapkan pula jumlah "persediaan bahan bakarnya". Lalu akan
kita habiskan untuk apa "bahan bakar" ini? Apakah seperti orang bodoh yang
membuang bahan bakar kendaraan dari tanki persediaan agar nantinya menguap
hilang dengan sendirinya, seperti orang-orang yang berkata "hanya untuk
sekadar menghabiskan waktu" dengan melakukan hal yang sia-sia, menguap
hilang tanpa ada bekas.
Indra Dwi Noviyanto adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|