Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Pernahkan mendengar pepatah yang mengatakan bahwa "pengalaman
adalah guru yang bijak"? Saking pentingnya belajar pada guru
yang bijak ini, kita lihat di iklan lowongan kerja yang banyak
menulis kata "berpengalaman". Suatu kata yang tidak disukai
oleh para fresh graduate.
Namun sayang, banyak orang yang tidak bisa mengambil pelajaran
dari guru yang bijak ini. Ada orang yang mengalami kegagalan
yang sama berulang kali. Ada juga orang yang tidak mengalami
peningkatan berarti setelah puluhan tahun melakukan sesuatu
pekerjaan. Tidak sedikit orang yang memiliki usaha sejak
puluhan tahun yang lalu tetapi tidak ada peningkatan berarti.
Jangan sampai kita juga menjadi orang yang tidak bisa belajar
kepada guru yang bernama pengalaman ini. Bukan pengalamannya
yang salah, tetapi cara belajarnya yang salah atau bahkan tidak
belajar kepada sang guru ini. Bisa juga dia mengambil pelajaran
yang salah dari pengalaman.
Lalu bagaimana cara belajar pada pengalaman? Pengalaman
mengajarkan kepada Anda berupa keahlian. Cobalah evaluasi,
kemampuan Anda apakah semakin hari kemampuan Anda bertambah?
Jika tidak, berarti Anda belum belajar pada pengalaman. Sebagai
contoh, jika Anda membuat sesuatu selama 10 menit, maka suatu
saat Anda harus mengerjakan dalam waktu kurang dari 10 menit
atau waktu yang sama tetapi hasil yang lebih baik. Anda akan
dapat mengerjakan lebih baik, jika Anda belajar kepada
pengalaman tentang apa saja yang membuat lama dan apa saja yang
menyebabkan hasil pekerjaan tidak baik.
Pengalaman sebenarnya tidak menunjukan diri Anda. Tetapi guru
tersebut menunjukan apa yang telah Anda lakukan. Jika Anda
telah berhasil melakukan sesuatu, bukan berarti seperti itu
kemampuan Anda. Tetapi pengalaman tersebut hanya memberi tahu
kepada Anda bahwa Anda mampu melakukan hal tersebut. Apakah
Anda mampu melakukan lebih baik? Pengalaman tidak menceritakan
tetapi Andalah yang harus mencarinya dengan membuat pengalaman
baru. Juga, jika memiliki pengalaman yang gagal, itu juga tidak
menunjukan diri Anda. Anda bukanlah orang gagal. Anda hanya
gagal pada pengalaman itu.
Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja
pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada
pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.
Mudah-mudahan guru-guru yang lainnya juga tidak kalah bijak.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|