Artikel Motivasi Islami

Jerat-jerat Kegembiraan


Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu


Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
   


Oleh Rahmat*



Kegembiraan dianjurkan oleh agama, namun banyak sekali orang yang menjadikan kegembiraan menjadi ilah. Hidupnya hanya untuk bergembira. Segala sesuatu dijadikan gurauan, lelucon, atau lawakan tanpa melihat halal atau haram. Bahkan ada juga orang yang tidak mau mengikuti ceramah atau pengajian jika Ustadznya tidak suka melawak.

Orang yang menjadikan kegembiraan sebagai ilah selalu mencari kegembiraan tersebut, sampai-sampai dalam mencari kegembiraan tersebut mereka berani melanggar aturan Allah. Mereka lebih mendahulukan kegembiraan ketimbang perintah Allah.

Ada juga, demi sebuah kegembiraan, mereka mencapainya dengan cara-cara yang tidak patut. Sudah menjadi hal yang umum dalam grup lawak jika ada seorang banci. Laki-laki yang memakai pakaian wanita dan berlagak wanita, padahal hal ini jelas dilarang oleh agama. Selain itu ada sebagian pelawak yang menjadikan surga dan neraka dijadikan objek lawakan belakan tanpa menyentuh hatinya.

Nyanyian, salah bentuk hiburan yang sering digunakan untuk mendapatkan kegembiraan. Halal haramnya nyanyian memang masih ada perbedaan antara ulama, namun pamer aurat dan bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim adalah hal yang disepakati haramnya oleh banyak ulama.

Belum lagi idola-isme. Banyak sekali pemuda-pemudi lebih mengidolakan artis atau bintang olah raga ketimbang tokoh- tokoh Islam, bahkan Rasulullah SAW. Bukti untuk ini mudah sekali ditemukan. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menutup aurat, namun demi mengikuti idolanya, banyak pemuda dan pemudi yang tidak memperdulikan aurat. Bukankah ini lebih mendahulukan idola artis ketimbang Rasulullah SAW? Jika ini dibiarkan akan seperti apa nasib bangsa ini kelak?

Jerat kegembiraan yang lainnya ialah banyak sekali orang yang rela menghabiskan waktu yang banyak demi mendapatkan kegembiraan. Untuk mengaji, begitu sulitnya, banyak alasan yang keluar. Alasan yang sering keluar ialah tidak ada waktu, namun jika untuk hiburan dia rela menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya.

Mudah-mudahan kita dan keluarga kita bisa terlepas dari jerat- jerat kegembiraan ini. Amin.


Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......




Copyright © 2004 Motivasi Islami, All rights reserved.