Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Saya pernah mendengar dari senior saya waktu di SMA, bahwa ada seorang
pedagang minyak tanah, saat meninggal dia mengucapkan "minyak".
A'udzubillah. Sungguh mengerikan memang. Saya di sini tidak bermaksud
merendahkan tukang minyak, tidak, karena tidak semua tukang minyak seperti itu.
Yang menjadi perhatian di sini bahwa kebiasaan ucapan kita bisa mencelakakan
kita. Apa yang sering kita ucapkan, akan tertanam di otak kita. Akan masuk kedalam
pikiran kita.
Konon orang pacaran dia akan mengingat terus pacarnya. Sedikit-sedikit ingat
pacar sehingga
apa yang dia lakukan dan apa yang dikatakan pun sedikit-sedikit berhubungan
dengan pacarnya.
Mandi berlama-lama, dandan berlama-lama, sering melihat cermin dan
sebagainya.
Dari sini akan terlihat bahwa apa yang ada dalam pikiran kita akan menuntun
tindakan kita.
Atau tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.
OK. Kita kembali ke awal, kata-kata yang sering di ucapkan akan tertanam
kedalam pikiran, kemudian
pikiran akan menggerakan tindakan kita.
Kenapa fenomena ini tidak kita manfaatkan?
Yaitu dengan membiasakan mengucapkan kata-kata yang baik, yang membesarkan
hati, yang optimis
yang lembut. Ingat pesan Nabi "Berkata yang baik, atau diam".
Cobalah mulai sekarang, identifikasi kata-kata Anda yang kurang baik, yang
kasar, atau melemahkan.
Kemudian gantilah dengan kata-kata lain yang positif. Salah satunya ialah
dengan bertanya dengan pertanyaan
bisa mengubah fokus dari suatu masalah.
Contoh
Anda ingin membeli mobil (lagi), mungkin Anda berkata,
"Saya tidak bisa membeli mobil."
Sekarang kita coba ubah fokus masalah tidak bisa membeli mobil. Caranya
sederhana saja, tinggal bertanya
"Bagaimana saya bisa membeli mobil?"
Kedua kalimat tersebut akan memberikan impak yang sangat berbeda. Jika Anda
berkata
"Saya tidak bisa membeli mobil", maka Anda tidak akan membeli mobil
selamanya (kecuali ada rezeki yang
tidak terduga).
Tetapi jika Anda berkata, "Bagaimana saya bisa membeli mobil?"
Dampaknya ialah Anda akan berpikir, mencari cara agar bisa mencari
penghasilan tambahan atau cara
untuk mendapatkan mobil. Dengan demikian, peluang Anda untuk mendapatkan
mobil sudah terbuka.
Sekarang terserah Anda, mau tetap dengan kalimat-kalimat negatif atau
mengubahnya menjadi
kalimat yang positif? Bandingkan bedanya!!
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|