Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Beberapa DPRD beberapa waktu lalu telah melaksanakan pelantikan
anggota dewan untuk periode 2004-2009. Dalam bahasan salah satu
Tv swasta digambarkan berbagai kontroversi terjadi dalam acara
pelantikan tersebut. Hal pertama ialah anggaran untuk
melaksanakan acara pelantikan bisa menelan biaya ratusan juta
per DPRD, di mana uang tersebut bisa untuk membangun beberapa
gedung sekolah yang roboh, atau untuk mensubsidi ratusan
keluarga yang merasa keberatan untuk membayar sekolah.
Kontroversi yang lain adalah ulah nakal anggota dewan yang baru,
katanya belum juga bekerja sudah minta ini minta itu.
Dibalik nakalnya anggota dewan yang baru, sudah menjadi tidak
aneh mendengar kasus-kasus "aneh" yang terjadi pada anggota
dewan periode yang lalu. Mungkin Anda pernah membaca atau
mendengar berita tentang berbagai kasus KKN yang terjadi pada
anggota dewan di berbagai daerah. Menyedihkan.
Namun, saya yakin tidak semua anggota dewan seperti itu. Masih
ada yang benar-benar masuk gedung dewan untuk membela rakyat,
untuk menjadi wakil rakyat, dan menjadi saluran inspirasi
rakyat. Benar, jumlahnya sangat sedikit sampai-sampai banyak
orang yang tidak tahu kalau mereka itu ada. Selain itu media
lebih suka mengekspos kejadian-kejadian yang jelek ketimbang
yang baik. Orang-orang yang benar-benar berjuang jarang
terungkap dan diketahui oleh masyarakat luas sehingga banyak
sekali masyarakan yang mencap bahwa semua anggota dewan itu
disamaratakan.
Karena jumlahnya sedikit, para pembela rakyat tersebut seakan
terjajah. Mereka mungkin dimusuhi oleh orang-orang yang hanya
mementingkan diri sendiri, apalagi jika mereka adalah orang-
orang yang berkuasa. Tekanan psikologis dan tekanan secara
fisik mungkin saja terjadi. Itulah nasib orang-orang yang
teguh membela keadilan, mereka akan "terjajah"!!!
Bagaimana agar mereka merdeka? Keluar dari dewan bukanlah
jalan yang baik. Jika mereka keluar akan memperburuk keadaan,
dewan yang merupakan perwakilan rakyat itu akan berubah menjadi
dewan untuk mengenyangkan perut anggotanya tersebut.
Kemerdekaan di dalam gedung dewan akan terjadi jika jumlah
orang-orang yang lurus lebih banyak jumlahnya, atau anggota
yang semula mengejar kepentingan sendiri menjadi sadar akan
tugasnya atau dengan kata lain, mereka mendapatkan hidayah.
Bagi kita yang bukan anggota dewan, marilah kita berdoa agar
orang-orang yang baik di gedung dewan mendapatkan kemerdekaannya
untuk menyuarakan kebenaran, membela rakyat, dan bukan hanya
mementingkan diri sendiri, memiliki kekuatan untuk menghadapi
"penajajahan" tersebut. Kita juga doakan mudah-mudahan Allah
memberikan hidayah kepada anggota lainnya yang hanya
mementingkan diri sendiri. Amin.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|