Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Bersyukur akan membuat kita melihat apa yang sudah kita
miliki. Bersyukur akan membantu kita berpikir positif.
Namun demikian, bukan berarti kita diharuskan hanya bersyukur
saja, tanpa pernah meraih apa yang belum kita alami atau
belum kita raih. Dengan mensyukuri apa yang telah kita
miliki memang akan membuat kita bahagia, tetapi Allah SWT
tetap memerintahkan kita untuk meraih apa yang terbaik.
Allah SWT telah memberikan potensi kepada kita untuk kita
pergunakan.
Salah satu alasan mengapa sebagian orang tidak mau meraih
yang lebih baik karena ketakutan akan kekecewaan yang akan
timbul. Mereka takut jika gagal mereka akan kecewa yang
tentu saja akan merusak kebahagian yang telah mereka miliki,
atau menjauhkan dari kebahagiaan yang justru belum mereka
miliki. Padahal, kekecewaan bukan disebabkan oleh kegagalan,
tetapi oleh sikap kita terhadap kegagalan tersebut.
Lihatlah, bacalah, bahwa kegagalan yang sama akan berdampak
berbeda kepada setiap orang. Ada yang menangis sampai meratapi,
ada yang kapok tidak berusaha lagi, ada yang membanting
sesuatu, ada yang berteriak, ada yang marah-marah, ada yang
biasa-biasa saja, bahkan ada juga yang tersenyum. Kenapa
karena mereka menyikapi kegagalan dengan cara yang berbeda.
Faktor lain yang sering membuat seseorang tidak berbahagia
ialah akibat dari kehilangan sesuatu. Sedih boleh saja,
tetapi janganlah sedih terus menerus yang akan menyingkirkan
kebahagiaan kita. Rasulullah SAW sedih saat ditinggal anak,
istri, dan paman beliau, tetapi beliau masih bisa sempat
tersenyum setelah itu. Perang Uhud menyebabkan syahidnya
puluhan sahabat beliau, tetapi apakah beliau kapok berperang?
Perang Uhud adalah suatu contoh peristiwa yang memuat contoh
kegagalan dan kehilangan. Namun, dibalik itu semua ada berbagai
hikmah yang patut kita renungi. Meliputi: strategi perang,
soal pengorbanan, ketabahan, harga sebuah kekhilafan, sunnah
perputaran, keharusan bergerak, dan siklus hidup.
Jika Rasulullah SAW beserta sahabat terbaik dididik oleh
Allah SWT melalui hikmah dari suatu peristiwa, begitu juga kita
yang jauh lebih perlu untuk dididik. Allah SWT mungkin
memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita
untuk mengajarkan hikmah kepada kita.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|