Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
"Saya hanya ingin bahagia," itu kalimat yang sering kali
terdengar saat ditanya apa yang menjadi cita-citanya. Lalu,
siapa yang tidak ingin bahagia? Jika seseorang ingin bahagia
berarti dia tidak bahagia, lalu, kenapa tidak bahagia?
Mungkin ini jawaban yang mungkin mucul:
"Saya akan bahagia jika saya berhasil menduduki jabatan
tersebut."
"Saya akan bahagia jika berhasil menikah dengan dia."
"Bagaimana bisa bahagia jika saya rugi Rp 20 juta?"
"Bagaimana bisa bahagia jika saya baru saja dipecat?"
dan masih banyak kalimat yang mungkin muncul.
Apakah mereka lupa?
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang
banyak." (QS. Al Kautsar:1)
Ya, Allah SWT telah memberikan nikmat kepada kita, yang tak
terhitung banyaknya. Namun begitu banyak manusia tidak
bahagia gara-gara sebagian yang dia pikir sebagai nikmat
belum diraihnya. Dia tidak bahagia karena hanya melihat apa
yang belum dia miliki, padahal nikmat yang telah Allah
berikan begitu banyaknya. Melupakan nikmat yang telah
diterima, sama saja tidak mensyukurinya.
Jika kita ingin bahagia, tengoklah apa yang telah kita
miliki, rasakan berbagai anugrah yang telah diberikan Allah
SWT kepada kita. Sungguh, sungguh banyak. Kita tidak akan bisa
menghitungnya.
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu
tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-
benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.An Nahl:18)
Seberapa banyak nikmat yang kita miliki dibanding dengan yang
belum kita miliki? Pantaskah kita tidak bahagia untuk nikmat
yang belum kita miliki itu?
Oleh karena itu, bersyukurlah dengan apa yang telah Allah SWT
berikan kepada kita. Berbahagialah.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|