Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang
yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi
makan orang miskin." (Al Maa'uun 1-3)
Pada artikel Miskin tapi Kaya dijelaskan bahwa kita jangan
terlena dalam mengumpulkan kekayaan sehingga melupakan tugas
kita yang utama, yaitu beribadah. Namun bukan berarti Islam
memerintahkan kita miskin, pada ayat di atas kita dianjurkan
memberi makan orang miskin, bahkan jika tidak, kita dicap
sebagai pendusta agama.
Bagaimana supaya kita bisa memberi makan orang miskin? Kita
harus memiliki makanan untuk diberikan. Itu artinya kita
harus berusaha, untuk tetap menjadi pemberi bukan penerima.
Selama pengetahuan saya, saya belum pernah membaca ayat atau
hadits yang menyuruh kita meminta, bahkan yang ada adalah
ancaman bagi orang yang suka meminta-minta. Ayat yang lain
memerintahkan kita untuk menunaikan zakat, tidak ada untuk
menerima zakat.
Kenapa Islam begitu memberikan perhatian kepada masalah
kemiskinan. Begitu banyak perintah kepada umat untuk berzakat,
berinfaq, dan shadaqah. Itu semua karena masalah kemiskinan
adalah masalah yang sangat penting untuk ditangani. Krisis
moral dan krisis ekonomi seperti lingkaran setan yang justru
memperburuk keadaan. Krisis moral menyebabkan krisis ekonomi,
krisis ekonomi menyebabkan krisis moral dan sebaliknya,
begitulah seterusnya seiring bertambahnya kemiskinan dan
penurunan moral.
Jadi untuk memperbaiki bangsa ini ada dua hal yang penting
untuk dilakukan, yaitu mengurangi angka kemiskinan dan yang
lebih penting adalah memperbaiki moral. Kabar baiknya ialah
Anda juga bisa ikut berperan. Ada sebuah contoh orang yang
ingin saya tiru, ada seseorang yang memiliki kemampuan bisnis
dan modal yang cukup. Yang dia lakukan adalah membuka peluang-
peluang bisnis kepada masyarakat disekitarnya dengan menjadi
investor sekaligus pembimbing bisnisnya. Suatu pekerjaan yang
mulia, kapan giliran Anda?
Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan
ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang
yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.
Insya Allah akan menjadi amalan shaleh jika Anda memang
kaya, baik kaya materi maupun ruhani.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|