Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Ada seekor kerbau yang setiap pagi dibawa oleh seorang anak
penggembala yang masih kecil menuju sawah untuk dibajak. Jika
tidak ada pekerjaan, kerbau itu oleh penggembala dibawa ke
daerah yang banyak rumputnya. Kemana pun kerbau itu dibawa
selalu saja nurut kepada majikannya yang seorang anak kecil.
Suatu saat, saat si kerbau sedang sendirian, ada seekor
harimau menghampiri kerbau itu. Si harimau berkata kepada
kerbau,
"Hey kerbau, saya sudah beberapa hari mengamati kamu. Kamu
selalu nurut saja dibawa-bawa atau disuruh-suruh oleh majikan
kecilmu. Manusia majikanmu itu sangat kecil dibanding kamu,
kenapa tidak kamu tubruk saja, pasti dia terpental jauh atau
mati. Kamu jadi bebas seperti saya, bebas kemana pun saya
mau."
"Saya takut kepada anak kecil itu", jawab si kerbau.
"Ha ha ha, dasar bodoh kamu. Masa badan kamu yang besar takut
kepada anak kecil?" ejek si harimau sambil menertawakan.
"Kamu juga akan takut jika kamu mengetahui kelebihan manusia"
kata si kerbau menjelaskan.
"Apa sih kelebihan manusia itu, koq bisa membuat kamu takut?"
tanya si harimau penasaran.
Tidak lama kemudian, anak penggembala tersebut datang. Langsung
saja si harimau menyapanya.
"Hey anak manusia!! Kata si kerbau kamu mempunyai kelebihan
yang membuat dia takut. Apa itu?"
Anak pengembala itu menjawab,
"Saya sebagai manusia diberikan kelebihan oleh Pencipta, yaitu
berupa akal yang tidak dimiliki oleh makhluq lainnya"
"Akal itu apa, boleh saya melihat akal kamu? Jika kamu tidak
menunjukkan, saya akan memakan kamu." tanya harimau sambil
mengancam.
"Wah saya tidak bisa memperlihatkannya, karena akal saya
tertinggal di rumah"
"Kalau begitu kamu ambil dulu." kata si harimau dengan nada
mendesak.
"Saya bisa saja mengambilnya, tetapi percuma. Kamu akan lari."
Jawab pengembala tidak mau kalah.
"Saya janji, saya tidak akan lari" kata harimau dengan percaya
diri.
"Sekarang kamu berkata demikian, setelah melihat saya membawa
akal, kamu pasti lari. Bagaimana kalau kamu saya ikat? Supaya
kamu tidak lari nanti."
"Setuju" jawab harimau.
Kemudian si anak penggembala tersebut mengikat harimau tersebut
di sebuah pohon. Bukan saja tidak bisa lari, tetapi sampai
tidak bisa bergerak leluasa. Setelah mengikat si anak pun
pergi.
Kerbau yang mengamati dari tadi tertawa, melihat nasib
harimau.
"Sekarang kamu bisa apa?" tanya si kerbau. Harimau tidak bisa
menjawab, dia panik dan ingin melepaskan diri tetapi tidak
bisa.
"Itulah akal manusia, he he" kata si kerbau sambil pergi
mengikuti majikannya.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|