Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Gurun yang panas membakar, perjalanan berhari-hari, dan
kejaran dari kaum kafir yang mengancam jiwa, tidak menyurutkan
semangat para shahabat Rasulullah SAW untuk berhijrah dari
Mekah ke Madinah. Perjalanan yang melelahkan dan membahayakan
serta harus meninggalkan banyak harta dikampung halaman, tetapi
tetap dilakukan.
Ada suatu dorongan pada diri mereka, dorongan yang memiliki
energi sangat besar sehingga halangan dan ancaman tidak ada
yang dapat menghentikannya. Dorongan yang menghasilkan
pengorbanan yang tidak sedikit. Dorongan yang menepiskan
semua ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran.
Kenapa dorongan ini begitu kuat? Karena janji kemenangan
sudah menanti di sana. Karena untuk menghindari tekanan dan
gangguan yang banyak dilakukan oleh kaum kafir Quraisy.
Dorongan inilah yang sering kita sebut dengan motivasi.
Dalam istilah Islam, motivasi ini apa yang disebut dengan
niat.
Niat berbeda dengan maksud, niat bukanlah rencana, tetapi
niat adalah alasan seseorang untuk bertindak. Hal ini didasari
oleh hadits Nabi SAW yang berbunyi:
Dari Amirul Mu�minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob
radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah
bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.
Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan
apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin
mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya
kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang
hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena
wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai
sebagaimana) yang dia niatkan. (HR Bukhari Muslim)
Motivasi bisa berupa pendorong yang ada dibelakang setiap
tindakan. Motivasi juga bisa berupa tujuan yang hendak
dicapai. Banyak para ahli motivasi mengatakan dasar motivasi
ialah menghindari apa yang tidak disukai dan mengejar apa
yang diinginkan. Namun dalam Islam bukan hanya sekedar itu,
kita bertindak karena Allah dan kita bertindak juga untuk
Allah. Jadi hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun
motivasi lainnya harus dalam rangka "karena dan/atau untuk"
Allah.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|