Halaman Depan
Artikel Motivasi
eBook Gratis
Produk
Kontak Kami
Buku Tamu
Ebook ekslusif berbahasa Indonesia untuk bisnis online Anda
|
|
|
Oleh Rahmat*
Anda mungkin sudah mendengar apa yang namanya AFI. Terutama
jika Anda memiliki anak remaja. Acara AFI yang diadakan oleh
salah satu TV swasta ini, sudah dapat dipastikan mendapatkan
rating yang cukup tinggi. Animo masyarakat cukup tinggi untuk
menonton acara ini.
Banyak masyarakat yang menyangka kalau ini hanya sekedar
acara hiburan belaka, tidak akan membawa dampak yang negatif.
Namun jika kita cermati, kita harus hati-hati, ternyata ada
dampak negatifnya. Bahkan cukup fundamental. Aurat adalah
salah satu masalahnya, tetapi yang lebih bahaya adalah
fenomena mengidolakan seseorang yang bukan pada semestinya.
Disamping itu, keingingan untuk menjadi idola pun akan
menular bagi para remaja yang menontonnya.
Saya pernah melakukan survey kepada puluhan remaja. Saya
tanyakan kepada mereka, jika mereka punya mesin waktu yang
bisa membawa mereka ke waktu masa lalu atau masa depan.
Kemudian mesin itu juga bisa membawa kemana pun juga. Dapat
diperkirakan, kurang dari 10% yang menjawab akan bertemu
dengan Rasulullah SAW. Ini yang saya khawatirkan, bahwa
pengidolaan kepada artis dapat mengalahkan pengidolaan kepada
yang seharusnya diidolakan.
Napoleon Hill dan Robert T. Kiyosaki adalah contoh ahli yang
menganjurkan kita untuk lebih mengenal orang-orang sukses
yang ingin kita tiru kesuksesannya. Kita baca biografinya,
kita pelajari perjalanannya menuju sukses, perjuangannya,
strateginya, kegagalannya, dan sebagainya yang sekiranya
bermanfaat bagi kita. Semakin mengidolakan kita kepada
seseorang yang sukses, kita akan mengikutinya. Oleh karena
itu, pantas saja jika para ulama begitu menganjurkan kita
untuk membaca Sirah Nabawiyah, atau sejarah kehidupan para
rasul, terutama Rasulullah SAW berserta para sahabatnya
agar kita mengidolakan beliau-beliau, sehingga kehidupan
beliau-beliau bisa kita tiru.
Bagaimana dengan remaja yang mengidolakan artis, bintang
film? Yah, mereka juga sama. Banyak dari kalangan ABG yang
meniru perilaku yang dicontohkan oleh idolanya, meskipun
harus melanggar syariat. Jika melanggar syariat, jelas
bahwa mereka lebih mengidolakan artis ketimbang Rasulullah
SAW yang membawa syariat tersebut.
Rahmat adalah kontributor artikel tetap bagi web site dan Buletin Mingguan Motivasi Islami
www.motivasi-islami.com
Artikel Lainnya......
|
|