Artikel


















Genggaman Dua Tangan
Oleh Rahmat*

Kita Hanya Memiliki Dua Tangan
Sudah takdir manusia hanya memiliki dua tangan. Tidak lebih, bahkan ada yang kurang. Berapa banyakkah yang bisa diraih oleh kedua tangan Anda? Jangankan segunung pasir, sember pun Anda tidak bisa menggenggamnya hanya dengan kedua tangan Anda.

Ini artinya, sehebat-hebatnya orang, dia memiliki keterbatasan, termasuk saya dan Anda. Waktu, tenaga, dan sumber daya setiap orang itu terbatas. Siapa yang punya waktu lebih dari 24 jam sehari? Oleh karena itu kita perlu memanfaatkan semua aset yang kita miliki dengan bijaksana.

Dalam artikel-artikel terlebih dahulu saya selalu menekankan untuk memiliki cita-cita atau mimpi yang tinggi. Tetapi kita perlu bijak karena sumber daya kita terbatas. Yang dimaksud bijak di sini ialah, kita tidak perlu bercita-cita untuk segala hal. Fokuskanlah terhadap apa-apa yang benarbenar penting dan sukai.

Inilah yang disebut fokus. Benda yang bisa Anda pegang terbatas jumlahnya. Waktu yang kita miliki juga terbatas, begitu juga dengan sumber daya lainnya. Jika sumber daya Anda itu Anda kerahkan untuk mendapatkan semua hal, maka hasilnya tidak akan memuaskan, tidak akan memiliki kualitas yang unggul. Brian Tracy, seorang pelatih tentang kesuksesan ternama selalu mengatakan, lakukanlah satu hal dalam satu waktu.

Yang Harus Anda Genggam
Prinsip pertama dari Sistem Manajemen Qualitas Pribadi adalah fokus terhadap pelanggan. Pada artikel yang lalu saya sudah menjelaskan bahwa kita perlu mengenal siapa saja pelanggan Anda. Yang dimaksud pelanggan ialah siapa saja yang membayar Anda baik secara materi maupun bayaran yang lainnya.

Setelah Anda mengenal pelanggan Anda, kini pilihlah sebagaian dari mereka yang benar-benar penting untuk Anda dan benar-benar Anda inginkan. Saya ingatkan bahwa Anda tidak bisa baik untuk semua pelanggan, jadi pilihlah sebanyak kemampuan yang Anda miliki atau potensi yang Anda miliki.

Selain itu Anda harus memilih pelanggan yang cocok dengan potensi yang Anda miliki. Kecocokan ini sangat penting karena bagaimana pun hebatnya Anda, tidak akan berarti bagi pelanggan yang tidak cocok dengan Anda.

Untuk memenuhi kecocokan ini, berarti Anda juga harus mengenal karakteristik pelanggan Anda, apa yang diinginkan pelanggan Anda, dan bagaimana untuk memenuhi keinginan pelanggan Anda.

Siapakah Pelanggan Anda?
Pelanggan setiap orang akan berbeda, tergantung peran apa saja yang dia ambil. Jadi Anda perlu mengenal peran Anda terlebih dahulu. Untuk mengetahui peran-peran apa saja yang Anda miliki, tanyakanlah pada diri Anda sebagai apa saja saya hidup di dunia ini.

Yang pertama, kita hidup di dunia ini ialah sebagai hamba Allah. Peran ini tidak bisa kita pungkiri.

Peran berikutnya yang bisa Anda miliki atau tidak, diantara; suami, istri, kepala keluarga, karyawan, pebisnis, pedagang, atasan, anggota masyarakat, bawahan, pemimpin negara, pengajar, dan sebagainya.

Setelah Anda mengetahui peran Anda, secara otomatis Anda akan mengenal siapa pelanggan Anda. Sebagai contoh, jika Anda sorang istri, maka pelanggan Anda adalah suami Anda. Jika Anda seorang karyawan maka pelanggan Anda adalah atasan Anda. Begitulah seterusnya.
*Rahmat adalah pengusaha, pembicara, trainer, dan pemilik serta penulis utama Buletin Mingguan Motivasi Islami.
Koleksi Artikel

Copyright © 2006 Motivasi Islami, All rights reserved.