GRATIS 17 eBook & Video KLIK DISINI
GRATIS 17 eBook & Video KLIK DISINI

Dapatkan Update dan 17 Produk Gratis

 

dua-ebook-gratis-pendek

Plus 15 Produk lainnya di Zona Sukses, GRATIS. Masukan email Anda KLIK Daftar dan Download!

Download eBook Memasuki Zona Sukses GRATIS

E-mail address

Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu idola yang perlu kita teladani setelah Rasulullah dan para sahabat. Sungguh setiap perbuatannya, terutama setelah menjadi khalifah sangat berarti bagi kaum muslimin saat itu. Terutama yang berada di bawah kepemimpinannya. Mungkin, keterpurukan Indonesia saat ini karena belum memiliki pemimpin seperti beliau. Mudah-mudahan Allah menuntun kita untuk memilih pemimpin yang seperti beliau, setidaknya pemimpin yang paling mirip kebaikannya dengan beliau.

  1. Tak lama setelah berkuasa beliau langsung menurunkan serta memenjarakan Usamah bin Zaid at-Tanurkhi seorang pejabat yang semena-mena.
  2. Umar juga menurunkan Yazid bin Abi Muslim seorang pejabat yang bengis dan jalim.
  3. Umar membolehkan siapa saja yang terzalimi menemuinya tanpa izin. Sehinggarakyat tidak segan-segan mendatangi Umar saat dizalimi.
  4. Umar memperkecil gajinya sementara memperbesar gaji untuk pegawainya.
  5. Umar mengeluarkan seluruh hartanya dan mengembalikannya ke dalam harta kaumMuslimin.
  6. Perhatian Umar sangat besar kepada orang yang cacat.
  7. Umar langsung mengembalikan barang-barang atau harta yang diambil secara zalimpada pemerintahan sebelumnya.Umar membebaskan toko-toko di suatu kota yang telah dirampas oleh seseorang yang berpengaruh.
  8. Umar pun menaruh perhiasan istrinya di baitul mal.
  9. Kemakmuran rakyat Umar, sampai-sampai pegawainya di Afrika tidak menemukanorang yang mengambil zakat.

Itulah sekelumit kontribusi seorang Umar Ibnul Aziz. Mungkin kita berfikir bahwa kontribusi seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seorang penguasa. Betul, inilah salah satu pelajaran yang bisa kita ambil. Kontribusi kita akan lebih besar kepada orang lain jika kedudukan kita lebih tinggi. Baik kedudukan hartanya, jabatannya, mau pun ilmunya.

Meski pun kita tidak menjadi pejabat, tetapi kita masih bisa berkontribusi dengan cara memilih dan mengajurkan orang lain memilih calon pejabat yang bersih. Bangsa kita memang dikenal dengan bangsa yang korup, tetapi percayalah bahwa masih ada pejabat-pejabat atau calon pejabat yang bersih dan ikhlas. Mungkin kita tidak tahu, maka carilah atau selidiki siapa diantara calon pejabat yang paling bersih dan jangan lupa kita berdoa kepada Allah agar menunjukannya.

10 Responses to “Umar bin Abdul Aziz”

  1. Bagus juga pak rahmat memasukkan posting tentang Umar Bin abdul Aziz.. Kalau ada 1 aja pemimpin negara seperti Umar Bin Abdul Aziz pasti neraganya tidak ada rakyat miskin dan dunia pasti lebih damai..

    Btw ada blog bagus berisi hadist-hadist dzikir dan sufi.
    Alamatnya di http://hudaya-organization.blogspot.com

  2. sofie says:

    saya berharap para pemimpin bisa meneladani kalifah Umar bin Abdul Aziz dan menjadikan beliau menjadi panutan dalam memimpin negara ini, saya sangat merindukan negara kita yang makmur dan damai, saya yakin sekali suatu saat kita akan menemukan tipe pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz asalkan kita terus berdoa dan mengglembeng generasi penerus dengan jiwa agama yang kuat.amiiiiiiin

  3. sikabajan says:

    selama orang ingin mempunyai kekuasaan hanya ‘bermotiv’ duniawai, jangan harap akan muncul pemimpin sejati ..

  4. abdul aziz says:

    terimakasih atas artikelnya, semoga amal ibadah dan kreatifitas Bapak selalu mendapat kemudahan dari Allah SWT dan bermanfaat bagi kita semua.

  5. Ipah says:

    Kalau Indonesia ada orang seperti itu pasti sudah berhadapan dengan komnas HAM

  6. ipoel says:

    ada lagi cerita bahwa beliau hidup di gubug reot yang tidak layak. Hehehe…

    Kerajaan ALLAH bukan suatu hal yang main-main. Percayalah semua orang saat itu hidup dalam kemakmuran sehingga tidak ada lagi kemiskinan, termasuk beliau juga.

  7. Asmanu says:

    Apa ya, yang bisa kita teladani dari Umar bin Abdul Aziz? Karena, dengan kagum dan simpati thd sifat2 & perjuangan beliau saja, saya rasa masih belum cukup. Harus ada yang kita perbuat, untuk perubahan.

    Bangsa Amerika yang (katanya) sudah besar dan mapan saja, ternyata masih butuh ‘perubahan’ untuk negaranya……apalagi kita, toh ?

    Umar bin Abdul Azis, adalah pemimpin yang berkomitmen menjalankan ilmu kepemimpinannya yang diridhoi Allah, berlaku adil kepada semua pihak tanpa pandang bulu, serta bersikap profesional atas profesinya.

    Oya, saya ingat tip dari AA’ Gym, ‘Mulai dari diri kita, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang!’

    Caranya ?

    Mungkin banyak dari kita yang belum sadar, kita adalah pemimpin dalam urusan kita masing2.

    Contoh ?

    Pedagang, berkuasa atas dagangannya.
    Pengusaha, berkuasa atas bisnis dan perusahaannya.
    Guru, dosen, pengajar, berkuasa atas murid2nya.
    Pak RT, berkuasa atas warganya.
    Dokter dan ahli medis, berkuasa atas pasien2nya.
    Polisi, tentara dan aparat keamanan, berkuasa atas urusan keamanan.
    Pegawai dan karyawan, berkuasa atas tugas2nya.
    Ibu rumah tangga, berkuasa atas urusan rumah tangga, anggaran belanja, & anak2nya.
    Seorang Ayah, berkuasa atas keluarganya.
    Pelajar, berkuasa atas urusan mencari ilmu.
    Bahkan seorang pengangguran sekalipun, berkuasa atas dirinya sendiri, paling tidak berusaha untuk mandiri, tidak menjadi beban orang lain, apalagi sumber keonaran.

    Andaikan kita bisa bersikap adil dan profesional atas urusan kita masing2, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang, Insya Allah, kita telah mencontoh teladan Umar bin Abdul Azis.

    Yakinlah, dari masyarakat yang seperti ini, akan bermunculan Umar2 lain dengan sendrinya.

    Mulai dari sekarang !

    Wassalam,

  8. ridwan99 says:

    -. terima kasih atas artikelnya.sangat bagus dan menjadi referensi bagi calon calon pemimpin bangsa.
    -. saya yakin dan percaya bahwa setiap orang adalah pemimpin untuk dirinya sendiri.tetapi yang jadi persoalan hal ini di terapkan sampai kepada tingkatan yang lebih besar / pimimpin dalam skala nasional.jd dlm memimpin hanya menurut maunya sendiri tanpa memperhatikan kepentingan orang banyak.sehingga banyak melahirkan pemimpin yang tidak lepas dari KKN.
    -. dalam hal berpikir positif. ini yang harus di miliki oleh seorang pemimpin.dan juga yang dipimpin haruslah saling mendukung . minimal sama berpikir positif bahwa pemimpin dapat membawa kita ke arah yang lebih baik. tp yang terjadi di republik kita malah sebaliknya. pemimpin kita baru berbuat sudah dihujat ,dikritik dan bahkan tidak di percaya.bagaimana bisa kalau ini terjadi terus menerus.dan mungkin hanya di surga saja baru kita bisa temukan profil pemimpin yang sempurna dari berbagai sudut pandang.alasa nya sudah jelas.karna disurga walaupun banyak penghuninya hanya di wakili oleh satu jiwa.satu keinginan.satu hasrat.untuk itu mari kita sama sama mendukung siapapun yang nantinya menjadi pemimpin republik ini minimal dengan pikiran positif…bravo indonesia.

  9. aris rahman says:

    sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena begitu banyak insirasi buat saya dan kita semua untuk mulai berubah menjadi yang lebih baik…..;)

  10. Nurdiansyah Zar'in says:

    Ya Allah kami sangat rindu dengan sosok pemimpin seperti Umar bin Abduk Aziz

Leave a Reply

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield

Download eBook Memasuki Zona Sukses GRATIS

E-mail address

Sponsor

Sponsor

Bisnis Herbal Terbesar

Sponsor