Tugas Selalu dengan Bekalnya

zona sukses

tugasPernah Dapat Tugas?

Jika Sahabat ditugasi oleh atasan untuk pergi ke suatu kota yang jauh dari kota Sahabat, tetapi Sahabat tidak diberi bekal untuk pergi ke sana. Sementara Sahabat tidak memiliki bekal sendiri, apakah Sahabat mau pergi? Seseorang pemberi tugas yang baik dia akan melihat yang diberi tugas apakah dia mampu atau tidak melaksanakan tugas tersebut. Jika tidak dia harus memberikan bekal tersebut kepada orang yang diperintahkannya.

Begitu juga Allah SWT, Allah SWT tentu sudah memberi bekal kepada kita untuk mengemban tugas besar kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Bekal yang sudah diberikan kepada kita ialah akal beserta potensi-potensi lainnya, hati dan jasad.

Potensi yang diberikan kepada manusia akan berjalan baik dan tersalurkan dengan baik apabila manusia mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Segala potensi pada manusia diperuntukkan dan disediakan Allah SWT agar manusia dapat menjalankan ibadah dan melaksanakan fungsi khalifah.

Dengan potensi inilah manusia dikehendaki mampu menjalankan misi sebagai khalifah yang diamanahkan kepada manusia oleh Allah SWT, padahal makhluk lainnya enggan untuk memikul tugas ini karena beratnya.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”
(QS.33:72)

Kita semua sudah menyaksikan dan bahkan mengalami bagaimana dahsyatnya potensi manusia. Manusia menjadikan peradaban dan teknologi berkembang dengan pesatnya, yang seakan sebuah keajaiban, sesuatu yang tidak terpikirkan pada suatu jaman bisa terealisasi pada jaman berikutnya.

Namun, siapakah yang menguasai peradaban dan teknologi tersebut saat ini?

Disarankan Untuk Anda:   Sulit Itu Biasa, Yang Penting Lakukan Ini Agar Sukses
Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me
Dapatkan Update Artikel dan Kata-kata Motivasi Via Telegram Klik Disini. Pastikan aplikasi telegram sudah terinstall di HP/Komputer Anda

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

2 Comments

  1. Ass,ww,wb.
    Saya menambahkan saja untuk sharing agar terbiasa untuk menulis, mohon koreksinya.

    Saat ini kita baru memasuki era Knowledge atau ada juga yang menyebutnya dengan Knowledge Economic, setelah era Informasi yang baru saja kita lalui.
    Hal itu bisa berarti bahwa saat ini “para pengendali dunia” telah mendefinisikan knowledge sebagai sesuatu yang mempunyai kekuatan luar biasa, event hal itu sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru, sejak jaman purbapun yang namanya pengetahuan telah berkembang dan tumbuh, hingga saat ini.
    Tapi walaupun demikian tetap saja yang namanya Knowledge masih sulit di definisikan, dan jika ada cukup beraneka ragam. bahkan masih ada yang menilai keabstrakkan dari knowledge tsb. Mohon sharing dari rekan-rekan tentang definisi Knowledge ??
    Ada satu clue dari Einstain tenteng definisi Knowledge ini, yaitu ” Knowledge is experience, onather else is just information “. Kalau melihat definisi ini maka kita perlu tahu perbedaan antara Informasi dan Knowledge.

    Dan jika tidak salah persepsi dari tulisan pak Rahmat tentang “bekal”, maka saya mengartikannya bekal = knowledge.
    Selain yang dikatakan pak Rahmat, bahwa kita telah di anugrahi bekal oleh Allah, yaitu akal beserta potensi-potensi lainnya, hati dan jasad, yang saya anggap sebagai componen dasar untuk mengactualisasikan diri sehingga dari potensi-potensi tersebut terciptalah Pengetahuan atau Knowledge. Dan kembali lagi bahwa eksistensi manusia akan tergantung dari sebarapa luas knowledge yang diketahui dan dimilikinya seperti pada kajian “kita semua unik” yang pernah kita bahas.
    Mempersiapkan bekal menjadi seorang Khalifah, tentu merupakan perjalanan panjang melalui aral melintang yang begitu banyak dan mengiringi manusia kedalam berbagai bentuk dan macam pengalaman atau experience, hingga dari setiap pengalaman yang bermakna maka terciptalah suatu knowledge, dan seterusnya proses itu bergulir dimana dari satu knowledge akan menciptakan knowledge yang lain.
    Dan semoga saja bekal yang telah kita terima dari Allah tidak menjadi suatu yang sia-sia, karena sia-sia itu akan membawa kita pada murka Allah.

    Sebetulnya ada yang ingin saya tekankan disini sebagai bahan discussion, bahwa dengan dasar Islam dan Al Qur’an,
    bagaimana jika kita masuk kedalam context bekal = knowledge —-> Experience.
    artinya kita sebagai umat Islam harus beroreintasi pada knowledge Al Qur’an, dan hal itu hanya bisa kita dapatkan jika kita pernah meng-aplikasikan setiap ayat atau bahkan surat surat Al Qur’an kedalam kehidupan nyata dan mendapat nilai experience yang berguna untuk bekal hidup selanjutnya. Jadi kalau mereka menyebutnya sebagai Knowledge Economic, maka kita kaum muslimin bisa saja menyebutnya sebagai era Knowledge Al Qur’an.
    Maka tujuan kita untuk mendapat bekal menjadi Khalifah roadmap-nya akan lebih jelas.

    Ok Pak Rahmat,
    Mungkin itu hanya pengembangan pemikiran saya tentang bekal yang di orietasikan pada pencapaian kearah Khalifah, seperti yang telah di perintahkan Allah SWT.
    Dan tak bisa dipungkiri bahwa knowledge hanya akan diperoleh atas dasar pengalaman hidup, yaitu pengalaman yang mempunyai makna atas diri dan hidup ini, bahkan
    menjadi orang bertaqwa pun dasarnya adalah proses actualisasi keimanan kedalam kehidupan nyata dan berujung pada knowledge.

    Mudah-mudahan keimanan kita pada yang ghaib bisa berdampak pada kedekatan kita akan keberadaan Allah,
    keimanan kita pada Shalat berdampak akan kemampuan kita menghindar dan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar,
    keimanan kita pada penafkahkan sebagian rezeki dapat menghadirkan sifat Arrahman,
    keimanan kita pada Al Qura’an dapat membawa kita pada jalan yang lurus yang tidak ada keraguannya dan
    keimanan kita pada hari akhir dapat mengorientasikan semua aktivitas kita pada akhirat.

    mohon ma’af, hanya Allah yang maha tahu.
    wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield