Sibuk dan sibuk

Dapatkan 2 eBook senilai Rp 99.000 yang membedakan orang sukses dan gagal.

Masukan email Anda, klik Daftar untuk mendapatkan update artikel dan ebook Gratis Rahasia Sukses dari Zona Sukses.

Email:
test

Sibuk Bekerja atau Berbisnis.
Mungkin Anda pernah melihat (atau termasuk Anda?) orang yang begitu sibuk bekerja. Pergi pagi-pagi sekali, pulang sampai malam, dan hari Sabtu dan Minggu masuk lembur. Saat ditanya, alasan yang sering muncul ialah pekerjaan sangat banyak, ini sudah tugas kantor, dan alasan lain yang sejenisnya. Tetapi ibadahnya ketetaran apa lagi berdakwah.

Sibuk Berdakwah.
Di lain pihak, ada orang yang begitu getol berdakwah. Hampir setiap hari keluar rumah untuk berdakwah. Mulai dari ceramah, mengisi pengajian, mengurus organisasi dakwah, mengurus yayasan, mengisi khutbah Juma’at, menulis artikel, menulis buku, dan berbagai kegiatan dakwah lainnya. Namun, kehidupan ekonominya morat marit, untuk ongkos berdakwah saja masih tergantung kepada orang lain.

Sibuk Beribadah.
Ada juga orang yang siang malam selalu di Masjid. Shalat berjamaah selalu hadir, membaca al Quran hampir setiap waktu, mengkaji kitab berjam-jam setiap harinya. Jika tidak maka mulutnya tidak lepas dari dzikir. Tetapi kehidupan anak istrinya bergantung kepada saudaranya.

Manakah yang Anda pilih?

Saya mengenal seseorang yang ternyata bisa sibuk di ketiga pekerjaan tadi. Dia seorang profesional sekaligus seorang pebisnis. Dia juga begitu aktif berdakwah, mengajar ngaji, menjadi khotib, menjadi penceramah, mengurus yayasan dakwah, adalah pekerjaan sehari-harinya. Tentu saja ibadah-ibadah hariannya juga tidak ketinggalan. Kehidupan keluarganya pun tetap harmonis.

Inginkah Anda seperti orang ini? Pelajari rahasianya di Revolusi Waktu. Anda tidak akan menjadikan alasan sibuk untuk dakwah.

Masuki Zona Sukses

Solusi bagi Anda yang ingin berubah, namun masih terasa sulit.

Anda tidak akan pernah sukses, jika masih berada di Zona Nyaman. Dapatkan ebook Memasuki Zona Sukses dan Tinggalkan Zona Nyaman, Plus update artikel Motivasi Islami. Masukan email Anda, Klik Daftar.

Email:

There are 6 Comments.

  1. syahrul
    1:59 pm June 12, 2007

    ya tentu ingin seperti yang terakhir Pak!tapi apakah mungkin ya!

  2. Ace Karwan
    1:19 am June 18, 2007

    Ass.ww.wb.

    Pak Rahmat yang baik hati,
    Sebetulnya untuk hidup memang harus sibuk !!, dan apapun kesibukannya, ibadah adalah MISInya. Seperti salah satu ayat yang mengatakan ” Tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKU “, jadi siapapun manusianya maka dia terlahir dengan satu misi, yaitu IBADAH. Ibadah yang dilakukan disetiap hela nafasnya, disetiap tindak dan perbuatannya, maka apapun aktivitasnya, harus ber-content ibadah. Sepertinya pak Rahmat punya PR agar untuk membuat tulisan tetang context dan content ibadah, agar kita mempunyai MindSet tentang hidup adalah ibadah, apakah ibadah didalam masjid ataupun ibadah diluar masjid, ibadah puasa Ramadhan ataupun ibadah 11 bulan diluar ramadhan, ibadah dzikir pada Allah ataupun ibadah berlisan kepada orang lain, ibadah membaca ayat Al Qur’an ataupun membaca Alam dan prosesnya. IBADAH adalah urusan manusia, kebutuhan manusia, semuanya untuk kepentingan manusia, karena Allah sebagai Khaliq tidak sedikitpun memerlukan sesuatu dari ciptaannya. Mungkin kita bisa berkaca pada Q.1.5 “Hanya Engkaulah yang kami sembah[*], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”, dimana kata sembah ini berasal dari kosa kata na’budu, yang berarti beribadah, dan karena ibadah itu pula kita akan selalu mendapat pertolongan Allah, yaitu petunjuk kearah jalan yang lurus, yang merupakan hidayah dalam mengarungi cobaan-cabaan untuk menegakkan kebenaran dalam rangka peradaban beribadah kapada Allah, Yang maha benar dan maha mengetahui.

    Tetap semangat !!
    wassalam.

  3. melati
    10:15 am July 21, 2007

    berikan dong tips nya. bagaimana bisa sibuk dan harmonis. rasanya seperti terlalu ideal dan perfect. kalaupun ada mesti ada pembagian tugas kepada orang sekitar bukan hanya sibuk diri sendiri. kalau dilakukan diri sendiri rasanya bukan sibuk tetapi kelamkabut.

  4. Sahabat Melati, inilah yang sering menghambat kita, yaitu selalu berpikiran kalau yang baik itu terlalu ideal, seolah tidak bisa kita jalani. Namun kenyataannya, orang yang saya ceritakan dalam artikel tersebut adalah nyata, beliau salah seorang dari mentor saya. Insya Allah tip-tipnya akan saya tulis dalam artikel di website ini, sebagian sich sudah.

  5. melati
    5:34 am July 25, 2007

    terima kasih atas kekata juangnya.

  6. Terima kasih atas artikelnya pak

Leave a Reply

*

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield