Selalu Ada Jalan Keluar





1234043_never_end_roadPernahkan Anda mengalami seperti masuk ke dalam sebuah jalan buntu. Bingung mau melakukan apa? Bingung kemana arah langkah kita selanjutnya? Saya pernah mengalami dan ternyata banyak orang lain pun yang mengalami hal sama. Jika Anda pernah mengalami, bahkan sedang mengalami, dan kemungkinan akan mengalami suatu saat, tenang saja. Anda tidak sendiri. Saya akan jelaskan bagaimana mengatasinya.

Saya bukan orang segala bisa, memang siapa yang segala bisa? Kebingungan bisa menghampiri siapa pun, ada yang bingung mau makan apa hari ini ada juga yang bingung bagaimana membayar cicilan mobil bulan ini. Ada yang bingung membayar utang, ada juga yang bingung mau investasi kemana. Semua orang mengalami kebingungan, hanya saja pada level dan aspek yang berbeda.

Lalu bagaimana mengatasinya?

  • Tenang saja, jangan panik. Meskipun buru-buru, dengan panik justru akan memperburuk keadaan.
  • Berdo’alah dengan seyakin-yakinnya untuk meminta solusi kepada Allah.
  • Berikhtiarlah sedapat mungkin untuk menjemput solusi yang sudah kita minta kepada Allah.

“Iya… ikhtiar. Tapi bagaimana? Saya bingung.”

Ada dua ikhtiar yang selalu bisa Anda lakukan. Yaitu bertanya dan minta tolong. Mulailah dari orang-orang terdekat. Anda pasti banyak saudara, banyak teman, bahkan sahabat. Dari pengalaman saya, solusi sering datang dari orang-orang terdekat. Mulailah dari mereka, jika Anda meminta bantuan atau bertanya dengan baik, mereka atau sebagian mereka akan berusaha membantu.

Jika tidak bisa, teruslah bertanya. Misalnya, jika orang terdekat Anda berkata “Maaf, saya tidak bisa membantu.” Jangan dulu menyerah. Tanyakan saja: “Siapa (lagi) yang bisa membantu saya?” Dengan demikian, Anda tidak akan pernah kehabisan sumber bantuan. Prinsip referal, bukan hanya digunakan saat menjual, saat meminta bantuan pun akan sangat berguna. Prinsipnya: “Jika teman Anda tidak bisa, mungkin teman dari teman Anda ada yang bisa”. Jangan mudah menyerah.

Disarankan Untuk Anda:   Man Yazra' Yahshud - Siapa Menanam Dia Memetik

Saya sering mendapatkan email, SMS, atau YM dari orang yang meminta bantuan. Saya coba untuk membantu sebisa mungkin. Saat saya mencoba memberikan solusi, seringkali mereka mengatakan “tapi”. Saya sering menemukan, bahwa mereka bukannya mencari solusi, tetapi mencari pembenaran bahwa mereka sedang terpuruk dan tidak ada jalan keluar.

Jika Anda serius mencari solusi, jangan mengatakan “tapi” saat ada solusi. Meskipun solusi tersebut terlihat tidak mungkin. Cobalah untuk berpikir terbuka, sebab seringkali bukan tidak ada solusi, tetapi orang sering menutup pikirannya untuk solusi. Daripada mengatakan “tapi”, tanyakan saja, “Bagaimana caranya?”. Bisa jadi apa yang sebelumnya terlihat mustahil, berubah menjadi hal mudah setelah tahu caranya.

Jadi, tenang, berdo’a, dan carilah solusi diiringi pikiran yang terbuka akan solusi. Kadang, solusi datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Bisa jadi solusi datang dari orang yang tidak Anda kenal sama sekali. Yakinlah akan pertolongan Allah. Selalu ada jalan keluar.

Follow Me

Rahmat Mr. Power

Author at Zona Sukses
Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Follow Me
Dapatkan Update Artikel dan Kata-kata Motivasi Via Telegram Klik Disini. Pastikan aplikasi telegram sudah terinstall di HP/Komputer Anda
zona sukses

Mungkin Anda Suka Artikel Lainnya:

Kerja di Rumah

↑ Grab this Headline Animator

9 Comments

  1. Allah melimpahkan sebuah masalah, sesungguhnya Allah juga melimpahkan jalan keluarnya…

    Setiap manusia akan diuji, karena sesungguhnya dengan ujian, kita “dipaksa” untuk selalu mengasah akal dan fikiran kita. Justru karena ujian, kita selalu dan selalu melihat tanda -tanda kekuasaan Allah. Karena sesungguhnya bagi seorang mu’min “segalanya merupakan kebaikan.

    Dalam sebuah haditspun Rasulullah pernah bersabda, ” Sungguh unik perkara orang mukmin itu ! Semua perkaranya adalah baik. Jika mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga menjadi sebuah kebaikan baginya. Dan ini hanya akan terjadi pada orang mukmin.”

    1. satu hal yang paling bisa saya sampaikan…
      bahwasanya Allah SWT tidak pernah melimpahkan masalah yang menciptakan masalah adalah manusia. Allah memang berkehendak tapi tidak mungkin Allah memberikan kesusahan pada hambaNya. Jadi kita harus senatiasa tidak berpraduga tentang Allah. Andaipun ada sesuatu yang terjadi pada diri manusia maka ada baiknya kita flash back kepada apa yang telah kita lakukan jauh sebelum hal itu terjadi.

      semoga bermanfaat

  2. Assalamualaikum. Memang benar sekali solusi yang diberikan. Ikhtiar dan doa. Ikhtiar berdasarkan kepada masalah yang anda alami. Mungkin perlu tanya orang, mungkin perlu minta tolong orang lain. Tapi anda juga bperlu berdoa agar Allah tunjukkan jalan penyelesaian yang tepat. Solat hajat, solat istikharah dan selalu amal ayat seribu dinar juga boleh membantu.

  3. saya sedang mengalami masalah tersebut dan ini sudah lama tapi saya masih selalu bingung belum ketemua jalan keluarnya akhirnya saya makin terpuruk dan sering kali putus asa, dan yg bisa saya lakukan hanya lah pasrah kadang saya merasa masa depan saya gelap. saya sudah banyak baca dan memcoba mencari solusi dari buku2 motivasi tapi tetap aja. Sekarang ini kondisi saya belum berubah malah kadang saya sering kali berontak, menyalahkan diri sendiri protes pada Allah menyalahkan orang tua! menyalahkan teman-teman! saya bingung! saya merasa masa depan saya gelap! mohon bantuannya! makasih. Dan semua ini justru terjadi karena saya hanya mengandalkan doa mungkin kurang usaha! akhirnya jadi bingung begini! mau usaha masih bingung!

    1. Pikiran Anda dipenuhi oleh kenangan buruk dan emosi negatif. Maka do’a, tawakal, atau ikhtiar akan kacau dan tidak bermanfaat. Anda sudah kepalang basah, sekarang lupakan semua kesalahan, kegagalan, resah, gundah, dan amarah Anda. Kembali ke titik nol. Istighfarlah dan serahkan semuanya kepada Allah.

      Adalah salah mengandalkan do’a. Yang harus andalkan itu adalah Allah melalui do’a dan tawakal. Jika do’a dikabul dan Anda tawakal, maka usaha akan datang dengan sendirinya.

  4. Assalamu’alaykom
    Saya tinggal di luar negeri dan menikah dengan orang asing (muaallaf) 2.5 tahun yang lalu. Sejak 1.5 tahun yang lalu adik ipar laki-laki saya (non-muslim) tinggal di rumah karena dia terpuruk masalah ekonomi. Sejak tiga bulan yang lalu dia membawa pacarnya tinggal bersamanya dan mereka berperilaku seperti layaknya suami-istri. Saya sangat terpukul, sedih, dan saya tidak tahu apakah saya tetap harus membantunya melakukan banyak pengobanan untuk sesuatu yang menyakitkan dan tidak sesuai dengan agama saya. Suami saya meminta adik ipar saya supaya mengatur perilakunya dan mengurangi melakukan hal2 yang membuat saya tidak nyaman. Setelah itu mereka menguranginya namun terlihat tidak bahagia. Di sisi saya, saya merasa tetap sedih, karena saya sadar mereka bukan suami-istri dan tinggal bersama. Satu malam, pacar adik saya meminta saya menjelaskan kenapa saya merasa sedih melihat mereka melakukan hal yg wajar. Saya tidak bisa menjawab karena saya takut saya menyakitinya dan hubungan persaudaraan suami saya dan adiknya terganggu. Namun suami saya menjelaskan kepadanya bahwa saya memiliki kepercayaan dan agama yang melarang orang ber-perilaku seperti suami-istri sebelum menikah. Malam itu perempuan itu menangis, saya pun tak bisa menahan tangis saya. Saya sangat takut saya akan kehilangan mereka, dan saya adalah sumber permasalahan ini. Sejak saat itu mereka tidak pernah berbincang-bincang lagi dengan saya. Hubungan adik ipar saya dan suami sayapun renggang walaupun kami semua tetap hidup satu rumah. Saya sangat sedih, dan sangat bingung karena suami saya memberi pilihan untuk membiarkan mereka tinggal sendiri, atau kami tetap tinggal bersama mereka. Saat ini saya ada ditahap menerima bahwa mereka berbeda. Mereka memiliki kepercayaan dan aturan hidup yang berbeda. Dan saya sebaiknya tetap menolong mereka dan memperbaiki hubungan kekeluargaan kami. Di sisi lain, saya mungkin belum terlalu kuat utk merasakan bahagia melihat laki-laki dan perempuan tidak menikah hidup layaknya suami istri di rumah saya sendiri. Tolong beri nasehat apa yang sebaiknya saya lakukan. Terima kasih. Semoga Allah SWT membalas kebaikan anda.
    Wassalamu’alaykom

  5. Sebelumnya saya pernah membaca poting ini….
    dan selalu teringat akan judulnya….
    tapi lupa isi di dalamnya….
    dan…
    alhamdulillah saya menemukan kembali….

    lagi pula , untuk saaat ini saya lg dalam kondisi binggung mencari solusi.
    akhirnya satu-persatu permasalahan dapat ditemukan solusinya…
    karena saya yakin … saya tidak sendiri…… dan “selalu ada jalan keluar…”
    jazakallohu khoiron atas postingan dan motivasinya..
    sekalian saya ijin copy paste

  6. saya juga bingung sekali karena lg kesulitan keuangan, hutangharus dibayar hari ini tapiblm punya uang krn mmg uangdah habis buat berobat. bingung

Leave a Reply to anung Yusmar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield