September 3, 2010
 

Saat Visi Menjadi Liar

1139442_arrows_abstract_1Ada seorang pembaca yang sedang melakukan latihan visualisasi. Namun visi yang muncul menjadi liar dan destruktif. Memang, ada visi positif yang muncul, namun tentu saja tidak akan nyaman saat ada visi yang destruktif. Ini harus segera dihilangkan karena berbahaya. Bagaimana cara menghilangkan visi yang liar tersebut?

Yang pertama, visi-visi liar tersebut adalah bawaan dari masa lalu yang belum hilang dalam pikiran kita. Misalnya saat kita memiliki latar belakang yang depresi, putus asa, atau dendam, maka visi-visi yang merusak bisa muncul. Saya, menyebutnya dengan luka emosi. Oleh karena itu, untuk mulai menghilangkan visi-visa merusak, langkah pertamanya dengan memaafkan sepenuh hati.

Siapa yang perlu dimaafkan? Tentu, pihak luar yang pernah membuat Anda luka emosi. Tidak perlu menunggu mereka meminta maaf, maafkan saja. Tidak ada hambatan untuk memaafkan kecuali Anda tidak mau memaafkan. Kuncinya di kemauan, maukah kita memaafkan orang tersebut.

Jika akhlaq orang tersebut memang buruk, selain memaafkan, do’akanlah, agar Allah memberi hidayah kepada orang tersebut sehingga tidak lagi menyakiti kita dan juga orang lain. Atau ubahlah pola pikir kita, bahwa buruknya akhlaq seseorang justru sebuah ujian bagi kita dari Allah. Untuk menguji sejauh mana kesabaran kita.

Ada dua pilihan, dan Anda bebas memilih keduanya. Pertama, Anda tetap dendam dan mencari kesempatan untuk membalas. Namun, apa yang akan Anda dapatkan? Yang kedua, bersyabar, memaafkan, melakukan kebajikan, dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Apa yang akan kita dapatkan? Ketenangan dan juga balasan pahala dari Allah. Insya Allah.

Selain orang lain, yang perlu kita maafkan adalah diri sendiri. Bisa jadi rasa dendam dan depresi akibat dari kesalahan dan kegagalan kita dimasa lalu. Secara tidak sadar, sering kali kita menyalahkan diri sendiri. Mulai sekarang, maafkanlah, meskipun itu diri sendiri. Katakan dengan sungguh-sungguh : “Saya memaafkan siapa pun dan juga diri sendiri.”

Yang kedua, penyebabnya adalah kurangnya konsentrasi. Maka langkah selanjutnya ialah melatih konsentrasi kita kepada satu titik. Cobalah berlatih untuk memikirkan satu hal selama mungkin tanpa memikirkan hal lain. Banyak latihan yang bisa lakukan seperti dibahas pada salah satu modul Revolusi Waktu.

Yang ketiga, visi-visi merusak bisa datang dari syaithan. Mohonlah perlindungan kepada Allah. Kita tetap melakukan ikhtiar dengan cara melakukan dua hal diatas (memaafkan dan konsentrasi), juga ditambah dengan do’a dan tawakal kepada Allah. Perbanyaklah ibadah ritual. Insya Allah dengan memohon perlindungan dan banyak ibadah, hati kita akan lebih tenang.

Kirim ke Twitter Kirim ke Facebook

Tentang Penulis

Rahmat Mr. Power
Author buku, ebook, audio, dan video, diantaranya: Meraih Berkah dan Pahala Melalui Internet (buku), Beautiful Mind: Berpikir Positif Islami (ebook), The Confidence Secret (video), dll. (Terlalu banyak disebutkan disini). Download hasil karya Rahmat di Zona Sukses juga Usaha Terbaik (Gratis dan Premium)
Facebook Rahmat dan MuslimFace Rahmat
Tidak punya banyak waktu? Banyak kerjaan tidak terselesaikan? Masih menunda-nunda? Tidak efektif? Ada solusinya: Klik disini

2 Responses to “Saat Visi Menjadi Liar”

  1. Tabengan says:

    Ngeri juga kalo visi dipengaruhi syaitan, semoga saya bukan terjebak sesuatu yang seperti ini dan Allah selalu melindungi dan mengampuni saya sebagai hamba-Nya jika saya berbuat salah :D

  2. Assalamualaikum.
    Memang kebanyakkan di antara kita lebih banyak berdendam dari memaafkan orang lain apabila kegagalan yang berlaku pada diri. Seharusnya perlu muhasabah diri sebelum menuding jari kepada orang lain.

Leave a Reply

Baca juga:

  1. Kadang Kita Lupa dengan Visi Kita
  2. Jurus Jitu Saat Menjadi Korban
  3. Memaafkan Diri Sendiri
  4. Saat Usaha Tidak Membuahkan Hasil
  5. Saat Mimpi Sulit Terwujud
Tags: baikemosiluka emosimemaafkanVisivisualisasi

 
 

Visi

Menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan inovasi bagi umat umat Muslim, khususnya di Indonesia, menuju Masyarakat Madani. Menjadi rujukan bagi umat Muslim dalam meraih sukses dan pengembangan diri.
 
SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline
SEO Powered By SEOPressor

Switch to our mobile site